Survei: Mayoritas Warga Israel Menolak Gencatan Senjata

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Mayoritas warga Israel menentang perjanjian gencatan senjata yang saat ini berlaku antara Israel dan faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza yang diduduki. Demikian menurut sebuah jajak pendapat yang dilaporkan oleh media Arutz Sheva.

Jajak pendapat tersebut dilakukan oleh lembaga advokasi Proyek Kemenangan Israel dan dilakukan oleh New Wave Research terhadap 703 responden Yahudi Israel.

Sekitar 68 persen orang Yahudi Israel mengatakan mereka tidak setuju dengan gencatan senjata yang dicapai setelah eskalasi Gaza terakhir, naik menjadi 75 persen di antara penduduk di selatan.

Survei itu juga mengajukan pertanyaan tentang bagaimana orang Israel ingin merespons Hamas, dengan 49 persen menuntut agar pemerintah melenyapkan Hamas.

Sementara itu, 18 persen memilih untuk berhenti memasok utilitas dan obat-obatan ke Gaza, 14 persen mengatakan mereka ingin menemukan cara untuk bekerja sama dengan Hamas, sementara 1 dari 5 mengatakan mereka mendukung pengiriman uang dari Qatar ke Jalur Gaza.

Selain itu, 33 persen mendukung eksekusi atau pembunuhan para pejabat Hamas tanpa proses hukum, dan 19 persen mendukung penggunaan kekuatan yang luar biasa di Gaza.

Mayoritas warga Yahudi Israel, yaitu 82 persen, mengatakan kebijakan Israel terhadap Hamas “terlalu lunak”, dibandingkan dengan 38 persen yang mengatakan kebijakan Israel terhadap Otoritas Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat