... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Internet di Indonesia, Sudah Layak Anak?

Foto: Internet

Penulis: Syifa Nurfauziyah

Membentuk generasi muda yang memiliki nilai moral dan berakhlak tinggi merupakan salah satu tujuan yang pasti dimiliki oleh setiap negara. Pendidikan bagi usia anak menjadi faktor yang paling diperhatikan, baik pendidikan ilmu pengetahuan maupun pendidikan karakter.

Pada masa dimana teknologi canggih semakin banyak dikembangkan, internet sudah menjadi konsumsi umum tanpa mengenal batas usia. Fasilitas ini tentu saja dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian tergantung bagaimana cara pemakaiannya. Sayangnya, internet justru bisa menjadi salah satu sumber pendidikan yang buruk apabila tidak dilakukan pengawasan dengan baik, mengingat siapapun dapat mencari informasi apapun.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menilai bahwa internet di Indonesia belum bisa dikatakan layak anak. Dilansir dari websites TEMPO, Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA menyatakan bahwa salah satu indikator Kabupaten/Kota layak anak adalah tidak ada iklan, promosi, dan sponsor rokok. Beliau menilai apabila masih ada iklan rokok, maka internet di Indonesia tidak layak anak. Hal tersebut telah ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah dengan menutup 114 iklan rokok di media sosial guna mencegah peningkatan jumlah perokok pemula yang menyasar anak-anak.

Hal yang menjadi pokok permasalahan disini, apakah hanya dengan menutup iklan rokok dapat dikatakan internet di Indonesia layak anak? Pada faktanya, banyak sekali konten-konten dewasa lainnya yang sangat tidak layak dilihat oleh anak. Apalagi konten-konten tersebut dalam bentuk iklan yang terkadang tidak bisa dikendalikan oleh pengguna. Internet yang seharusnya menjadi sarana untuk pembelajaran justru bisa berbalik menjadi sumber informasi yang tidak layak dikonsumsi oleh anak.

BACA JUGA  Hukum yang Terbaik

Lingkungan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam hal pendidikan. Bukan hanya berbicara masalah fasilitas sekolah, lebih luas dari itu, seorang anak berhak mendapatkan pendidikan di dalam keluarga atau pun lingkungan masyarakat. Maka dari itu, sang anak berhak untuk mendapatkan pengawasan termasuk dalam hal penggunaan internet. Masalahnya, pengawasan orang tua atau pun guru di sekolah tidak akan cukup untuk mencegah sang anak terpapar informasi yang merusak karakternya.

Hal ini menjadi permasalahan yang lebih kompleks mengingat banyak pihak yang harus terlibat. Jika melihat pada akar permasalahannya, yaitu internet, pihak yang memiliki wewenang lebih tinggi dalam hal pengawasan adalah negara. Seharusnya, negara bisa memfasilitasi dan mengawasi secara menyeluruh konten-konten internet yang mungkin bisa diakses oleh usia anak. Terlebih negara bertanggung jawab penuh atas pendidikan dan pembentukan generasi muda untuk keberlangsungan kehidupan bernegara yang lebih baik.

Faktor lain yang menimbulkan permasalahan ini adalah liberalisme yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan. Kebebasan individu menjadi alasan bagi semua orang untuk bebas melakukan apapun sesuai dengan kehendaknya. Termasuk kebebasan dalam menggunakan internet sebagai sarana untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Alhasil, faktor-faktor penting lainnya seperti apakah konten yang disebarkan di internet layak dikonsumsi anak sama sekali tidak diperhatikan.

Dalam syariat Islam, pendidikan adalah salah satu aspek yang dijamin sepenuhnya oleh negara. Apabila ini diterapkan, tentu pemerintah memiliki wewenang lebih untuk mengontrol faktor-faktor yang memiliki peluang merusak generasi mudanya. Tanpa berurusan dengan pihak swasta atau dalih kebebasan individu pengguna internet, negara mampu menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan konten buruk. Di sinilah terlihat bagaimana pentingnya Islam diterapkan secara konstitusional. Karena segala permasalahan ini muncul akibat adanya dalih-dalih kebebasan yang digunakan pihak-pihak tertentu dan tidak terkontrolnya globalisasi dunia hingga budaya-budaya luar, termasuk budaya yang merusak, tanpa sadar telah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Tiap Musim Haji, Kain Kiswah Ka’bah Digulung 3 Meter

Gulungan kain penutuk Ka’bah itu nantinya ditutup dengan kain putih. Gulungan itu dilepas setelah musim haji berakhir.

Jum'at, 19/07/2019 10:07 0

Arab Saudi

AS Perluas Pangkalannya di Saudi dan Tempatkan 500 Pasukan Tambahan

Para pejabat mengatakan sekitar 500 tentara diperkirakan akan tiba di Pangkalan Udara Emir Sulthan, sementara pasukan kecil AS telah berada di pangkalan itu, yang terdiri dari unsur-unsur pendukung.

Jum'at, 19/07/2019 09:23 0

Amerika

Demonstrasi Warga Kulit Hitam Meletus di New York Tuntut Polisi Kulit Putih Diadili

Pantalio dipindah tugaskan di kantor sejak dia terlihat di rekaman video ponsel mencekik seorang pejalan kaki pada 17 Juli 2014. Belakangan diketahui pejalan kaki itu bernama Eric Garner, warga kulit hitam. Dalam rekaman itu, terdengar suara Garner berkata "Aku tidak bisa bernapas" setidaknya sebelas kali sebelum dia meninggal.

Jum'at, 19/07/2019 08:12 0

Indonesia

Jumlah WNI yang Wafat Saat Haji Bertambah

Jumlah jemaah haji yang wafat di tanah suci tahun ini bertambah satu orang.

Kamis, 18/07/2019 14:34 0

Indonesia

WALHI Kritisi Ucapan Presiden Jokowi Soal Investasi

Ia juga mengkritisi narasi mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan.

Kamis, 18/07/2019 14:25 1

Timur Tengah

Uni Emirat Arab Tetapkan Libur Empat Hari saat Idul Adha

Di akun Twitter resminya, FAHR mengonfirmasi bahwa Hari Arafah akan ditentukan pada tanggal 9 Dzulhijah 1440 H dan Idul Adha akan dirayakan tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijah.

Kamis, 18/07/2019 12:36 0

Amerika

Buntut Pengiriman S-400, AS Putus Kerjasama Jet Tempur F-35 dengan Turki

Digunakan oleh NATO dan sekutu AS lainnya, jet tempur siluman F-35 disebut-sebut sebagai jet tempur paling canggih di dunia.

Kamis, 18/07/2019 12:09 0

Indonesia

Kantongi Rekaman CCTV, TPF Tak Bisa Ungkap Pelaku Penyerangan Novel

Tim Pencari Fakta (TPF) berdalih hasil rekaman kamera CCTV resolusinya rendah

Kamis, 18/07/2019 11:22 0

Arab Saudi

Pemerintah Saudi Bagi-bagi Kartu Perdana Gratis kepada Calhaj

Kartu-kartu ini didistribusikan 24 jam tanpa henti. Petugas bergantian jaga untuk pembagian kartu ini.

Kamis, 18/07/2019 10:28 0

Eropa

Lagi, Orang Tak Dikenal Acak-acak Masjid di Jerman

Al-Quran yang ada di dalam masjid disobek-sobek.

Kamis, 18/07/2019 09:02 0

Close