DPR: Akses Data Kependudukan Harus Beriringan dengan Perlindungan yang Kuat

KIBLAT.NET, Jakarta – Mardani Ali Sera, Wakil Ketua Komisi II DPR RI mengingatkan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) untuk memperhatikan perlindungan data dalam bekerjasama dengan 1.227 lembaga terhadap hak akses data kependudukan RI.

“Data penduduk yang ada di Dirjen Dukcapil adalah data penduduk yang bersifat rahasia untuk itu hanya mereka yang diberi otoritas sajalah yang dapat mengakses data tersebut,” kata Mardani dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Senin (22/7).

Sehingga menurut legislator F-PKS tersebut dalam bekerjasama dengan lambaga lain harus memperhatikan akses keamanan datanya. “Harus betul-betul memperhatikan keamanan datanya dulu sebelum bekerjasama dan setelah bekerjasama. Pengamanan harus beriringan dengan pengaksesan data tersebut,” ujarnya.

Mardani mencontohkan di negara lain biasanya hanya pengadilan yang berhak memberikan izin pada pihak terkait terhadap akses data penduduk.

“Biasanya hanya pihak penegak hukum saja yang diberi akses oleh pengadilan, karena itu pasti Pemerintah juga dilarang menyebarluaskan data pribadi penduduk,” tuturnya.

Menurutnya apa yang dilakukan Dirjen Dukcapil memberikan layanan pada publik termasuk Kementerian/lembaga negara dan privat untuk menggunakan data kependudukan secara terbatas cukup baik.

“Saya mendukung apa bila publik/privat bisa mengecek apakah si Fulan dengan KTP ini benar terekam di data base Dukcapil sehingga transaksi atau apapun perjanjian yang berkekuatan hukum dapat valid setelah verifikasi data penduduknya,” ulasnya.

BACA JUGA  Mahfud MD Tak Hadiri Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh

Oleh karena itu, Mardani hanya mendukung layanan Dirjen Dukcapil kepada publik/privat ini hanya sebatas validitas data konsumen atau para pihak yang melakukan pengikat berkekuatan hukum. “sebatas ini saja ya yang saya dukung untuk akses penuh tidak,” ujarnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat