... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pantau Pergerakan Tentara Israel, Pejuang Hamas “Menyamar” di Whatsapp

Foto: Pasukan Siber Hamas

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Pejuang Hamas kembali dilaporkan sukses memata-matai tentara Israel melalui dunia maya. Kali ini, Hamas menggunakan aplikasi Whatsapp. Media itu digunakan untuk mendapat informasi intelijen guna mengetahui pergerakan tentara Israel di sekitar Jalur Gaza.

Harian Israel Yedioth Ahronot, seperti dilansir Al-Jazeera, melaporkan pada Senin (15/07/2019) bahwa pejuang Hamas menyamar melalui akun Whatsapp dengan nomor Israel dan berbahasa ibrani. Dengan akun itu, para pejuang Hamas seolah-olah tentara Israel dari satuan lain.

Akun itu aktif mengirim pesan kepada tentara-tentara Israel. Mereka seakan-akan tentara dari satuan lain dan berbicara seperti tentara.

“Aktivis Hamas menyamar di Internet sebagai orang Israel, berkomunikasi dengan pasukan Israel melalui layanan pesan Whatsaap, dan kadang-kadang memberikan informasi yang telah mereka peroleh tentang pergerakan pasukan untuk mendapatkan informasi tambahan,” tulis Yedioth Ahronot.

Tidak jelas apakah operasi Hamas memperoleh informasi intelijen, tetapi tentara Israel mengatakan upaya itu gagal.

“Sebagian besar upaya ini tidak berhasil pada awalnya karena kesadaran tentara Israel dan tingkat kesiapsiagaan yang tinggi,” kata Yedioth Ahronoth.

Namun, lanjut korban tersebut, satu upaya seperti itu berhasil bulan lalu dan menyebabkan kekhawatiran di antara para pemimpin militer Israel.

Dalam hal ini, terungkap bahwa seorang prajurit di unit penerjun payung menerima pesan melalui Whatsaap dari nomor asing. Keputusan tersebut dikirim oleh seseorang yang mengidentifikasi dirinya sebagai anggota unit lain yang meminta informasi, termasuk kapan pasukan payung akan meninggalkan daerah tersebut.
“Sangat mengkhawatirkan bahwa Hamas dapat memperoleh dokumen militer rahasia yang mencakup jadwal pelatihan satuan penerjun payung dalam pertempuran di Gaza,” kata koran tersebut.

BACA JUGA  Ribuan Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsha di Hari Raya Idul Adha

Menurut Yedioth Ahronoth, Hamas membidik para tentara Israel berdasarkan lokasi geografis dan keberadaan mereka. Nomor-nomor tersebut diduga didapat melalui akun-akun media sosial dan grup Whatsapp.

Sumber militer Yedioth Ahronoth percaya informasi sekecil apa pun yang diterima musuh sangat berbahaya, termasuk mengenai rotasi pasukan. Selama perang Israel-Hamas terakhir, banyak insiden serangan mendadak terjadi ketika pergantian pasukan.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Dari Negeri ke Negeri: Derita Pengungsi Tanpa Henti

Nasib pengungsi yang sebagian besar kaum muslimin di dunia saat ini terombang-ambing bukan saja akibat kesengsaraan di kampung halaman mereka, tetapi juga di tempat-tempat persinggahan atau pengungsian mereka

Selasa, 16/07/2019 12:33 0

Video News

Munarman: Semua Kasus Habib Rizieq Sudah SP3

KIBLAT.NET- Jakarta, 15 Juli 2019, Sekjen FPI, Munarman dan Sekjen GNPF Ulama, Edy Mulyadi kembali...

Selasa, 16/07/2019 12:08 0

Video News

Jika Ijtima Ulama 4 Tak Dizinkan Polisi? Ini Jawaban Munarman

KIBLAT.NET- Jakarta, 15 Juli 2019, Sekjen FPI, Munarman menjawab pertanyaan media tentang bagaimana jika Ijtima...

Selasa, 16/07/2019 11:40 0

Video News

Ijtima Ulama 4 Bakal Digelar, Ini Agenda Acaranya Menurut Munarman

KIBLAT.NET- Jakarta, 15 Juli 2019, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak dan Sekjen FPI, Munarman,...

Selasa, 16/07/2019 11:08 0

Indonesia

Produksi S-400 Bareng Rusia, Turki Tak Khawatir Sanksi AS?

Komponen pertama peralatan S-400 Rusia dikirim ke Turki dalam beberapa hari terakhir, meskipun AS berulang kali memperingatkan untuk membatalkan kesepakatan atau menghadapi sanksi.

Selasa, 16/07/2019 10:39 0

Indonesia

Pornografi Dapat Membunuh Produktivitas Seseorang

Eljawad menyebutkan bahwa menonton pornografi termasuk Gangguan Perilaku Seksual Kompulsif dan sudah diklasifikasi secara internasional merupakan penyakit (ICD-11).

Selasa, 16/07/2019 10:24 0

Indonesia

GNPF Ulama Berencana Adakan Ijtima’ Ulama IV

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan bahwa pihaknya berencana akan mengadakan Ijtima Ulama yang keempat kalinya.

Selasa, 16/07/2019 01:07 0

Indonesia

Pasca Gempa Maluku, Dua Orang Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi

Gempa bumi magnitudo 7,2 yang terjadi pada Minggu (14/07/2019) di Maluku Utara mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Selasa, 16/07/2019 00:17 0

Indonesia

Mardani Ali Sera Kritisi Pidato Visi Misi Presiden Jokowi

Mardani Ali Sera, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) langsung mengkritisi dan memberikan berbagai masukan konstruktif pada visi misi yang di sampaikan Presiden Jokowi.

Selasa, 16/07/2019 00:06 0

Indonesia

17 Juli Diprediksi Gerhana Bulan, Kemenag Ajak Umat Islam Shalat Khusuf

Pada hari Rabu mendatang, tepatnya tanggal 17 Juli 2019 atau 14 Dzulqa'dah, gerhana bulan diprediksi akan kembali terjadi.

Senin, 15/07/2019 16:03 0

Close