... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Antisipasi Ebola saat Musim Haji, Arab Saudi Larang Masuk Wisatawan Asal Kongo

Foto: Jamaah haji tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz di JEddah, sebelum ziarah tahunan haji di kota suci Mekah. Ibadah haji adalah rukun Islam kelima, tugas agama yang harus dilakukan setidaknya sekali dalam seumur hidup setiap Muslim yang berbadan sehat yang mampu melakukannya. AFP

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi telah melarang masuknya wisatawan yang datang dari Republik Demokratik Kongo (DRC) karena khawatir Ebola bisa menyebar selama haji bulan depan.

Keputusan yang diumumkan pada Rabu (24/07/2019) oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, didasarkan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia yang menyatakan wabah Ebola sebagai darurat internasional.

Komite WHO telah mendesak negara-negara untuk tidak membatasi perdagangan atau perjalanan. “Pemberian visa kedatangan untuk orang-orang yang masuk dari DRC telah dihentikan, untuk melestarikan kesejahteraan peziarah,” kata kementerian itu.

Wabah ini telah menewaskan lebih dari 1.700 orang sejak diumumkan hampir setahun yang lalu.

Sekitar tiga persen dari populasi DRC adalah Muslim, menurut jajak pendapat oleh Kongo Research Group yang berbasis di New York. Orang-orang dari Afrika sub-Sahara menghasilkan sekitar 10 persen dari lebih dari dua juta jamaah tahunan ke kota suci Mekah.

Arab Saudi menangguhkan visa ziarah bagi para wisatawan dari Guinea, Sierra Leone, dan Liberia selama wabah Ebola 2014-16, yang menewaskan lebih dari 11.000 orang.

Vaksin Ebola Kedua

Sementara itu, PBB mengatakan pada hari Jumat bahwa koordinator respon Ebola baru DRC sedang mempertimbangkan penggunaan vaksin kedua setelah menteri kesehatan mengundurkan diri.

Ini adalah pertama kalinya vaksin digunakan untuk melawan virus pembunuh yang ditemukan pada tahun 1976.

Vaksin oleh produsen obat Merck sedang banyak digunakan di provinsi yang terkena dampak, di Ituri dan Kivu Utara.

BACA JUGA  Saudi Pertimbangkan Larangan Menikah di Bawah Umur 

Tetapi WHO telah merekomendasikan pengenalan produk kedua yang dibuat oleh perusahaan perawatan kesehatan Johnson & Johnson, yang dapat digunakan untuk populasi yang dikeluarkan dari pusat gempa, sambil menyimpan stok vaksin Merck yang terbatas untuk garis depan.

Sumber: TRT World
Redaktur: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dua Putranya Masuk Bursa Walkot Solo, Jokowi Mengaku Senang

Jokowi mengaku akan mendukung apapun keputusan yang diambil putra-putranya.

Sabtu, 27/07/2019 06:36 1

Indonesia

Penggunaan Gadget Terlalu Dini Berpotensi Sebabkan Anak Lambat Bicara

Orang tua sibuk kerja, anak pun bebas berselancar dengan gadget.

Sabtu, 27/07/2019 05:53 0

Indonesia

Koalisi Kawal Capim KPK Ragukan Kinerja Pansel

Pada tanggal 11 Juli lalu Panitia Seleksi Pimpinan KPK telah resmi mengumumkan para pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Jum'at, 26/07/2019 15:41 0

Indonesia

Diawali Cekcok, Polisi Tembak Sesama Polisi Tujuh Kali

Seorang anggota Polisi menembak sesama Polisi sebanyak tujuh kali hingga meninggal di tempat.

Jum'at, 26/07/2019 15:10 0

Indonesia

Fatwa Keuangan MUI Diklaim Paling Aplikatif

Fatwa MUI dibuat melalui suatu forum yang melibatkan berbagai ormas Islam di Indonesia

Jum'at, 26/07/2019 14:07 0

Indonesia

Dibuka Pos Pengaduan Masyarakat Pantau Rekam Jejak Capim KPK

Pos pengaduan masyarakat ditujukan untuk melapor bila terdapat masalah atau pelanggaran maladministrasi, korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, dan lainnya yang berkaitan dengan para kandidat capim KPK

Jum'at, 26/07/2019 13:52 0

Indonesia

Komisi I DPR Dorong Pemerintah Aktif Desak PBB Beri Sanksi Bagi Israel

Israel dinilai telah sengaja melanggar Resolusi DK PBB No. 2334 Tahun 2016

Jum'at, 26/07/2019 11:22 0

Indonesia

Reza, Korban Ricuh 21-22 Mei Belum Diketahui Penyebab Kematiannya

Pasca Kericuhan 21-22 Mei diketahui sedikitnya 9 orang meninggal dunia, penyebab kematiannya berbeda-beda.

Kamis, 25/07/2019 16:51 0

Indonesia

Situasi Memanas, Indonesia Tutup Sementara KBRI Yaman

Pemerintah Indonesia diketahui telah menutup sementara Kedutaan Besar RI di Sana'a, Yaman.

Kamis, 25/07/2019 15:32 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Rahasia Ilahiyah di Balik Syariat Haji

Khutbah Jumat: Rahasia Ilahiyah di Balik Syariat Haji

Kamis, 25/07/2019 14:18 0

Close