Soal Pembelian S-400 Rusia, Menlu Turki: Kami Akan Balas Jika AS Beri Sanksi

KIBLAT.NET, Ankara – Turki akan membalas jika Amerika Serikat menjatuhkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Ankara. Demikian Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu, Senin (22/07/2019), seraya menambahkan bahwa sanksi semacam itu tidak dapat diterima.

Dalam wawancara dengan penyiar TGRT News, Çavuşoğlu mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak ingin menjatuhkan sanksi. Dia juga mengharapkan pemerintah AS untuk mengambil tindakan seperti itu.

Trump diperkirakan akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa dengan para senator GOP di Gedung Putih untuk membahas sanksi potensial terhadap Turki. Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik telah meminta Trump untuk memberlakukan sanksi terhadap Turki di bawah Undang-Undang Penentang Lawan Amerika melalui Sanksi (CAATSA), yang bertujuan untuk mencegah negara-negara membeli peralatan militer dari Rusia.

Undang-undang sanksi, yang ditandatangani oleh Trump pada tahun 2017, mengamanatkan bahwa presiden memilih lima di antara 12 sanksi, dari melarang visa dan menolak akses ke Bank Ekspor-Impor yang berbasis di AS hingga opsi yang lebih keras seperti melarang transaksi dengan sistem keuangan AS serta menolak lisensi ekspor.

Çavuşoğlu menambahkan bahwa para mitra program jet F-35 tidak setuju dengan keputusan AS untuk menangguhkan Turki dari program tersebut. Dia mengatakan Turki akan memenuhi kebutuhan pertahanannya di tempat lain jika Washington tidak memberikan jet F-35 kepada Ankara.

Turki telah berselisih dengan Amerika Serikat selama berbulan-bulan karena rencana pembelian sistem pertahanan rudal Rusia oleh Ankara. Pekan lalu Washington mengumumkan bahwa Turki telah ditangguhkan dari program jet tempur F-35 dan dapat menghadapi sanksi kecuali membatalkan rencana untuk membeli S-400 Rusia.

Pemerintahan Trump pada hari Rabu memulai proses mengeluarkan Turki dari program F-35 yang dijadwalkan selesai pada akhir Maret 2020.

Pengiriman komponen S-400 dimulai pada minggu kedua bulan Juli dan sedang berlangsung, dengan lebih dari selusin pengiriman pendaratan peralatan terkait di Turki sejauh ini.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat