... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Israel Robohkan 12 Gedung Tempat Tinggal Warga Palestina

Foto: Militer Israel merobohkan bangunan tempat tinggal warga Palestina dengan bom/AFP

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Penjajah Israel mengumumkan, Selasa (23/07/2019), penghancuran 12 gedung bertingkat tempat tinggal warga Palestina di Al-Quds (Yerusalem) selatan. Gedung-gedung yang berada di dekat pagar pemisah antara kota di Tepi Barat itu dituding berdiri ilegal.

PBB mengatakan bahwa kampanye Israel itu menyebabkan sedikitnya 24 orang terpaksa mengungsi. Pembongkaran, yang mencakup sebagian besar rumah yang sedang dibangun, dikutuk oleh Uni Eropa dan pejabat PBB.

Israel mengatakan bahwa rumah-rumah di kota Sur Bahir di selatan Yerusalem itu sangat dekat dengan pagar pemisah, yang mengancaman keamanan. Pembongkaran itu terjadi setelah persetujuan Pengadilan Tinggi Israel.

Pejabat Palestina menyatakan kemarahan atas pembongkaran tersebut.

Mereka mengatakan sebagian besar bangunan berada di daerah yang seharusnya di bawah kendali sipil Otoritas Palestina di bawah Kesepakatan Oslo tahun 1990-an.

Sebelum penghancuran, para penghuni dievakuasi sejak sebelum matahari terbit pada Senin pagi. Para aktivis berdatang untuk memberikan dukungan moril. Ratusan polisi dan tentara Israel menutup perimeter bangunan sebelum mereka dihancurkan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh unit Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas kegiatan sipil di wilayah Palestina (Kugat), sedikitnya 12 bangunan dan fondasi dua bangunan lainnya dihancurkan. Bangunan-bangunan itu berdiri ilegal.

Menurut pernyataan itu, Mahkamah Agung Israel “menghancurkan bangunan-bangunan itu karena menimbulkan ancaman keamanan pada area pagar keamanan.”

BACA JUGA  Hamas: Saudi Tangkap Pemimpin Senior Kami di Jeddah

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Wilayah Palestina (OCHA) mengatakan penilaian awal mengungkapkan 24 orang, termasuk 14 anak-anak, dan lebih dari 300 orang yang terkena dampak pembongkaran.

Sebelum pembongkaran, OCHA melaporkan bahwa bangunan-bangunan itu mencakup 70 unit rumah dan para pengungsi itu termasuk dalam tiga keluarga.

Warga menerima pemberitahuan pada 18 Juni akan dilaksanakan pembongkaran rumah mereka. Perobohan digelar 30 hari sejak surat itu diterima.

Warga Palestina khawatir bahwa 100 bangunan lain di daerah itu akan dihancurkan dalam waktu dekat.

Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada tahun 1967 dan kemudian mencaplok Yerusalem Timur dalam suatu langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Israel mulai membangun apa yang disebutnya “pagar keamanan” selama pemberontakan Palestina kedua di awal 1990-an untuk mencegah warga Palestina melakukan serangan terhadapnya.

Sementara warga Palestina menyebut “tembok apartheid” sebagai simbol kuat pendudukan Israel.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Quo Vadis, Umat Islam Indonesia Setelah Pilpres 2019

Politik elektoral sudah menjadi titik tumpu umat Islam Indonesia selama tiga tahun belakangan ini. Seakan-akan dunia terbagi menjadi dua dalam kubu. Menafikan satu dengan lainnya. Menjadikan pilihan politik elektoral sebagai satu-satunya acuan kebenaran.

Selasa, 23/07/2019 21:01 2

Indonesia

Dicecar Komisi I, Begini Jawaban Kominfo Soal Gandeng Dua Unicorn dalam Bisnis Umrah

Pemerintah diminta berpihak kepada UMKM penyedia layanan travel haji dan umrah

Selasa, 23/07/2019 20:23 0

Indonesia

Dubes: Organisasi Internasional Diam Saat Zionis Hancurkan Pemukiman Palestina

"Sayangnya, organisasi internasional masih diam dan belum melakukan reaksi apapun terhadap kriminalitas yang dilakukan Israel"

Selasa, 23/07/2019 19:18 0

Indonesia

Masalah Bullying dan Gadget Bagi Anak Jadi Sorotan KPAI pada Peringatan HAN

Anak harus berusia di atas 13 tahun untuk mulai beraktivitas di dunia maya

Selasa, 23/07/2019 18:50 0

Indonesia

Anies Larang Dagang Hewan Kurban di Trotoar

Menyambut hari raya kurban 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengeluarkan peraturan baru melalui instruksi gubernur nomor 46 tahun 2019.

Selasa, 23/07/2019 17:34 0

Indonesia

Dituding Miliki Hubungan dengan ISIS, Ini Bantahan ACT

Beredar pesan berantai di media sosial yang menyebutkan bahwa lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memiliki hubungan dengan kelompok ISIS.

Selasa, 23/07/2019 15:55 2

Indonesia

Soal Kasus Baiq Nuril, Nasir Djamil: UU ITE Harus Direvisi

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil akan mendorong evaluasi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Selasa, 23/07/2019 14:17 0

Indonesia

Perempuan KAMMI Keluarkan Instruksi Nasional Tolak RUU P-KS

Bidang Perempuan KAMMI menyebut RUU P-KS banyak berisi pasal-pasal yang tidak berkesesuaian dengan Pancasila maupun nilai Agama

Selasa, 23/07/2019 13:14 0

Indonesia

55 Wilayah Kabupaten dan Kota Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Sejumlah wilayah kabupaten dan kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Selasa, 23/07/2019 13:10 0

Indonesia

Komunitas HOTS Luncurkan Program Menghafal Surat Al Kahfi Online

Surat Al Kahfi dipilih untuk dihafal sebagai persiapan umat Islam untuk datangnya akhir zaman

Selasa, 23/07/2019 10:18 0

Close