... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Temuan TGPF Lemah, Penyerang Novel Mustahil Ditangkap Dalam Tiga Bulan

Foto: Novel Baswedan.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar, Suparji Ahmad menanggapi sikap presiden Jokowi yang meminta kasus Novel diungkap dalam tiga bulan. Ia menilai, pada dasarnya sikap tersebut perlu didukung.

Meski demikian, ia beranggapan bahwa kemungkinan besar dalam tiga bulan Polisi tidak mampu mengungkap pelaku. Sebab, fakta yang diungkap oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) masih lemah.

“Pada dasarnya kebijakan itu perlu didukung, karena menunjukkan komitmennya untuk mengungkap kasus Novel. Tetapi dengan fakta sebelumnya, sepertinya tidak terlalu optimis untuk bisa sesuai harapan,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (24/07/2019).

Menurutnya, hasil dari TGPF lemah karena belum mampu menyentuh pada pelaku. Suparji melihat bahwa temuan TGPF cenderung asumtif.

“Masih lemah, belum ada kemajuan signifikan karena masih cenderung asumtif. Misalnya sudah disebut motifnya tapi pelaku belum ditemukan,” paparya.

“Maka, menurut saya sulit rasanya (bisa diungkap.red), karena kemarin tim yang begitu lengkap hasilnya begitu,” sambungnya.

Seharusnya, kata dia, Polisi bisa menangkap dengan mudah siapa pelakunya. Karena kasus-kasus yang rumit juga bisa dilakukan pengungkapan.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

India

Selama 3 Bulan Tidak Ada Bayi Perempuan Lahir di India, Ada Apa?

India melarang aborsi selektif janin perempuan pada tahun 1994, meskipun praktiknya masih banyak terjadi.

Rabu, 24/07/2019 14:39 0

Amerika

Aksi Terorisme di AS Sebagian Besar Dilakukan Ekstremis Sayap Kanan, Bukan Muslim

Meski begitu, aksi terorisme ekstremis sayap kanan yang digagalkan polisilebih sedikit daripada penggagalan aksi teror kelompok lain

Rabu, 24/07/2019 14:32 0

Afghanistan

Bangsa Afghan Murka saat Trump Sebut “Afghanistan Akan Dihapus dari Muka Bumi”

Banyak warga Afghanistan, termasuk mantan pejabat pemerintah mengeluarkan reaksi keras atas komentar Trump.

Rabu, 24/07/2019 14:08 0

Amerika

Lewat UU, Amerika Tegaskan Larang “Gerakan Boikot Israel”

Parlemen Amerika Serikat, Selasa (23/07/2019), menyetujui RUU yang mengutuk gerakan Boikot Global Divestasi dan Sanksi (BDS).

Rabu, 24/07/2019 13:37 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Jika Ada yang Lebih Penting, Penting Saja Jadi Tidak Cukup

KIBLAT.NET- Dalam kehidupan kita, akan ada banyak pilihan untuk melakukan kebaikan. Namun dengan usia dan...

Rabu, 24/07/2019 13:01 0

Arab Saudi

Kabinet Raja Salman Berkumpul, Bahas Haji hingga Proyek Infrastruktur

Menteri Media, Turki Al-Shabanah mengatakan pembukaan proyek air di Mekah dan tempat-tempat suci menunjukkan kepedulian dan perhatian Kerajaan terhadap jamaah.

Rabu, 24/07/2019 12:55 0

Afrika

New York Times Sebut Qatar Manfaatkan Milisi “Ekstremis” di Somalia

Surat kabar AS itu mengaku memperoleh rekaman percakapan telepon yang disadap oleh badan intelijen anti-Qatar, tanpa menyebutkan kewarganegaraan badan tersebut, yang menegaskan hal tersebut

Rabu, 24/07/2019 10:08 0

Suriah

PBB Dokumentasikan Kematian 400 Sipil di Barat Laut Suriah

Serangan pada Senin lalu merupakan paling mematikan di wilayah tersebut.

Rabu, 24/07/2019 08:27 0

Palestina

Israel Robohkan 12 Gedung Tempat Tinggal Warga Palestina

Pejabat Palestina menyatakan kemarahan atas pembongkaran tersebut.

Rabu, 24/07/2019 07:32 0

Artikel

Quo Vadis, Umat Islam Indonesia Setelah Pilpres 2019

Politik elektoral sudah menjadi titik tumpu umat Islam Indonesia selama tiga tahun belakangan ini. Seakan-akan dunia terbagi menjadi dua dalam kubu. Menafikan satu dengan lainnya. Menjadikan pilihan politik elektoral sebagai satu-satunya acuan kebenaran.

Selasa, 23/07/2019 21:01 2

Close