... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Parpol Minta Jatah Menteri, Pengamat: Di Politik Kita Tidak Ada Makan Siang Gratis

Foto: pengamat politik, Ujang Komarudin

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik Ujang Komarudin menanggapi adanya partai polisik yang meminta jatah kursi menteri. Menurutnya, sikap tersebut jelas tidak etis.

“Secara etika tak baik dan tak pantas. Karena kita menganut sistem presidensial. Dimana presidenlah yang memiliki hak prerogatif untuk menyusun kabinet,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (13/07/2019).

Namun, ia tidak menampik bahwa dalam politik Indonesia sangat kental dengan ‘balas budi’. Maka, ia beranggapan bahwa partai pengusung Jokowi-MA pasti meminta jatah tersebut.

“Memang di politik kita kan tak ada makan siang gratis. No free lunch. Ketika partai-partai koalisi Jokowi-MA mengusung dan mencalonkan Jokowi-MA sebagai Capres dan Cawapres tentu mereka sudah deal tentang jatah menteri,” tuturnya.

“Oleh karena itu ketika sudah menang, partai-partai koalisi tersebut minta jatah menteri. Bahkan terang-ternangan agar jatah menterinya tidak dikurangi,” sambung Ujang.

Maka, ia khawatir jika nantinya menteri tidak diisi oleh orang yang berkopetensi dalam bidangnya.

“Itulah persoalannya, kembali pada partai. Apakah partai akan menyodorkan orang yang kompeten. Atau hanya orang yang tidak mengerti persoalan,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Kuwait Tangkap Anggota Ikhwanul Muslimin

Para tersangka diklaim mengakui melakukan operasi teroris dan gangguan keamanan di berbagai tempat di dalam wilayah Mesir.

Sabtu, 13/07/2019 08:29 0

Suriah

Syiah Hizbullah Lebanon Kurangi Jumlah Pasukan di Suriah

Nasrallah mengaku bahwa putusan mengurangi pasukan ini “tidak ada kaitannya dengan sanksi AS atau penghematan keuangan”.

Sabtu, 13/07/2019 07:31 0

Siyasah

Perjuangan Penegakan Islam di Aljazair, dari Era Kolonialisme Hingga Kebangkitan FIS

FLN selaku partai penguasa berdebar-debar takut melihat popularitas FIS. Akhirnya, pemerintah menetapkan undang-undang pemilu yang melarang FIS memanfaatkan kekuatannya di wilayah-wilayah yang menjadi kantong pendukungnya.

Sabtu, 13/07/2019 05:00 0

Manhaj

Tingkatan Manusia dalam Membantu Kezaliman

Pembantu kezaliman bertingkat-tingkat sesuai dengan andil yang mereka berikan dan setiap tingkatan ada konsekuensinya masing-masing.

Jum'at, 12/07/2019 19:32 0

Asia

Pertama Kali, Muslim Sri Lanka Siapkan Kandidat untuk Pilpres

Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan Presiden Sri Lanka, seorang Muslim yang tidak mewakili partai politik arus utama ditetapkan untuk maju sebagai calon presiden.

Jum'at, 12/07/2019 15:20 0

Wilayah Lain

Arti Simbol Bunga dalam Pembantaian Muslim Srebrenica

Selama lima hari lebih di bulan Juli 1995, lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibunuh oleh pasukan Serbia dan dimakamkan di kuburan massal.

Jum'at, 12/07/2019 14:24 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Menang Bersama Orang Orang yang Lemah – Ust. Miftahul Ihsan, Lc.

KIBLAT.NET- Banyak kisah baik di Al-Quran maupun Hadits yang menceritakan banyak kelompok yang lemah mengalahkan...

Jum'at, 12/07/2019 12:53 1

Eropa

Tiga Masjid di Jerman Dapat Ancaman Bom, Jemaah Dievakuasi

Serangan Islamofobia telah menargetkan lebih dari 100 masjid dan lembaga keagamaan Islam pada 2018.

Jum'at, 12/07/2019 09:19 0

Suriah

Pertempuran Sengit Meletus di Pedesaan Hama, Suriah

Sedikitnya 100 pasukan dari kedua kubuh tewas. Hingga Kamis, perang masih berkecamuk

Jum'at, 12/07/2019 08:31 0

Inggris

Pakai Kaos Bertulis Abu Bakar, Siswa SD di Inggris Dituduh Pendukung ISIS

Bocah 8 tahun itu harus menghadapi interogasi dari dinas sosial. Keluarganya pun juga mengalami hal yang sama. Dinas sosial meminta anak itu diikutkan progra deradikalisasi

Jum'at, 12/07/2019 07:52 0

Close