... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Puluhan Tewas Dalam Serangan Udara di Wilayah Kontrol Oposisi Suriah

Foto: Warga di pedesaan Idlib menyelamatkan diri dari serangan udara [foto: AFP]

KIBLAT.NET, Idlib – Sedikitnya 32 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan udara rezim menargetkan wilayah oposisi Suriah di barat laut negara itu pada Senin (22/07/2019). Serangan itu menghantam pasar dan permukiman warga.

Tim relawan dan warga meyakini jet Suriah atau Rusia di balik serangan itu. Kota yang menjadi sasaran adalah Marrat Nukman, daerah padat penduduk di selatan provinsi Idlib.

“Mayat-mayat bergelimpangan di tanah. Semoga Allah membalas Putin dan Bashar atas kejahatan mereka ini,” kata Abdul Rahman Al-Yaser, relawan tim Pertahanan Sipil (White Helmets) Idlib yang saat itu sibuk mencari korban di bawah reruntuhan kepada Reuters.

Para relawan mengatakan, pasar dan daerah perumahan berulang kali menjadi sasaran kampanye udara rezim Suriah dan Rusia sejak akhir April. Ratusan orang telah tewas akibat penargetkan daerah-daerah penduduk.

Selain Marrat Nukman, serangan pada Senin itu juga terjadi di kota Saraqib. Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin membantah bahwa pesawatnya melucurkan serangan udara terbaru dan mengatakan tidak melakukan tugas apa pun di Idlib. Rusia malah menuding Pertahanan Sipil membuat-buat tuduhan itu.

Di sisi lain, media pemerintah mengatakan beberapa orang terluka oleh mortir yang ditembakkan oleh gerilyawan di dekat daerah yang dikuasai oposisi.

Serangan rezim sejauh ini gagal membuat banyak kemajuan di wilayah yang dikuasai oposisi di provinsi Hama dan Idlib. Sementara korban sipil terus berjatuhan dan gelombang pengungsi kian bertambah.

BACA JUGA  Kampanye Militer Turki di Timur Sungai Eufrat Suriah Dimulai

Turki, yang mencapai kesepakatan dengan Rusia pada September terkait Idlib, mengatakan Moskow harus menekan sekutunya Suriah untuk menghentikan pemboman.

“Tanggung jawab untuk menghentikan serangan rezim (di Idlib) terletak pada kolega kami, Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Jawusglu kepada saluran televisi Turki Turki TGRT.

Bulan lalu, Human Rights Watch yang bermarkas di AS mengatakan operasi Rusia-Suriah telah menggunakan “senjata yang dilarang secara internasional dan senjata sembarangan lainnya dalam serangan yang melanggar hukum terhadap warga sipil.”

Rusia dan tentara Suriah membantah tuduhan pemboman tanpa pandang bulu atas wilayah sipil dan mengatakan mereka memerangi “gerilyawan Islam yang berafiliasi Al-Qaidah”.

PBB memperkirakan jumlah orang yang mengungsi sejak awal serangan sekitar 330 ribu.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Gempa Magnitudo 8,8 di Selatan Jawa Potensi Bukan Prediksi, BMKG: Tetap Tenang

Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat

Senin, 22/07/2019 19:38 0

Indonesia

Harga Semen Cina Murah, Muhammadiyah: Jika Dibiarkan Semen Dalam Negeri Tiarap

Ketua Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Anwar Abbas menanggapi perbedaan harga semen lokal dengan semen Cina yang jauh lebih murah.

Senin, 22/07/2019 18:20 0

Indonesia

Hindari Tubrukan, Jemaah Haji Disarankan Umrah Saat Dhuha dan Setelah Isya

Pada waktu dhuha dan ba'da Isya kondisi di Masjidil Haram maupun bus pengangkut jemaah agak lengang

Senin, 22/07/2019 18:02 0

Indonesia

Kemenag Sebut Pengibaran Bendera Tauhid di MAN 1 Sukabumi Tidak Terkait HTI

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswan (KSKK) Madrasah Kemenag, A. Umar langsung mengunjungi MAN 1 Sukabumi

Senin, 22/07/2019 17:40 0

Indonesia

DPR: Akses Data Kependudukan Harus Beriringan dengan Perlindungan yang Kuat

Mardani Ali Sera, Wakil Ketua Komisi II DPR RI mengingatkan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) untuk memperhatikan perlindungan data dalam bekerjasama dengan 1.227 lembaga terhadap hak akses data kependudukan RI.

Senin, 22/07/2019 16:54 0

Indonesia

Ditolak di Bandung, RUU P-KS Dinilai Dapat Timbulkan Masalah Baru

Banyak istilah-istilah yang multitafsir dalam RUU P-KS dinilai bisa menimbulkan masalah baru

Senin, 22/07/2019 16:21 0

Indonesia

LPA Generasi Sayangkan Jumlah Anak Putus Sekolah Meningkat

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Generasi menyoroti permasalahan anak-anak yang makin menurun minat sekolahnya.

Senin, 22/07/2019 15:42 0

Indonesia

Relawan One Care Bantu Korban Banjir di Bangai Sulawesi Tengah

Lembaga kemanusiaan One Care memberangkatkan tim relawan untuk membantu korban banjir di Desa Toli, Dusun Kayuku, Kecamatan Toili, Kabupaten Bangai, Sulawesi Selatan.

Senin, 22/07/2019 13:53 0

Indonesia

Jumlah Bertambah, WNI yang Meninggal Saat Haji Jadi 9 Orang

Jamaah asal Indonesia yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji 2019 kembali bertambah.

Senin, 22/07/2019 13:31 0

Indonesia

KSHUMI: Mengibarkan Bendera Tauhid Bukan Perbuatan Pidana

Chandra Purna Irawan menegaskan bahwa tidak ada produk hukum yang melarang pengibaran bendera tauhid.

Senin, 22/07/2019 13:11 0

Close