... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

UEA Tarik Pasukan dari Yaman, Ada Apa?

Foto: Militer UEA

KIBLAT.NET, Abu Dhabi – Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (08/07/2019) mengumumkan proses pengurangan pasukannya di Yaman. Pertentangan kebijakan dengan Arab Saudi dan pelarangan pembelian senjata dari negara-negara Eropa disebut penyebab putusan tersebut.

Sumber pejabat senior UEA mengatakan, seperti dilansir BBC, negaranya sedang merampingkan pasukan di seluruh Yaman untuk beralih dari strategi “militer pertama” ke rencana “damai pertama”.

Pejabat yang menolak disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa pengurangan pasukan UEA sudah dikoordinasikan dengan sekutu di Koalisi Arab pendukung legitimasi Yaman pimpinan Arab Saudi.

Dia mengulangi komitmen negaranya kepada pemerintah Yaman dan koalisi. Ia menunjukkan bahwa putusan penarikan sebagian pasukan ini sudah didiskusikan selama setahun lebih.

Sementara itu, kata juru bicara Koalisi Arab Turki Al-Maliki mengatakan dalam konferensi pers yang diadakan di Riyadh, UEA dan Arab Saudi berkomitmen untuk mencapai tujuan di Yaman.

Berbagai Laporan mengutip seorang pejabat pemerintah Yaman mengatakan bahwa pasukan UEA yang melawan pemberontak Syiah Hutsi telah mengosongkan pangkalan militer di Kota Al-Khukah, sekitar 130 km selatan kota Hodeidah.

James Dorsey, pakar Timur Tengah, mengatakan pengurangan pasukan UEA itu mencerminkan “perbedaan jangka panjang” antara Arab Saudi dan UEA terhadap Yaman.

Menurutnya, penarikan itu menyoroti kepentingan lama UEA dalam posisi internasionalnya di tengah meningkatnya kritik terhadap korban sipil dalam perang.

BACA JUGA  PBB: Serangan Udara Koalisi Saudi di Yaman Menurun Tajam

Menurut Dorsey, penarikan UEA “akan memberi peluang munculnya perbedaan-perbedaannya dengan Arab Saudi, tetapi UEA tidak akan mengekspos perselisihannya dengan Kerajaan yang berisiko.

Selain itu, ia mengatakan bahwa pasukan Yaman lokal yang direkrut UEA akan melanjutkan misinya di lapangan.

UEA melatih puluhan ribu warga Yaman untuk memerangi Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) dan melawan ISIS di provinsi-provinsi selatan, terutama Aden, Mukalla dan Shabwa.

Di sisi lain, negara-negara produsen senjata mulai memboikot UEA menyusul tekanan organisasi HAM internasional. Hal itu karena perang melawan pemberontak Syiah Hutsi mengabaikan nyawa ribuan sipil.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Puluhan Muslimah di Bandung Gelar Aksi Tolak RUU P-KS

Puluhan perempuan Bandung melakukan protes penolakan RUU P-KS

Senin, 08/07/2019 21:04 0

Indonesia

Polisi Pelaku Kekerasan 21-22 Mei Harus Dibawa ke Peradilan Umum

Amnesty International Indonesia mendesak institusi Polri untuk menindak anggota Brimob yang melakukan penyiksaan dan perlakuan buruk di Jakarta pada 21-23 Mei 2019.

Senin, 08/07/2019 20:55 0

Indonesia

Jelang Vonis Habib Bahar, Pengacara Berharap Majelis Hakim Objektif

Habib Bahar bin Smith direncanakan akan menjalani sidang Putusan atas kasus penganiayaan anak di bawah umur besok

Senin, 08/07/2019 20:48 0

Artikel

Imajinasi Kolonial di Balik Budaya ‘Asli’ Nusantara

Kebijakan membangkitkan dan merekonstruksi ingatan pra-Islam sebagai budaya Nusantara adalah buah dari kebijakan nativisasi penjajah yang hendak memisahkan Islam dari identitas bangsa kita

Senin, 08/07/2019 19:33 0

Foto

Potret Jamaah Haji Tiba di Arab Saudi

"Jamaah pertama tiba dari Indonesia, Bangladesh, India, dan Pakistan," Saudi Press Agency melaporkan.

Senin, 08/07/2019 16:35 0

Video Kajian

Kiat Menjadi Guru Keluarga- Ust. Adian Husaini

KIBLAT.NET- Keluarga merupakan tempat pertama pendidikan karakter dan akhlak pada manusia. Bagaimana cara kita menerapkan...

Senin, 08/07/2019 08:45 0

Video News

Komnas HAM Akan Evaluasi Polri Soal Hukuman 10 Polisi Pengeroyok Pemuda

KIBLAT-JAKARTA, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Danamik akan mengevaluasi keputusan polri yang mengadili anggotanya karena...

Senin, 08/07/2019 08:37 0

Indonesia

Wahdah Islamiyah Sultra Gelar Pelatihan Tanggap Bencana

“Sultra ini rawan dengan bencana laut dan kasus-kasus banjir. Maka seluruh peserta harus terus sigap dan siap melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan, utamanya siap dipanggil kapan saja,” jelas Ikhwan.

Senin, 08/07/2019 07:58 0

Indonesia

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Warganet Sampaikan Belasungkawa

Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia saat menjalani pengobatan kanker paru stadium 4b di Guangzhou, Cina.

Ahad, 07/07/2019 15:56 0

Indonesia

Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah Bertentangan dengan Konstitusi

Setelah menuai tangggapan banyak kalangan, pihak Jababeka Group memberikan klarifikasi tentang pernyataan SD Darmono soal pendidikan agama ditiadakan di sekolah

Ahad, 07/07/2019 14:48 0

Close