... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Kembali Target Markas Lembaga Keamanan Pemerintah

KIBLAT.NET, Ghazni – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) kembali menyerang kantor lembaga keamanan Kabul. Kali ini, target serangan kompleks intelijen di provinsi Ghazni. Ratusan tewas dan luka-luka akibat serangan pada Ahad (07/08/2019) itu.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, melalui akun Twitternya merilis pernyataan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam cuitannya, Mujahid menulis tagar #Fath yang menunjukkan bahwa serangan ini bagian dari operasi tahunan dengan sandi “Al-fath”.

“Markas penting NDS (Direktorat Keamanan Nasional) di kota Ghazni menjadi target serangan berani mati yang menggunakan VBIED (bom mobil improvisasi, red.) pada jam 8:30 pagi hari ini. Info awal, markas tersebut hancur total; puluhan agen NDS, tentara, dan pekerja, menjadi korban tewas dan luka-luka. Informasi detil menyusul,” tulis Mujahid mengabarkan.

Utusan Khusus AS ke Afghanistan, Zalmay Khalilzad, yang memimpin negosiasi damai dengan Taliban mengutuk serangan Ghazni. Meski demikian, Khalilzad tidak secara spesifik menyalahkan Taliban.

“Mendapat laporan adanya serangan mengerikan di Ghazni yang juga menyebabkan jatuhnya korban anak-anak sekolah. Ini tidak bisa diterima membahayakan anak-anak seperti ini. Saya sangat mengecam serangan ini. Perdamaian tidak pernah menjadi sedemikian mendesak seperti sekarang ini, dan merupakan satu-satunya jalan untuk mengakhiri teror dan kekerasan,” demikian cuitnya di akun resmi Twitter.

Khalilzad mengatakan bahwa negosiasi damai terbaru yang digelar di Doha mengarah pada progres signifikan bagi terwujudnya semua bagian dari kesepakatan damai, yaitu: jaminan kontraterorisme, penarikan pasukan asing, dialog dan negosiasi intra-Afghan, dan gencatan senjata yang komprehensif dan permanen. Ia mengatakan beberapa bulan yang lalu bahwa ia sudah puas dengan jaminan kontraterorisme Taliban, meskipun puluhan tahun Taliban menjadi sekutu Al-Qaidah.

BACA JUGA  Dituduh Anggota ISIS, Empat Bersaudara Afghan Dibunuh Agen CIA

Taliban bukan sekedar terus bertempur bahu membahu bersama dengan kelompok-kelompok jihadis regional dan internasional, tetapi pejuang-pejuang Taliban juga secara reguler mengadopsi taktik ‘ala teroris’ dalam serangan-serangan mereka, seperti serangan “bunuh diri” terbaru di Ghazni pada hari Ahad kemarin. Dan faktanya, Taliban telah melancarkan serangan-serangan sejenis dan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Tanggal 1 Juli lalu, Taliban meledakkan sebuah bom mobil di dekat kompleks gedung Kementerian Pertahanan Afghan di Kabul. Insiden itu berlanjut dengan kontak senjata beberapa jam setelah tim penyerang Taliban merangsek masuk menyerbu kompleks tersebut. Tidak lama setelah itu, juru bicara Zabihullah Mujahid mengklaim bertanggung jawab.

Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA) mengecam serangan terkoordinasi Taliban. UNAMA mengklaim serangan di kompleks gedung Kementerian Pertahanan itu menyebabkan jatuhnya korban sipil termasuk wanita dan anak-anak, dan juga menghancurkan infrastruktur sekolah dan fasilitas sipil lainnya. UNAMA juga mengkritik Taliban yang dianggap serampangan dan tidak mempedulikan keselamatan warga sipil yang tidak berdosa.

Di pihak lain, Taliban menjelaskan mengenahi serangan 1 Juli itu bahwa media sengaja mempublikasikan gambar segelintir orang yang luka-luka, dan sama sekali mengabaikan atau menutup informasi korban tewas beberapa pejabat penting musuh akibat serangan. Taliban menolak laporan media mengenahi korban luka-luka tersebut, dan menyatakan hanya ada segelintir orang yang mengalami cidera ringan akibat terkena pecahan kaca rumah-rumah yang jaraknya jauh dari lokasi serangan, dan tidak ada penduduk sipil yang tewas.

BACA JUGA  Taliban: Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka

Pada malam hari tanggal 29 Juni, Taliban melancarkan serangan lainnya dengan target profil tinggi menggunakan 4 unit kendaraan Humvee yang membawa bahan eksplosif berdaya ledak tinggi untuk menyerang sebuah markas polisi di tingkat distrik. Serangan ini terjadi di distrik Maruf dan menewaskan 8 orang pekerja pemilu dan sekelompok tentara Afghan.

Sumber: LWJ
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Puluhan Muslimah di Bandung Gelar Aksi Tolak RUU P-KS

Puluhan perempuan Bandung melakukan protes penolakan RUU P-KS

Senin, 08/07/2019 21:04 0

Indonesia

Polisi Pelaku Kekerasan 21-22 Mei Harus Dibawa ke Peradilan Umum

Amnesty International Indonesia mendesak institusi Polri untuk menindak anggota Brimob yang melakukan penyiksaan dan perlakuan buruk di Jakarta pada 21-23 Mei 2019.

Senin, 08/07/2019 20:55 0

Indonesia

Jelang Vonis Habib Bahar, Pengacara Berharap Majelis Hakim Objektif

Habib Bahar bin Smith direncanakan akan menjalani sidang Putusan atas kasus penganiayaan anak di bawah umur besok

Senin, 08/07/2019 20:48 0

Artikel

Imajinasi Kolonial di Balik Budaya ‘Asli’ Nusantara

Kebijakan membangkitkan dan merekonstruksi ingatan pra-Islam sebagai budaya Nusantara adalah buah dari kebijakan nativisasi penjajah yang hendak memisahkan Islam dari identitas bangsa kita

Senin, 08/07/2019 19:33 0

Foto

Potret Jamaah Haji Tiba di Arab Saudi

"Jamaah pertama tiba dari Indonesia, Bangladesh, India, dan Pakistan," Saudi Press Agency melaporkan.

Senin, 08/07/2019 16:35 0

Video Kajian

Kiat Menjadi Guru Keluarga- Ust. Adian Husaini

KIBLAT.NET- Keluarga merupakan tempat pertama pendidikan karakter dan akhlak pada manusia. Bagaimana cara kita menerapkan...

Senin, 08/07/2019 08:45 0

Video News

Komnas HAM Akan Evaluasi Polri Soal Hukuman 10 Polisi Pengeroyok Pemuda

KIBLAT-JAKARTA, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Danamik akan mengevaluasi keputusan polri yang mengadili anggotanya karena...

Senin, 08/07/2019 08:37 0

Indonesia

Wahdah Islamiyah Sultra Gelar Pelatihan Tanggap Bencana

“Sultra ini rawan dengan bencana laut dan kasus-kasus banjir. Maka seluruh peserta harus terus sigap dan siap melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan, utamanya siap dipanggil kapan saja,” jelas Ikhwan.

Senin, 08/07/2019 07:58 0

Indonesia

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Warganet Sampaikan Belasungkawa

Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia saat menjalani pengobatan kanker paru stadium 4b di Guangzhou, Cina.

Ahad, 07/07/2019 15:56 0

Indonesia

Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah Bertentangan dengan Konstitusi

Setelah menuai tangggapan banyak kalangan, pihak Jababeka Group memberikan klarifikasi tentang pernyataan SD Darmono soal pendidikan agama ditiadakan di sekolah

Ahad, 07/07/2019 14:48 0

Close