... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Reza, Korban Ricuh 21-22 Mei Belum Diketahui Penyebab Kematiannya

Foto: Bentrokan di dapan Bawaslu dalam aksi protes kecurangan Pemilu 2019 yang berujung ricuh pada 21-22 Mei (Jundii/Kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pasca Kericuhan 21-22 Mei diketahui sedikitnya 9 orang meninggal dunia, penyebab kematiannya berbeda-beda. Dari kesembilan orang yang dikabarkan meninggal, empat orang di antaranya meninggal karena peluru tajam.

Satu orang terakhir yang dikabarkan meninggal dunia adalah Muhammad Reza. Untuk penyebab kematiannya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) dan Polri mengaku masih belum mengetahuinya, dan mengaku kesulitan untuk menyelidiki kasusnya.

“Sampai sekarang belum dapat, kita juga sudah cari dan belum dapat. Polisi juga mengaku hal yang sama. Jadi kita masih menunggu lagi hasil (penyelidikan),” ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik seperti dilansir Republika pada Kamis (25/07/2019).

Menurut Taufan, tewasnya Reza dugaan awal kematian Reza karena adanya kekerasan di bagian kepala. Ia menilai, bukan karena peluru tajam.

“Dugannya benda tumpul. Tapi siapa yang melakukan, kan gitu. Kalau yang lain kan sudah kelihatan tuh, ada video CCTV misalnya yang merekam. Saya dulu tanya sama Brigjen Mustafa, dia bilang dari otopsi luar itu karena kekerasan di kepala,” katanya.

Selain belum dilakukannya olah TKP, kurangnya bantuan dari rekaman CCTV dan terbatas informasi dari keluarga Reza menjadi kendala terhambatnya proses penyelidikan.

“Udah ketemu keluarganya, tapi keluarganya miskin informasi. Mereka gak terlalu tahu gimana Reza pada waktu itu, kok bisa ada di situ. Misalnya dengan siapa keluarganya juga gak tau, jadi emang agak sulit melacaknya,” pungkasnya.

BACA JUGA  Indonesia Lobi Saudi Agar Tetapkan Kuota Dasar Jamaah Haji Menjadi 231 Ribu

Reporter: Muhammad Jundii
Sumber: Republika

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Seorang Jemaah Haji Indonesia Alami Kecelakaan Saat Menyeberang Jalan di Makkah

Pelaku penabrak seorang jemaah haji Indonesia telah ditangani oleh Kepolisian Arab Saudi

Kamis, 25/07/2019 14:34 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Rahasia Ilahiyah di Balik Syariat Haji

Khutbah Jumat: Rahasia Ilahiyah di Balik Syariat Haji

Kamis, 25/07/2019 14:18 0

Arab Saudi

Saudi Pastikan Tak Ada Diskriminasi dalam Melayani Jamaah Haji

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyambut semua jamaah dari seluruh dunia tanpa diskriminasi dan berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan. Demikian diumumkan Wakil Menteri Abdul Fattah Mashat.

Kamis, 25/07/2019 12:41 0

Analisis

Mengapa Terorisme Global Menurun?

Robert Muggah melanjutkan artikelnya dengan mencoba mengurai beberapa penyebab penurunan tingkat terorisme.

Kamis, 25/07/2019 12:32 0

Analisis

Terorisme Global Menurun, Apa Saja Tren yang Terjadi?

Baru-baru ini, seorang jurnalis, Robert Muggah, memaparkan lima hal yang menjadi intisari dalam publikasi Global Terrorism Database terbaru, di situs web Small Wars Journal.

Kamis, 25/07/2019 11:31 0

Palestina

Survei: Mayoritas Warga Israel Menolak Gencatan Senjata

Mayoritas warga Israel menentang perjanjian gencatan senjata yang saat ini berlaku antara Israel dan faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza yang diduduki.

Kamis, 25/07/2019 11:18 0

Video News

Dubes: Organisasi Internasional Diam Saat Zionis Hancurkan Pemukiman Palestina

KIBLAT.NET, Jakarta – Zionis Israel dilaporkan telah menghancurkan sejumlah rumah warga Palestina di sekitar tembok...

Rabu, 24/07/2019 19:06 0

Myanmar

Utusan PBB Tegaskan Rakhine Tak Kondusif untuk Repatriasi Muslim Rohingya

Ada wacana pengungsi Rohingya di Bangladesh akan dipulangkan kembali ke wilayah Myanmar

Rabu, 24/07/2019 18:50 0

China

Cina Sebut Akan Bentuk Pasukan Berteknologi Canggih

Rencana tersebut menyerukan lebih banyak teknologi mutakhir dalam gudang senjata Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), meskipun diakui "masih jauh di belakang militer terkemuka dunia".

Rabu, 24/07/2019 15:00 0

India

Selama 3 Bulan Tidak Ada Bayi Perempuan Lahir di India, Ada Apa?

India melarang aborsi selektif janin perempuan pada tahun 1994, meskipun praktiknya masih banyak terjadi.

Rabu, 24/07/2019 14:39 0

Close