... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kantongi Rekaman CCTV, TPF Tak Bisa Ungkap Pelaku Penyerangan Novel

Foto: Tim Pencari Fakta (TPF) penyerangan Novel Baswedan merilis hasil investigasinya, Rabu (17-07-2019)

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah enam bulan masa kerjanya berakhir, Tim Pencari Fakta (TPF) tak bisa mengungkap pelaku penyerangan Novel Baswedan. Tak ada alat bukti yang menyakinkan hingga hasil rekaman kamera pengintai yang beresolusi rendah jadi alasan.

“TPF tidak menemukan alat bukti yang mencukupi dan meyakinkan bahwa saksi-saksi tersebut terlibat dalam tindak pidana baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama melakukan kekerasan terhadap korban Novel,” ujar Nur Kholis dalam rilis media di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (17/07/2019).

Saksi-saksi yang dimaksud Kholis adalah MHH, MO, MYO dan ML yang telah diperiksa dan dikaji ulang alibinya. TPF juga melakukan pengembangan saksi-saksi dan bukti-bukti, serta reka ulang TKP dan pemeriksaan beberapa lokasi pada awal proses kerjanya.

Hasil rekaman kamera pengintai disekitar tempat kejadian juga tak cukup membantu TPF menemukan pelaku penyrangan. “Hasil rekaman CCTV (kamera pengintai, red) terkait peristiwa penyiraman tanggal 11 April 2017 yang berasal dari rumah Novel memiliki resolusi rendah hingga tidak dapat mengidentitikasi identitas kendaraan dan dua pengendara,” ujar Kholis.

Kholis menjelaskan, dalam rekaman CCTV itu pengendara sepeda motor tersebut berboncengan. Orang yang di depan mengenakan helm berwarna hitam dan yang di belakang berwarna putih.

Terkait rendahnya kualitas rekaman CCTV itu, Kepolisian Federal Australia (AFP) telah turut memberikan bantuan teknis untuk memperjelas resolusi gambar. Namun, diakui TPF masih belum dapat mengidentifikasi pelaku.

BACA JUGA  KH Luthfi Bashori Tegaskan Film The Santri Coreng Nama Pesantren

Tak hanya CCTV dari rumah Novel, TPF juga melihat rekaman CCTV dari rumah Saksi ER. “Dalam rekaman itu hanya memperlihatkan kelanjutan pelarian dari dua orang terduga pelaku melalui jalur yang dilewati setelah melakukan penyiraman zat kimia kepada Novel,” kata Nur Kholis.

Tim Pencari Fakta (TPF) penyerangan Novel Baswedan dengan menggunakan air keras dibentu setelah koalisi masyarakat sipil mendesak pengungkapan kasus tersebut. Kapolri membentuk tim ini pada 8 Januari 2019 berdasarkan surat keputusan nomor: Satgas/3/I/HUK.6.6./2019. Dalam surat keputusan disebutkan masa tugas tim gabungan yang melibatkan para pakar itu berakhir dalam 6 bulan sejak resmi ditetapkan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Pemerintah Saudi Bagi-bagi Kartu Perdana Gratis kepada Calhaj

Kartu-kartu ini didistribusikan 24 jam tanpa henti. Petugas bergantian jaga untuk pembagian kartu ini.

Kamis, 18/07/2019 10:28 0

Eropa

Lagi, Orang Tak Dikenal Acak-acak Masjid di Jerman

Al-Quran yang ada di dalam masjid disobek-sobek.

Kamis, 18/07/2019 09:02 0

Myanmar

AS Sanksi Panglima Militer Myanmar dan Tiga Bawahannya

Sanksi itu dikenakan pada panglima militer, wakilnya dan dua jenderal lainnya

Kamis, 18/07/2019 08:22 0

Afrika

Junta Militer dan Aliansi Oposisi Sudan Teken Kesepakatan Politik

Di bawah kesepakatan pembagian kekuasaan yang dicapai awal bulan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengambil bagian dalam menjalankan negara melalui dewan yang berdaulat dalam periode transisi lebih dari tiga tahun.

Kamis, 18/07/2019 07:36 0

Prancis

Menteri Ini Mengundurkan Diri Setelah Diketahui Punya Gaya Hidup Mewah

Seorang menteri di Prancis mengundurkan diri pada Selasa (16/07/2019), menyusul laporan media bahwa ia menjalani gaya hidup mewah dengan mengorbankan pembayar pajak Prancis.

Rabu, 17/07/2019 18:00 0

Thailand

Curah Hujan Turun, Thailand Terancam Dilanda Kekeringan 

Wakil Direktur Jenderal Departemen, Kornrawee Sitthichiwapak mengatakan hujan di musim hujan ini jauh di bawah rata-rata.

Rabu, 17/07/2019 17:09 0

Rusia

Delegasi Hamas Bertandang ke Rusia, Apa Misinya?

Delegasi Hamas yang dipimpin oleh Dr Musa Abu Marzouq pada Selasa (16/07/2019), bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Michael Bogdanov di Moskow.

Rabu, 17/07/2019 16:23 0

Video Kajian

Tata Cara Haji dan Doa Haji dari Awal Sampai Akhir

KIBLAT.NET- Bagi anda yang tengah ingin melaksanakan haji atau ingin belajar tata cara pelaksanaan haji...

Rabu, 17/07/2019 11:32 0

Wilayah Lain

200 Keluarga Korban Serangan Teror Selandia Baru Diundang ke Tanah Suci

SPA menjelaskan bahwa undangan ini datang dalam kerangka upaya Kerajaan untuk melawan terorisme dan pelakunya serta mengurangi kesedihan kelurga korban.

Rabu, 17/07/2019 08:08 0

India

Picu Kontroversi, Politisi India Sebut Muslim Miliki “Sifat Kebinatangan”

Legislator Partai Hindu Bharatiya Janata, Surendra Singh menyebut bahwa seorang Muslim yang memiliki banyak istri dan anak-anak menunjukkan "kecenderungan kebinatangan".

Selasa, 16/07/2019 15:10 0

Close