... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Benarkah Ali Bin Abi Thalib Pernah ke Garut?

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET- Judul artikel ini mungkin menarik, terutama bagi yang senang dengan sejarah Indonesia, sejarah para sahabat, apalagi yang ada hubungannya dengan kota di selatan Jawa Barat ini. Akan lebih menarik lagi jika jawabannya positif bahwa Ali bin Abi Thalib memang sudah pernah sampai di Garut. Ini sesuatu yang pasti sangat “dahsyat”, bukan hanya bagi sejarah Garut, tapi juga bagi sejarah Islam secara keseluruhan. Bayangkan tokoh setenar “Ali bin Abi Thalib” yang namanya telah menghiasi lembaran sejarah Islam sejak pertama kali Nabi Saw. menerima wahyu di Gua Hira hingga saat ini terus berpengaruh, bila benar sudah pernah sampai di Garut tentu merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan yang amat luar biasa.

Urang Garut pasti juga akan sangat bangga hingga bisa menepuk dada di hadapan sejarah dunia bahwa Ali Sang Legenda itu pernah punya sejarah dengan Garut, walaupun mungkin tidak seintensif hubungannya dengan Kufah di Irak tempat bersemayamnya makam Ali bin Abi Thalib.

Tapi apakah benar Ali bin Abi Thalib pernah sampai ke Garut? Itu pertanyaan pokoknya. Semenjak belajar sejarah Islam sampai paling tidak tahun 2015-an terlintas pun tidak pertanyaan itu dalam pikiran saya, apalagi dalam buku-buku bacaan yang selama ini saya bolak-balik baca untuk digunakan sebagai pegangan. Tapi di era milenial yang ditandai dengan “berkuasanya rezim medsos”, hal-hal yang tidak pernah terlintas ini justru malah berseliweran hampir tidak kenal waktu.

Dari berbagai penjuru informasi ini datang seperti air bah membanjiri medsos yang—sialnya—saya tidak menghindar darinya. Berulang kali, mungkin hitungannya sudah puluhan, orang-orang menanyakan tentang kebenaran berita itu. Mungkin gara-gara saya pernah sekolah sejarah, jadi saya dianggap “dukun” sejarah yang tahu apa saja. Oleh karena itulah, akhirnya saya dipaksa untuk ikut memikirkan soal kebenarannya.

BACA JUGA  Besok, BPJPH Teken MoU Jaminan Produk Halal

Kenapa pertanyaan itu muncul? Seperti umumnya isu di medsos, pertanyaan ini muncul dari broadcast (BC) yang entah dari mana asal muasalnya. Sama seperti BC pada umumnya selalu anonim. Hanya saja, isi BC ini sanad-nya disandarkan kepada Ust. Haikal Hasan, tokoh Aksi 212 yang cukup sohor pada Pemilu 2019 sebagai salah satu tim sukse Prabowo-Sandi yang paling militan. Mungkin gara-gara di BC itu sanadnya sampai ke Ust. Haikal Hasan, maka jadilah orang awam yang membaca beranggapan bahwa tidak mungkin Haikal Hasan berdusta; atau selevel Haikal Hasan pasti mengetahui sejarah dengan sangat baik, termasuk soal kedatangan Ali bin Abi Thalib ke Garut itu.

BC itu sebetulnya berisi banyak hal. Soal Ali bin Abi Thalib ke Garut hanya salah satu bagian dari banyak informasi yang disampaikan. Mungkin butuh beberapa artikel untuk mengupasnya satu per satu. Kalau dirunut secara kelompok BC itu berisi informasi-informasi antara lain:

1). Para sahabat Nabi Saw. banyak yang sudah sampai ke Indonesia seperti Ali bin Abi Thalib ke Garut (625 M) dan Jepara (626 M), Ubay bin Kaab ke Sumatera Barat (626 M), Abdullah bin Masud ke Aceh (626), Abdurrahman bin Muad bin Jabal ke Barus (625), Akayash bin Muhsin Al-Usdi ke Palembang (623), Salman Al-Farisi ke Perlak (626);
2). Ratu Sima dan anaknya Jayisima dari Kerajaan Kalingga (Jepara) di-Islamkan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan tahun 646-650 M dan sering berkirim surat yang sekarang suratnya disimpan di Museum Granada Spanyol (?);
3). Khalifah Umar bin Abdul Azis pernah mengunjungi Palembang tahun 718 dan mengislamkan Raja Sirindra Varma lalu keduanya seringb berkorespondensi yang suratnya tersimpan di Museum Oxford Inggris (?).

