Jadi Kontroversi, Riyad Mahrez Tak Salami PM Mesir saat Penyerahan Trofi Piala Afrika

KIBLAT.NET, Aljir – Bintang sepak bola Aljazair Riyad Mahrez kemungkinan akan dilarang memasuki Mesir menyusul tindakan yang dianggap menghina perdana menteri dan menteri olahraga Mesir.

Striker Manchester City itu ditunjukkan dalam sebuah video, yang beredar di media sosial, berjabat tangan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dan seorang pejabat lainnya pada upacara penutupan Piala Afrika 2019, yang diselenggarakan oleh Mesir dan dimenangkan oleh Aljazair.

Perdana Menteri Mesir Moustafa Madbouly dan Menteri Olahraga Ashraf Sobhy berdiri di sebelah Infantino dan pejabat lainnya. Namun, alih-alih terus menyapa mereka, Mahrez memunggungi mereka dan meninggalkan upacara.

Surat kabar Mesir melaporkan bahwa seorang pengacara, Sami Sabri, telah melaporkan Mahrez ke jaksa agung negara itu, Nabil Ahmed Sadiq, untuk menempatkan pemain bintang Aljazair itu dalam daftar orang-orang yang dilarang memasuki Mesir.

Sabri mengatakan bahwa Mahrez telah menunjukkan penghinaan terhadap perdana menteri Mesir ketika Aljazair berhasil menjuarai Piala Afrika.

Di Twitter, banyak orang Mesir mengkritik Mahrez tetapi beberapa mengatakan bahwa dia tidak bermaksud mengabaikan menteri Mesir.

Insiden itu terjadi setelah pernyataan dari pelatih Aljazair, Jamel Belmadi, yang ketika ditanya tentang dukungan Mesir untuk tim Aljazair, mengatakan, “Saya perlu berkonsultasi dengan dokter mata saya di Prancis karena saya tidak melihat itu.”

Pernyataan Belmadi tentang kurangnya dukungan Mesir untuk Aljazair menarik banyak kritik. Kedua negara Afrika utara berbagi bahasa dan agama yang sama tetapi ada banyak persaingan di antara mereka di lapangan sepakbola di masa lalu.

Aljazair memenangkan Piala Afrika usai mengalahkan Senegal 1-0 pada Jumat malam.

Sumber: Al-Araby
Redaktur: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat