Ma’had Aly Ilman Nafian Gelar Wisuda Perdana

KIBLAT.NET, Bekasi – Ma’had Aly Ilman Nafian Bekasi menggelar wisuda perdana periode 2018/2019 pada Ahad (21/07/2019). Para santri angkatan pertama tak dipungut biaya saat belajar di lembaga pendidikan yang baru dirintis tahun lalu tersebut.

Ma’had Aly Ilman Nafian berada di bawah naungan Yayasan Ilman Nafian Mubarakan. Ketua yayasan, Kuntadi Abu Lutfi mengatakan lembaga yang dipimpinnya mengusung misi sebagai wadah dakwah nonkomersial. Ma’had Aly Ilman Nafian yang saat ini berada di Jati Ranggon, Jati Sampurna, Bekasi ditujukan untuk mencetak kader dakwah.

“Tidak ada pungutan bayaran yang kami bebankan kepada para wali santri,” ungkap Kuntadi dalam rangkaian kegiatan wisuda perdana di Bekasi, Ahad (21/07/2019).

Dia menjelaskan untuk membiayai program-program yang ada Ma’had Aly Ilman Nafian disokong oleh kontribusi dari donatur. Selain keperluan pembiayaan rutin, yayasan juga menggalang infak jariyah untuk pembangunan gedung sebagai sarana belajar para santri. Mereka juga menggulirkan program beasiwsa bagi lulusan yang akan melanjutkan kuliah ke luar negeri.

Mudir Ma’had Aly Ilman Nafian Ustadz Ahmad Taqiyuddin, Lc memaparkan ma’had aly yang dipimpinnya menyelenggarakan pendidikan bagi lulusan pesantren setingkat SMA. Dalam upaya mencetak kader dakwah dan murabbi, Ma’had Aly Ilman Nafian memiliki sebuah motto. “Ilmu, shohih, dan amal sholih,” ujar Ustadz Taqiyuddin.

Program yang dilaksanakan Ilman Nafian ditujukan untuk mencetak kader dakwah yang hafal Al Quran 30 juz, hafal 500 hadits, dan menguasai bahasa Arab. Metode pendidikan yang diterapkan adalah metode ta’shil ilmy, yaitu  membangun keimuan Islam secara mendasar dan bertahap. Dengan bekal itu para lulusan Ma’had Aly Ilman Nafian didorong untuk belajar ke Jam’iyatul Quran Yaman.

Ustadz Taqiyuddin juga menjelaskan pihaknya juga menekankan penanaman akhlak kepada anak didiknya. Salah satunya membiasakan santri mencium tangan gurunya, sebagai bagian dari akhlak yang baik.

Acara wisuda tersebut lima orang wisudawan medemonstrasikan kemampuan hafalan mereka, diawali dengan pembacaan kitab Al Waraqat. Selanjutnya, sejumlah hadirin menguji hafalan para wisudawan dengan menyebut nomor ayat Al Quran secara acak untuk dibacakan. Hal yang sama juga dilakukan saat menguji hafalan hadits dalam kitab Umdatul Ahkam.

Acara wisuda yang mengusung tema Membangun Peradaban dengan Al Quran itu menghadirkan Ketua Dewan Syuro IKADI, Dr. Ahzami Samiun Jazuli sebagai pembicara. Dalam ceramahnya, dia menegaskan pentingnya risalah Al Quran dalam membangun peradaban.

Dalam ceramahnya dia juga mendukung langkah pencetakan kader murabbi yang sekaligus hafal Al Quran dan hadits. Menghafal, kata Ustadz Ahzami, adalah salah satu ciri orang alim. “Saudara-saudara kita ini mengikuti jejak salafus shalih,” ungkapnya.

Ustadz Ahzami mengapresiasi upaya yang dilakukan Ma’had Aly Ilman Nafian untuk mendidik ahlul quran. Dia menegaskan para ahlul quran berperan penting dalam pembangunan peradaban dan ketika membangun peradaban harus membawa risalah Al Quran. “Jangan sampai penghafal quran tidak membawa risalah quran,” pesannya.

Ketua Dewan Syuro IKADI itu mencontohkan sejumlah negara yang angka per kapitanya tinggi, namun angka bunuh diri di negara tersebut tinggi. Menurutnya, hal itu disebabkan karena peradaban yang dibangun tidak berlandaskan Al Quran.

“Peradaban yang dibangun dengan Al Quran akan menciptakan kebahagiaan,” tandas Ustadz Ahzami.

Redaktur: Imam

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat