... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tolak Pelibatan Dua Unicorn, SAPUHI: Umrah Dari, Oleh, dan Untuk Umat Islam

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) telah membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, dan mendorong dua perusahaan digital Tokopedia dan Traveloka menyelenggarakan umrah. Pelibatan dua unicorn itu dalam peyelenggaraan umrah ditolak oleh Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI).

Penandatanganan MoU dua menteri komunikasi Indonesia dan Arab Saudi dilakukan di Riyadh pada Kamis (04/07/2019). Keduanya sepakat memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk menginisiasi pengembangan Umrah Digital Enterprise. Menkominfo Rudiantara mendorong dua unicorn Tokopedia dan Traveloka terlibat dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Unicorn adalah sebutan untuk perusahaan rintisan swasta yang nilai kapitalisasinya lebih dari  USD 1 miliar.

Langkah tersebut mendapat penolakan dari Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI). “SAPUHI sepakat menolak untuk menerima dua unicorn sebagai bagian dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan haji di Indonesia,” kata Ketua Umum SAPUHI Syam Resfiadi, dalam pernyataan tertulis yang diterima Kiblat, Rabu (17/07/2019).

Syam menyebut pelibatan dua unicorn itu membuka peluang kapitalisasi bisnis umrah. Traveloka dan Tokopedia bisa diindikasikan akan melakukan kapitalisasi bisnis penyelenggaraan ibadah umrah dan akan merugikan jamaah Indonesia di kemudian hari dengan pola kapitalisasi yang ada.

Dia menambahkan jamaah umrah adalah captive market yang besar dan pasti dilirik oleh banyak pihak. Dari sekitar satu juta jamaah yang berangkat umrah setiap tahunnya, nilainya diperkirakan sekitar Rp 20 triliun jika dihitung prorate per jamaah 20 juta rupiah.

BACA JUGA  Selesai Pukul 08:30 WIB, Panitia Reuni 212 Dukung Kepulangan Habib Rizieq

“Maka tentu ini menjadi bisnis yang diincar oleh banyak pihak, dan tentunya bisnis perjalanan umrah merupakan bisnis yang diatur secara ketat oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia,” ujar Syam.

Selain itu, Syam menyatakan pelibatan Tokopedia dan Traveloka akan menjadi ancaman untuk travel dan agen perjalanan wisata. Selama ini perputaran bisnis umrah sudah membantu menghidupi sekitar 1.016 perusahaan yang sudah mempunyai izin umrah yang ada di Indonesia. Jika dihitung setiap perusahaan memiliki 10 Karyawan, dan atau 100 agen maka bisa dipastikan ratusan ribu orang karyawan perusahaan terancam terdisrupsi.

“Tentu pemerintah harus bisa melindungi dan mendukung travel-travel PPIU yang sudah berhasil mendapatkan izin dengan skema persyaratan perizinan dan prosedur controling yang ketat yang diatur oleh Kemenag RI,” tegas Syam.

SAPUHI menekankan 1.016 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Asosiasi Penyelenggara Ibadah Umroh dan Haji yang ada selama ini merupakan pelaksana yang sudah berpengalaman. Mereka juga terus melakukan pengembangan dalam penyelenggaraan umrah, sehingga semestinya merekalah yang digandeng oleh pemerintah.

Travel umrah adalah satu-satunya bisnis yang diatur hanya boleh dimiliki dan dikelola oleh WNI beragama Islam, sebagaimana diatur pasal 89 UU No. 8 Tahun 2019. Syam menilai unicorn dimiliki oleh banyak orang yang notabene bukan WNI dan juga bukan beragama Islam. Sementara pasal tersebut dengan tegas mengatur bahwa penyelenggaraan umrah wajib dimiliki dan dikelola oleh WNI beragama Islam.

BACA JUGA  Menteri Agama: FPI Harus Didukung

“Umrah dari umat Islam, oleh umat Islam, dan untuk umat Islam,” pungkas Syam.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Tolak Pelibatan Dua Unicorn, SAPUHI: Umrah Dari, Oleh, dan Untuk Umat Islam”

  1. Nelly

    Dana umat mau dicaplok juga oleh kapitalis ..berbahaya dan akan menjadi monopoli unicorn. Sangat tidak setuju mou tsb.. pa syam benar

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Prancis

Menteri Ini Mengundurkan Diri Setelah Diketahui Punya Gaya Hidup Mewah

Seorang menteri di Prancis mengundurkan diri pada Selasa (16/07/2019), menyusul laporan media bahwa ia menjalani gaya hidup mewah dengan mengorbankan pembayar pajak Prancis.

Rabu, 17/07/2019 18:00 0

Thailand

Curah Hujan Turun, Thailand Terancam Dilanda Kekeringan 

Wakil Direktur Jenderal Departemen, Kornrawee Sitthichiwapak mengatakan hujan di musim hujan ini jauh di bawah rata-rata.

Rabu, 17/07/2019 17:09 0

Rusia

Delegasi Hamas Bertandang ke Rusia, Apa Misinya?

Delegasi Hamas yang dipimpin oleh Dr Musa Abu Marzouq pada Selasa (16/07/2019), bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Michael Bogdanov di Moskow.

Rabu, 17/07/2019 16:23 0

Video Kajian

Tata Cara Haji dan Doa Haji dari Awal Sampai Akhir

KIBLAT.NET- Bagi anda yang tengah ingin melaksanakan haji atau ingin belajar tata cara pelaksanaan haji...

Rabu, 17/07/2019 11:32 0

Wilayah Lain

200 Keluarga Korban Serangan Teror Selandia Baru Diundang ke Tanah Suci

SPA menjelaskan bahwa undangan ini datang dalam kerangka upaya Kerajaan untuk melawan terorisme dan pelakunya serta mengurangi kesedihan kelurga korban.

Rabu, 17/07/2019 08:08 0

India

Picu Kontroversi, Politisi India Sebut Muslim Miliki “Sifat Kebinatangan”

Legislator Partai Hindu Bharatiya Janata, Surendra Singh menyebut bahwa seorang Muslim yang memiliki banyak istri dan anak-anak menunjukkan "kecenderungan kebinatangan".

Selasa, 16/07/2019 15:10 0

Palestina

Pantau Pergerakan Tentara Israel, Pejuang Hamas “Menyamar” di Whatsapp

"Aktivis Hamas menyamar di Internet sebagai orang Israel, berkomunikasi dengan pasukan Israel melalui layanan pesan Whatsaap, dan kadang-kadang memberikan informasi yang telah mereka peroleh tentang pergerakan pasukan untuk mendapatkan informasi tambahan," tulis Yedioth Ahronot.

Selasa, 16/07/2019 13:32 0

Artikel

Dari Negeri ke Negeri: Derita Pengungsi Tanpa Henti

Nasib pengungsi yang sebagian besar kaum muslimin di dunia saat ini terombang-ambing bukan saja akibat kesengsaraan di kampung halaman mereka, tetapi juga di tempat-tempat persinggahan atau pengungsian mereka

Selasa, 16/07/2019 12:33 0

Amerika

Kelompok Muslim Kanada Tolak Hadiri Konferensi Kebebasan Beragama AS

Alasan utama penolakan karena larangan perjalanan Muslim ke AS oleh Donald Trump.

Selasa, 16/07/2019 12:20 0

Video News

Munarman: Semua Kasus Habib Rizieq Sudah SP3

KIBLAT.NET- Jakarta, 15 Juli 2019, Sekjen FPI, Munarman dan Sekjen GNPF Ulama, Edy Mulyadi kembali...

Selasa, 16/07/2019 12:08 0

Close