... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Curah Hujan Turun, Thailand Terancam Dilanda Kekeringan 

Foto: Petani Thailand

KIBLAT.NET, Moskow – Thailand akan mengalami kekeringan terburuk dalam satu dasawarsa, karena curah hujan rata-rata di seluruh negara itu jauh dari rata-rata bulanan. Demikian kata Departemen Meteorologi negara itu, dikutip dari Vietnamplus, Rabu (17/07/2019).

Wakil Direktur Jenderal Departemen, Kornrawee Sitthichiwapak mengatakan hujan di musim hujan ini jauh di bawah rata-rata, terutama di daerah utara dan timur laut serta di Dataran Tengah yang merupakan wilayah inti pertanian.

Dia mengatakan badai musim ini, termasuk Topan Mun, jauh lebih kuat daripada di musim sebelumnya, membawa lebih sedikit hujan ke pedalaman negara itu. “Petani mungkin harus menunggu hingga akhir Agustus atau awal September untuk hujan lebat,” tambahnya.

Kurangnya hujan telah mempengaruhi cadangan air di seluruh negeri. Tingkat air di waduk besar sekitar 38 persen di utara, 33 persen di timur laut, 22 persen di Central Plains, 35 persen di timur, 67 persen di barat, dan 60 persen di selatan. Demikian menurut angka yang dirilis Kantor Sumber Daya Air Nasional Thailand (ONWR).

Kantor Irigasi Kerajaan ke-8 mengatakan kurangnya hujan lebat telah terlihat di empat waduk berukuran sedang di Nakhon Ratchasima yang benar-benar kering.

Kekeringan diperkirakan akan berdampak pada 105 kabupaten di 12 provinsi di Thailand. Beberapa provinsi telah mengambil tindakan drastis untuk mengatasi kelangkaan air, karena Buri Ram berencana untuk memompa air dari tambang yang ditinggalkan untuk menghasilkan air ledeng.

BACA JUGA  Korban Kekeringan di Pacitan Terima Bantuan Air Bersih dari One Care

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

BPJPH: Kewajiban Sertifikasi Halal Dilakukan Bertahap Mulai Oktober 2019

Tahapan kewajiban bersertifikat halal bagi produk makanan dan minuman mulai 17 Oktober 2019 sampai dengan 17 Oktober 2024

Rabu, 17/07/2019 16:49 0

Indonesia

TGPF: Motif Penyerang Novel Bukan untuk Membunuh

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan yang dibentuk Kapolri Tito Karnavian hari ini menyampaikan hasil kerjanya ke publik.

Rabu, 17/07/2019 16:03 0

Indonesia

Kekhawatiran Fahri Hamzah Terkait Isi Pidato Visi Jokowi

"Cara presiden untuk sampai kepada kesimpulan “bersatu” itu sangat berbau “pembangunanisme” yang dulu sering kita dengar sebagai Trilogi Pembangunan"

Rabu, 17/07/2019 14:12 0

Indonesia

Jangkau Korban Gempa Maluku, Wahdah Peduli Gunakan Perahu Motor

Gempa yang mengguncang Halmahera Selatan Senin (15/07/2019) lalu berbeda dari gempa-gempa sebelumnya. Lokasi di daerah tersebut tak mudah.

Rabu, 17/07/2019 13:40 0

Video Kajian

Tata Cara Haji dan Doa Haji dari Awal Sampai Akhir

KIBLAT.NET- Bagi anda yang tengah ingin melaksanakan haji atau ingin belajar tata cara pelaksanaan haji...

Rabu, 17/07/2019 11:32 0

Indonesia

Korban Meninggal Gempa Maluku Bertambah Jadi Enam Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan enam orang meninggal dunia, puluhan orang luka-luka dan ribuan lainnya mengungsi akibat gempa magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Rabu, 17/07/2019 11:00 0

Indonesia

Sri Mulyani: Lemahnya Daya Saing dan Produktivitas Masalah Fundamental Indonesia

"Apa masalah fundamental Indonesia? Tentang competitiveness dan productivity,"

Selasa, 16/07/2019 20:50 0

Indonesia

KSHUMI: Stigmatisasi Anti Pancasila Harus Dihentikan

Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) mengkritisi Pidato Visi Misi Presiden Jokowi

Selasa, 16/07/2019 17:33 0

Indonesia

Munarman: Kami Akan Terus Berjuang Pulangkan Habib Rizieq

Dia menegaskan, perjuangan tersebut dilakukan dalam rangka melawan kezaliman dan ketidakadilan. Dan itu akan tetap dilaksanakan meski tidak melalui Ijtima Ulama.

Selasa, 16/07/2019 15:41 0

Indonesia

Sri Mulyani Ungkap Dampak Perang Dagang AS-Cina Bagi Ekonomi Dunia

Pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan turun sampai 0,5%

Selasa, 16/07/2019 15:36 0

Close