Polusi Udara Diperkirakan Tewaskan 30 Ribu Orang Amerika Setiap Tahun

KIBLAT.NET, Washington – Hasil studi memperkirakan bahwa sebanyak 30.000 orang di Amerika Serikat diperkirakan tewas setiap tahunnya, akibat polusi udara yang memicu terjadinya serangan jantung, sakit paru-paru, dan stroke.

Sebuah tim melakukan penelitian terhadap konsentrasi partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer), atau dikenal dengan istilah PM2.5, di seluruh Amerika, dari tahun 1999 hingga 2015. Partikel-partikel kecil, yang ukurannya 30 kali lebih kecil dari sehelai rambut manusia, itu berasal dari emisi kendaraan, pembangkit listrik tenaga batu bara, dan sumber polusi industri.

Ketika terhirup, partikel tersebut akan menetap dalam pembuluh darah kecil di paru-paru, dan dari waktu ke waktu dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Para peneliti menyebutkan partikel halus itu juga akan masuk ke dalam sistem peredaran darah, sehingga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

“Regulasi tentang polusi udara yang lebih ketat di Amerika Serikat berpotensi mencegah puluhan ribu kematian setiap tahun dan memperpanjang harapan hidup di penjuru negeri,” kata ketua tim peneliti Majid Ezzati.

Temuan tim peneliti menyebutkan tingkat konsentrasi PM2.5 di Amerika Serikat secara keseluruhan sebenarnya mengalami penurunan. Namun, di banyak wilayah level konsentrasinya masih tinggi. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikiat menetapkan level PM2.5 yang diterima adalah 12 mikrogram per meter kubik udara (ug/m3).

Para peneliti memperkirakan, pada 2015 polusi udara telah menyebabkan hampir 16.000 kematian pada wanita, dan 15.000 pada pria di Amerika Serikat. Kematian tersebut disebabkan oleh serangan jantung dan penyakit pernapasan, seperti asma.

Angka itu sekaligus menunjukkan rendahnya harapan hidup bagi pria dan wanita di Amerika Serikat. Para peneliti mencatat rendahnya harapan hidup karena polusi paling terlihat di Los Angeles, Alabama, Arkansas, dan Oklahoma. Angka harapan hidup rendah paling banyak ditemukan di kawasan-kawasan miskin, dan harapan hidup makin tinggi di kawasan kaya.

Sumber: upi.com
Redaktur: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat