... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Prabowo Bertemu Megawati, Pengamat: Gerindra Kemungkinan Gabung Koalisi Jokowi

Foto: Prabowo bertemu Megawati

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai pertemuan Prabowo dan Megawati hari ini merupakan upaya untuk mempermudah rekonsiliasi pasca Pilpres. Sebab, Megawati merupakan ketua umum PDIP yang juga bagian dari pengusung Jokowi-Ma’ruf.

“Ini merupakan pertemuan politik, sebagai bagian dari agar memudahkan dan memuluskan rekonsiliasi.
Rekonsiliasi yang akan dibangun Jokowi dengan Prabowo tentu perlu izin dan restu dari partai-partai koalisi Jokowi-MA,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (24/07/2019).

“Megawati sebagai tokoh senior dan Ketum PDIP, partai pengusung Jokowi-MA dan sebagai partai pemenang Pemilu. Jadi wajar jika Prabowo bersilaturrahmi dengan Megawati,” tuturnya.

Ia juga menilai bahwa Jokowi dan Prabowo saling membutuhkan. Jokowi butuh untuk menambah kekuatan koalisi untuk mengamankan kebijakan-kebijakannya dalam lima tahun. Juga agar tidak ada yang mengganggu dalam menjalankan pemerintahan selama lima tahun kedepan.

“Sedang Prabowo butuh karena ingin visi-misi Prabowo-Sandi masuk pada visi-misi Jokowi-MA. Dan juga akan ada power sharing. Artinya akan mendapatkan posisi di eksekutif dan legislatif, sesuai dengan kesepakatan dalam rekonsiliasi nanti,” tuturnya.

Maka, ia menekankan bahwa peluang Prabowo untuk masuk dalam Koalisi Jokowi sangat besar . “Sangat besar (kemungkinan.red). Namun apapun itu, itu pilihan Prabowo dan Gerindra. Namun bisa juga rekonsiliasi akan gagal, jika poin-poin dalam rekonsiliasi tidak disepakati,” ulasnya.

Ujang beranggapan, jika Gerindra benar-benar gabung dengan koalisi Jokowi, maka PKS akan menjadi oposisi sendirian. Sebab, jika ingin masuk ke koalisi pun, PKS sudah terlambat.

BACA JUGA  35 Tahun Tragedi Tanjung Priok, Keadilan Tak Kunjung Datang

“Karena jika masuk koalisi Jokowi pun, PKS sudah ketinggalan gerbong. Tak akan dapat power sharing yang bagus. Jadi pilihan menjadi oposisi bagi PKS adalah pilihan terbaik,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Cina Sebut Akan Bentuk Pasukan Berteknologi Canggih

Rencana tersebut menyerukan lebih banyak teknologi mutakhir dalam gudang senjata Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), meskipun diakui "masih jauh di belakang militer terkemuka dunia".

Rabu, 24/07/2019 15:00 0

India

Selama 3 Bulan Tidak Ada Bayi Perempuan Lahir di India, Ada Apa?

India melarang aborsi selektif janin perempuan pada tahun 1994, meskipun praktiknya masih banyak terjadi.

Rabu, 24/07/2019 14:39 0

Amerika

Aksi Terorisme di AS Sebagian Besar Dilakukan Ekstremis Sayap Kanan, Bukan Muslim

Meski begitu, aksi terorisme ekstremis sayap kanan yang digagalkan polisilebih sedikit daripada penggagalan aksi teror kelompok lain

Rabu, 24/07/2019 14:32 0

Afghanistan

Bangsa Afghan Murka saat Trump Sebut “Afghanistan Akan Dihapus dari Muka Bumi”

Banyak warga Afghanistan, termasuk mantan pejabat pemerintah mengeluarkan reaksi keras atas komentar Trump.

Rabu, 24/07/2019 14:08 0

Amerika

Lewat UU, Amerika Tegaskan Larang “Gerakan Boikot Israel”

Parlemen Amerika Serikat, Selasa (23/07/2019), menyetujui RUU yang mengutuk gerakan Boikot Global Divestasi dan Sanksi (BDS).

Rabu, 24/07/2019 13:37 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Jika Ada yang Lebih Penting, Penting Saja Jadi Tidak Cukup

KIBLAT.NET- Dalam kehidupan kita, akan ada banyak pilihan untuk melakukan kebaikan. Namun dengan usia dan...

Rabu, 24/07/2019 13:01 0

Arab Saudi

Kabinet Raja Salman Berkumpul, Bahas Haji hingga Proyek Infrastruktur

Menteri Media, Turki Al-Shabanah mengatakan pembukaan proyek air di Mekah dan tempat-tempat suci menunjukkan kepedulian dan perhatian Kerajaan terhadap jamaah.

Rabu, 24/07/2019 12:55 0

Afrika

New York Times Sebut Qatar Manfaatkan Milisi “Ekstremis” di Somalia

Surat kabar AS itu mengaku memperoleh rekaman percakapan telepon yang disadap oleh badan intelijen anti-Qatar, tanpa menyebutkan kewarganegaraan badan tersebut, yang menegaskan hal tersebut

Rabu, 24/07/2019 10:08 0

Suriah

PBB Dokumentasikan Kematian 400 Sipil di Barat Laut Suriah

Serangan pada Senin lalu merupakan paling mematikan di wilayah tersebut.

Rabu, 24/07/2019 08:27 0

Palestina

Israel Robohkan 12 Gedung Tempat Tinggal Warga Palestina

Pejabat Palestina menyatakan kemarahan atas pembongkaran tersebut.

Rabu, 24/07/2019 07:32 0

Close