... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sniper Israel Dilatih Menembak Pergelangan Kaki Orang Palestina, Apa Tujuannya?

Foto: Sniper Israel.

KIBLAT.NET, Gaza – Lebih dari setahun setelah protes di perbatasan Gaza dimulai, militer Israel telah memutuskan untuk melatih penembak jitu untuk “menembak di pergelangan kaki” orang-orang Palestina. Laporan The Jerusalem Post, seorang pejabat Israel mengatakan, “Dipahami bahwa [menembaki bagian bawah tubuh di atas lutut] menyebabkan kematian banyak pengunjuk rasa.”

Israel telah menanggapi unjuk rasa baru-baru ini, yang diadakan setiap hari Jumat, dengan kekuatan mematikan. Lebih dari 235 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka. Israel dikecam oleh sebuah badan hak asasi manusia PBB karena membunuh demonstran di Gaza dan terhadap orang Palestina, dan menyatakan tindakan itu sebagai “kejahatan perang” di bawah Statuta Roma.

Korban jiwa yang tinggi memicu reaksi diplomatik terhadap Israel. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyebut perintah tembakan terbuka sebagai tindakan melawan hukum, dengan mengatakan mereka secara efektif mengizinkan tentara menggunakan kekuatan yang mematikan terhadap pengunjuk rasa yang tidak bersenjata. Dalam menghadapi meningkatnya kritik terhadap kekerasan perbatasan Gaza, otoritas Israel sebelumnya mengatakan bahwa norma HAM tidak berlaku untuk protes Palestina yang sedang berlangsung di sepanjang Jalur Gaza.

“[Keputusan pasukan Israel] sama sekali tidak menunjukkan bahwa militer sangat menghargai kehidupan manusia,” kata kelompok HAM B’Tselem. “Sebaliknya, menunjukkan bahwa militer secara sadar memilih untuk tidak menganggap mereka yang berdiri di sisi lain pagar sebagai manusia. Naifnya, Pengadilan Tinggi menyetujui praktik ini. Baik militer maupun pengadilan memikul tanggung jawab untuk kebijakan kriminal ini.”

BACA JUGA  Tingkat Kecanduan Narkoba Warga Israel di Dekat Gaza Meningkat

Pasukan Israel yang dikerahkan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza yang bergejolak. Mereka telah menembakkan peluru tajam ke arah demonstran Palestina sejak demonstrasi menentang blokade lama Israel terhadap Gaza dimulai pada bulan Maret. Selama protes, penembak jitu Israel telah menargetkan salah satu bagian tubuh, yaitu kaki.

Strategi pasukan Israel telah meninggalkan tanda yang terlihat di Gaza. Sudag menjadi pemandangan umum para pria muda berjalan melalui jalan-jalan bobrok dengan kruk. Sebagian besar kaki dibalut atau dipasangi bingkai logam yang disebut fixator, yang menggunakan pin atau sekrup yang dimasukkan ke dalam tulang yang patah untuk membantu menstabilkannya.

Dari 10.511 pengunjuk rasa yang dirawat di rumah sakit dan klinik lapangan di Gaza, setidaknya 6.392, atau sekitar 60%, telah ditarget di anggota tubuh bagian bawah, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza pada bulan Desember. Setidaknya 5.884 dari korban itu terkena amunisi hidup; yang lain diserang oleh peluru logam berlapis karet dan tabung gas air mata.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional mengatakan aturan tembak terbuka itu melanggar hukum karena memungkinkan penggunaan kekuatan yang berpotensi mematikan dalam situasi di mana nyawa prajurit tidak dalam bahaya langsung. Doctors Without Borders, yang dikenal dengan akronim Prancis MSF, mengatakan sebagian besar dari 3.000 pasien yang telah dirawat ditembak di kaki, dengan sekitar seperempat menderita infeksi. Jika tidak diobati, mereka dapat menderita cacat seumur hidup atau amputasi anggota tubuh. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan telah melakukan 94 amputasi sejak protes dimulai, 82 di antaranya melibatkan anggota badan bagian bawah.

BACA JUGA  Dua Pemuda Gaza Gugur dalam Demonstrasi Pekanan di Perbatasan

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dua Putranya Masuk Bursa Walkot Solo, Jokowi Mengaku Senang

Jokowi mengaku akan mendukung apapun keputusan yang diambil putra-putranya.

Sabtu, 27/07/2019 06:36 1

Indonesia

Penggunaan Gadget Terlalu Dini Berpotensi Sebabkan Anak Lambat Bicara

Orang tua sibuk kerja, anak pun bebas berselancar dengan gadget.

Sabtu, 27/07/2019 05:53 0

Indonesia

Koalisi Kawal Capim KPK Ragukan Kinerja Pansel

Pada tanggal 11 Juli lalu Panitia Seleksi Pimpinan KPK telah resmi mengumumkan para pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Jum'at, 26/07/2019 15:41 0

Indonesia

Diawali Cekcok, Polisi Tembak Sesama Polisi Tujuh Kali

Seorang anggota Polisi menembak sesama Polisi sebanyak tujuh kali hingga meninggal di tempat.

Jum'at, 26/07/2019 15:10 0

Indonesia

Fatwa Keuangan MUI Diklaim Paling Aplikatif

Fatwa MUI dibuat melalui suatu forum yang melibatkan berbagai ormas Islam di Indonesia

Jum'at, 26/07/2019 14:07 0

Indonesia

Dibuka Pos Pengaduan Masyarakat Pantau Rekam Jejak Capim KPK

Pos pengaduan masyarakat ditujukan untuk melapor bila terdapat masalah atau pelanggaran maladministrasi, korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, dan lainnya yang berkaitan dengan para kandidat capim KPK

Jum'at, 26/07/2019 13:52 0

Indonesia

Komisi I DPR Dorong Pemerintah Aktif Desak PBB Beri Sanksi Bagi Israel

Israel dinilai telah sengaja melanggar Resolusi DK PBB No. 2334 Tahun 2016

Jum'at, 26/07/2019 11:22 0

Indonesia

Reza, Korban Ricuh 21-22 Mei Belum Diketahui Penyebab Kematiannya

Pasca Kericuhan 21-22 Mei diketahui sedikitnya 9 orang meninggal dunia, penyebab kematiannya berbeda-beda.

Kamis, 25/07/2019 16:51 0

Indonesia

Situasi Memanas, Indonesia Tutup Sementara KBRI Yaman

Pemerintah Indonesia diketahui telah menutup sementara Kedutaan Besar RI di Sana'a, Yaman.

Kamis, 25/07/2019 15:32 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Rahasia Ilahiyah di Balik Syariat Haji

Khutbah Jumat: Rahasia Ilahiyah di Balik Syariat Haji

Kamis, 25/07/2019 14:18 0

Close