Inggris Akan Kirim Pasukan ke Mali

KIBLAT.NET, London – Pemerintah Inggris akan mengirim 250 tentara ke Mali tahun depan. Kementerian Pertahanan Inggris, Senin (22/07/2019), mengatakan bahwa pasukan akan ini ambil bagian dalam operasi penjaga perdamaian di negara itu.

Menhan Inggirs, Benny Murdonte, mengatakan bahwa Mali merupakan salah satu daerah paling miskin dan paling rapuh. Tindakan yang benar, membantu sebagian dari banyak warga dunia yang lemah.

“Prioritas kami pada kemanusiaan dan keamanan di wilayah Sahel,” katanya.

Ia menambahkan, tentara Inggris akan bekerja dengan mitra di kawasan itu untuk membantu mengkonsolidasikan perdamaian dengan memerangi ancaman “ekstremisme” dan kekerasan serta melindungi hak asasi manusia di Mali.

Mali berada dalam masalah sejak gerilyawan Tuareg dan gerilyawan sekutu menguasai lebih dari separuh negara dalam pemberontakan pada 2012. Kondisi itu mendorong pasukan Prancis untuk campur tangan mengusir mereka pada tahun berikutnya.

Kesepakatan damai 2015 antara pemerintah Mali dan kelompok-kelompok gerilyaan gagal mengakhiri kekerasan. Kelompok Islam juga melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran utama di ibukota, Bamako, dan di negara-negara tetangga, Burkina Faso dan Pantai Gading.

Tentara Prancis melakukan intervensi di Mali pada 2013 dan sekitar 4.000 tentara Prancis tetap di sana. Dewan Keamanan PBB kemudian mengirim pasukan penjaga perdamaian untuk menjadi target kampanye pemberontak.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat