... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

FPI Tegaskan Habib Rizieq Ingin Pulang, Tapi Dicegah

Foto: Habib Rizieq Shihab

KIBLAT.NET, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab sejak 2017 berada di Arab Saudi. Kepergiannya menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait alasan menetap di sana.

Juru bicara FPI, Munarman menegaskan bahwa sebenarnya Habib Rizieq bukan tidak ingin pulang, akan tetapi memang tidak bisa pulang akibat adanya pencegahan dari dalam negeri.

“Habib Rizieq tidak bisa pulang, karena terhalang, yaitu berupa pencegahan keluar dari wilayah Saudi, atas permintaan dari pihak kita di sini,” ujarnya di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin (15/07/2019).

Munarman mengaku, telah berkali-kali mengunjungi Habieb Rizieq dan diperlihatkan beberapa dokumen serta mendapat cerita tentang pengalaman Rizieq saat interview dan wawancara dengan pihak otoritas Saudi.

“Bahwa clear tidak bisa dibohongi. Bahwa permintaan supaya Habib Rizieq tidak keluar-keluar dari sini (Arab Saudi). Clear,” tegasnya.

Kendati demikian, Munarman enggan menjawab saat ditanya siapa yang melarang Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Dia hanya menjelaskan adanya permintaan dari dalam negeri untuk melarang Imam Besar FPI itu pulang.

“Begitu Habib Rizieq ingin keluar, tidak bisa. Dilarang keluar, kenapa? Ya, tidak tahu alasannya, pokoknya ada permintaan. Nah ini kemudian berulang dipertanyakan,” katanya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Pantau Pergerakan Tentara Israel, Pejuang Hamas “Menyamar” di Whatsapp

"Aktivis Hamas menyamar di Internet sebagai orang Israel, berkomunikasi dengan pasukan Israel melalui layanan pesan Whatsaap, dan kadang-kadang memberikan informasi yang telah mereka peroleh tentang pergerakan pasukan untuk mendapatkan informasi tambahan," tulis Yedioth Ahronot.

Selasa, 16/07/2019 13:32 0

Artikel

Dari Negeri ke Negeri: Derita Pengungsi Tanpa Henti

Nasib pengungsi yang sebagian besar kaum muslimin di dunia saat ini terombang-ambing bukan saja akibat kesengsaraan di kampung halaman mereka, tetapi juga di tempat-tempat persinggahan atau pengungsian mereka

Selasa, 16/07/2019 12:33 0

Amerika

Kelompok Muslim Kanada Tolak Hadiri Konferensi Kebebasan Beragama AS

Alasan utama penolakan karena larangan perjalanan Muslim ke AS oleh Donald Trump.

Selasa, 16/07/2019 12:20 0

Video News

Munarman: Semua Kasus Habib Rizieq Sudah SP3

KIBLAT.NET- Jakarta, 15 Juli 2019, Sekjen FPI, Munarman dan Sekjen GNPF Ulama, Edy Mulyadi kembali...

Selasa, 16/07/2019 12:08 0

Video News

Jika Ijtima Ulama 4 Tak Dizinkan Polisi? Ini Jawaban Munarman

KIBLAT.NET- Jakarta, 15 Juli 2019, Sekjen FPI, Munarman menjawab pertanyaan media tentang bagaimana jika Ijtima...

Selasa, 16/07/2019 11:40 0

Video News

Ijtima Ulama 4 Bakal Digelar, Ini Agenda Acaranya Menurut Munarman

KIBLAT.NET- Jakarta, 15 Juli 2019, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak dan Sekjen FPI, Munarman,...

Selasa, 16/07/2019 11:08 0

China

37 Negara Bela Tindakan Cina terhadap Uighur, Ini Daftarnya

Duta besar yang mewakili 37 negara memuji Cina atas "pencapaian luar biasa di bidang hak asasi manusia," hanya sehari setelah sekelompok 22 negara lainnya secara resmi mengecam negara itu atas penahanan massal etnis dan agama minoritas di wilayah Xinjiang.

Senin, 15/07/2019 18:11 1

Afrika

Konflik Libya: Haftar Bersiap Serang Tripoli Habis-habisan

Pasukan yang setia kepada Pensiunan Jenderal Khalifa Haftar sedang bersiap untuk melancarkan serangan "akhir" ke Tripoli untuk merebut wilayah itu dari pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.

Senin, 15/07/2019 16:41 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Meluangkan Waktu untuk Kebersamaan

KIBLAT.NET- Rasulullah adalah panutan terbaik dalam rumah tangga. Bahkan di tengah kesibukan Rasulullah yang luar...

Senin, 15/07/2019 14:43 0

Suriah

Karena Gaji, Tentara Assad Disersi dan Gabung Garda Revolusi Iran

Mereka meninggalkan tugas karena tidak digaji selama beberapa bulan terakhir. Sementara di bawah milisi Garda Revolusi, mereka dijanjikan gaji tetap hingga $ 200.

Senin, 15/07/2019 13:55 0

Close