BACA JUGA  UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

Setidaknya saya harus membahas tiga topik yang masing-masing membutuhkan beberapa paragraf penjelaasan dari sudut pandang ilmu sejarah. Sebetulnya BC gosip semacam di atas terlalu mewah untuk ditanggapi secara ilmiah. Akan tetapi karena BC di atas menyertakan buku-buku dan catatan kaki yang seolah-olah “ilmiah”, maka saya berusaha untuk mendekatinya secara ilmiah, walaupun dituturkan secara santai saja. Artikel pertama ini kita fokuskan dulu pada masalah Ali bin Abi Thalib dan sahabat-sahabat lain yang diklaim sudah sampai ke Indonesia dan mengislamkan kawasan-kawasan yang disebut di atas. Apakah informasi di atas dapat dipercayai atau tidak? Berikut ini penjelasannya.

Pertama, dari sudut substansi dan isi cerita, pada umumnya cerita-cerita palsu atau fiksi berkarakter too good to be true (terlalu hebat jika benar terjadi). Cerita ini juga sejak pertama kali saya baca sudah mengundang kecurigaan. Betapa tidak mencurigakan? Seandainya benar sahabat-sahabat mulia semisal Ali bin Abi Thalib, Ibnu Masud, Ubay bin Kaab, dan tokoh lain yang merupakan Kibâr Al-Shahâbah, maka bangsa kita ini telah mendapatkan keberkahan dan kebanggaan yang amat besar dalam sejarah Islam.

Seperti sudah disinggung di awal tulisan ini, kejadian ini akan mengubah narasi sejarah Islam, bukan hanya di kawasan Melayu, tetapi di seluruh dunia Islam. Kawasan Asia Tenggara harus ditulis dalam sejarah awal Islam sama pentingnya dengan Palestina, Damaskus, Yaman, Irak, atau Mesir. Sebab, bila benar, kawasan ini termasuk yang paling awal menerima kedatangan Islam dan menyebarkannya seperti kawasan-kawasan di atas.

Baca halaman selanjutnya: Kedua, cerita yang berkarakter...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

New York Times Sebut Qatar Manfaatkan Milisi “Ekstremis” di Somalia

Surat kabar AS itu mengaku memperoleh rekaman percakapan telepon yang disadap oleh badan intelijen anti-Qatar, tanpa menyebutkan kewarganegaraan badan tersebut, yang menegaskan hal tersebut

Rabu, 24/07/2019 10:08 0

Suriah

PBB Dokumentasikan Kematian 400 Sipil di Barat Laut Suriah

Serangan pada Senin lalu merupakan paling mematikan di wilayah tersebut.

Rabu, 24/07/2019 08:27 0

Palestina

Israel Robohkan 12 Gedung Tempat Tinggal Warga Palestina

Pejabat Palestina menyatakan kemarahan atas pembongkaran tersebut.

Rabu, 24/07/2019 07:32 0

Artikel

Quo Vadis, Umat Islam Indonesia Setelah Pilpres 2019

Politik elektoral sudah menjadi titik tumpu umat Islam Indonesia selama tiga tahun belakangan ini. Seakan-akan dunia terbagi menjadi dua dalam kubu. Menafikan satu dengan lainnya. Menjadikan pilihan politik elektoral sebagai satu-satunya acuan kebenaran.

Selasa, 23/07/2019 21:01 2

Myanmar

Pengadilan Pidana Internasional Selidiki Kejahatan Kemanusiaan Militer Myanmar

Jaksa penunut Pengadilan Pidana Internasional (ICC) melakukan pertemuan dengan pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh

Selasa, 23/07/2019 17:05 0

China

China Berterima Kasih pada UEA Karena Dukung Kebijakan di Xinjiang

Terima kasih itu disampaikan di sela-sela pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Putra Mahkota UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, di Beijing, pada Senin (22/07/2019). Mohammed ke China dalam rangka kunjungan kenegaraan.

Selasa, 23/07/2019 13:49 0

Amerika

Trump Sebut Iran Berbohong soal Penangkapan Mata-mata CIA

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga meragukan penangkapan dalam sebuah wawancara televisi sebelumnya pada hari Senin. Dia mengatakan, "Rezim Iran memiliki sejarah panjang berbohong."

Selasa, 23/07/2019 13:45 0

Turki

Soal Pembelian S-400 Rusia, Menlu Turki: Kami Akan Balas Jika AS Beri Sanksi

Turki telah berselisih dengan Amerika Serikat selama berbulan-bulan karena rencana pembelian sistem pertahanan rudal Rusia oleh Ankara.

Selasa, 23/07/2019 13:17 0

Eropa

Marak Teror Bom di Masjid-masjid Jerman, Siapa Pelakunya?

Setidaknya lima masjid menerima ancaman bom bulan ini, memicu kekhawatiran di kalangan penduduk Muslim di negara itu.

Selasa, 23/07/2019 12:48 0

Wilayah Lain

Listrik Venezuela Padam, Pemerintah: Penyebabnya “Serangan Elektromagnetik”

Lebih dari separuh dari 23 negara bagian Venezuela mengalami mati listrik. Menurut laporan Reuters dan di media sosial, Senin (21/07/2019), pemadaman dilakukan pemerintah karena terjadi "serangan elektromagnetik".

Selasa, 23/07/2019 11:28 0

Close