... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HUT 73 Bhayangkara, Polri Diminta Tegakkan Hukum Tanpa Diskriminasi

Foto: Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia menggelar upacara HUT ke 73 Bhayangkara di Monas, Jakarta Pusat. Dalam hal ini, Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar, Suparji Ahmad menegaskan bahwa di usia yang ke 73, Polri harus melaksanakan tugas sesuai undang-undang.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa semboyan Promoter (Profesional, Modern Dan Terpercaya) harus benar-benar diterapkan.

“Polri harus melaksakan tugas dan kewenangan sesuai kontitusi dan peraturan perundang-undangan selurus-lurusnya. Selain itu, laksanakan semboyan Promoter secara otentik,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (10/07/2019).

“Polri juga perlu menempatkan diri sebagai alat negara bukan alat kekuasaan atau alat politik. Mereka juga wajib lindungi masyarakat tanpa diskriminasi,” sambungnya.

Menurutnya, saat ini memang publik merasa ada diskriminasi dalam penegakan hukum. Maka, sikap publik yang semacam ini seharusnya menjadi pemicu untuk bertindak lebih profesional.

“Skeptisme publik akan independensinya hendaknya menjadi pemicu untuk lebih profesional dan netral dalam menyelesaikan masalah hukum,” tuturnya.

Terakhir, Suparji menyebutkan bahwa Polisi sebaiknya mengedepankan langkah persuasif dalam menyelesaikan masalah. Sebab, sanksi pidana merupakan sebuah upaya terakhir.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Layanan Internet di Sudan Kembali Aktif Setelah Sebulan Diputus

"Hari ini, pengadilan memerintahkan Zain, MTN dan Sudani (operator seluler) untuk memulihkan layanan Internet seluler," katanya.

Rabu, 10/07/2019 09:04 0

Afghanistan

Keluarga Petani Jadi Korban Serangan Udara Afghanistan, Warga Marah

Aksi Protes pecah di jalan-jalan utama di kota Bel Khamri sesaat setelah serangan udara tersebut. Para demonstran yang merupakan warga sipil menggunakan truk pickup untuk mengarak jasad para korban sebelum dimakamkan.

Rabu, 10/07/2019 07:34 0

Pakistan

Pakistan Puji Burhan Wani, Pejuang Kashmir yang Ditembak India

Burhan Wani dipuji sebagai pahlawan oleh Pakistan, namun disebut teroris oleh India

Selasa, 09/07/2019 17:20 0

Qatar

Dialog Intra-Afghanistan: Taliban Sepakat Hindari Jatuhnya Korban Sipil

Dialog intra-Afghanistan, disponsori oleh Qatar dan Jerman, berlangsung antara politisi Afghanistan, anggota masyarakat sipil, termasuk perempuan, dan Taliban.

Selasa, 09/07/2019 14:24 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Tempat dan Waktu yang Berbeda Menghasilkan Amalan yang Berbeda

KIBLAT.NET- Setiap waktu dan setiap tempat memiliki keutamaan tersendiri. Misalkan malam lailatul qadar, maka ibadah...

Selasa, 09/07/2019 13:05 0

Yaman

UEA Tarik Pasukan dari Yaman, Ada Apa?

Pertentangan kebijakan dengan Arab Saudi dan pelarangan pembelian senjata dari negara-negara Eropa disebut penyebab putusan tersebut.

Selasa, 09/07/2019 09:52 0

Rusia

Putin dan Netanyahu Bahas Koordinasi Militer di Suriah

Sebelumnya, harian Israel Yedioth melaporkan bahwa Israel dan Rusia sepakat membagi kerja di Suriah tanpa hambatan. Kesepakatan itu dicapai selama KTT tiga negara di Yerusalem.

Selasa, 09/07/2019 09:29 0

Arab Saudi

Saudi Bebaskan Syaikh Muhammad Al-Shaqabi

Pemerintah Saudi menahan Syaikh Al-Shaqabi pada 2008 di kediamannya di kota Buraidah. Ia divonis 30 tahun penjara atas tuduhan “melawan ulil amri”.

Selasa, 09/07/2019 08:58 0

Belanda

Belanda Dakwa Warganya Terduga Anggota ISIS Lakukan Kejahatan Perang

Ashraf mengatakan dalam sebuah pembelaan bahwa ia bergabung dengan ISIS setelah menjadi gelandangan di Belanda. Selama berada di wilayah ISIS, ia mengaku tidak membahayakan siapa pun.

Selasa, 09/07/2019 07:51 0

Afghanistan

Taliban Kembali Target Markas Lembaga Keamanan Pemerintah

Meski demikian, Khalilzad tidak secara spesifik menyalahkan Taliban.

Selasa, 09/07/2019 06:50 0

Close