... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KPAI Tegaskan Pendidikan Agama Masih Perlu Diberikan di Sekolah

Foto: Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut menanggapi adanya opini terkait usulan penghapusan pendidikan agama di sekolah yang dilontarkan Setyono Djuandi Darmono, dan menegaskan pelajaran agama di sekolah diperlukan.

Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti menyayangkan opini yang dilontarkan pendiri Jababeka Group itu, hingga menimbulkan polemik di masyarakat. KPAI mendukung pendidikan agama tetap diberikan di sekolah.

Kendati demikian dia menyebut substansi materi yang diajarkan maupun metode pembelajarannya memang masih memerlukan masukan banyak pihak, agar menjadi tepat dan bermakna. “Selama ini pendekatan pembelajaran yang mayoritas digunakan guru masih konvensional, kurang membuka ruang dialog, sehingga kurang membangun daya kritis peserta didik,” kata Retno melalui pernyataan tertulisnya, Senin (08/07/2019).

Ketika budaya literasi terjadi di sekolah, maka ruang dialog dan kemampuan berpikir kritis akan terbangun dengan sendirinya. Sehingga, menurut Retno, sekolah dapat dengan mudah menangkal fanatisme sempit.

Dia juga menyoroti kegiatan pendidikan agama baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, maupun Konghucu yang selama ini berlangsung di sekolah. Retno menilai pendidikan agama memang lebih terkonsentrasi pada persoalan-persoalan teoritis dan kurang memperhatikan persoalan bagaimana mengubah pengetahuan agama yang bersifat kognitif menjadi “makna” dan “nilai”, yang perlu diinternalisasikan dalam diri peserta didik. Dengan demikian akan menjadi sumber bagi anak didik untuk bersikap dan berperilaku secara konkret agamis dalam kehidupan praksis sehari-hari.

BACA JUGA  Tepis SETARA Institute, LDK Tegaskan Sebagai Organisasi Terbuka

Retno pun dengan tegas menyatakan bahwa pelajaran agama masih perlu diberikan di sekolah. Meski begitu, dia tak menampik perlu adanya masukan masukan terkait metode pembelajaran dan materinya. Misalnya, materi yang mengajarkan bahwa setiap agama mengajarkan kerukunan, saling menghormati, saling menghargai baik kepada umat agama yang sama maupun umat agama yang berbeda.

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Qatar

Dialog Intra-Afghanistan: Taliban Sepakat Hindari Jatuhnya Korban Sipil

Dialog intra-Afghanistan, disponsori oleh Qatar dan Jerman, berlangsung antara politisi Afghanistan, anggota masyarakat sipil, termasuk perempuan, dan Taliban.

Selasa, 09/07/2019 14:24 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Tempat dan Waktu yang Berbeda Menghasilkan Amalan yang Berbeda

KIBLAT.NET- Setiap waktu dan setiap tempat memiliki keutamaan tersendiri. Misalkan malam lailatul qadar, maka ibadah...

Selasa, 09/07/2019 13:05 0

Yaman

UEA Tarik Pasukan dari Yaman, Ada Apa?

Pertentangan kebijakan dengan Arab Saudi dan pelarangan pembelian senjata dari negara-negara Eropa disebut penyebab putusan tersebut.

Selasa, 09/07/2019 09:52 0

Rusia

Putin dan Netanyahu Bahas Koordinasi Militer di Suriah

Sebelumnya, harian Israel Yedioth melaporkan bahwa Israel dan Rusia sepakat membagi kerja di Suriah tanpa hambatan. Kesepakatan itu dicapai selama KTT tiga negara di Yerusalem.

Selasa, 09/07/2019 09:29 0

Arab Saudi

Saudi Bebaskan Syaikh Muhammad Al-Shaqabi

Pemerintah Saudi menahan Syaikh Al-Shaqabi pada 2008 di kediamannya di kota Buraidah. Ia divonis 30 tahun penjara atas tuduhan “melawan ulil amri”.

Selasa, 09/07/2019 08:58 0

Belanda

Belanda Dakwa Warganya Terduga Anggota ISIS Lakukan Kejahatan Perang

Ashraf mengatakan dalam sebuah pembelaan bahwa ia bergabung dengan ISIS setelah menjadi gelandangan di Belanda. Selama berada di wilayah ISIS, ia mengaku tidak membahayakan siapa pun.

Selasa, 09/07/2019 07:51 0

Afghanistan

Taliban Kembali Target Markas Lembaga Keamanan Pemerintah

Meski demikian, Khalilzad tidak secara spesifik menyalahkan Taliban.

Selasa, 09/07/2019 06:50 0

Artikel

Imajinasi Kolonial di Balik Budaya ‘Asli’ Nusantara

Kebijakan membangkitkan dan merekonstruksi ingatan pra-Islam sebagai budaya Nusantara adalah buah dari kebijakan nativisasi penjajah yang hendak memisahkan Islam dari identitas bangsa kita

Senin, 08/07/2019 19:33 0

Asia

Tanah Longsor Hancurkan Kamp-kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Musim hujan yang memicu tanah longsor di kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh telah menewaskan satu orang dan menyebabkan lebih dari 4.500 orang kehilangan tempat tinggal.

Senin, 08/07/2019 17:33 0

Foto

Potret Jamaah Haji Tiba di Arab Saudi

"Jamaah pertama tiba dari Indonesia, Bangladesh, India, dan Pakistan," Saudi Press Agency melaporkan.

Senin, 08/07/2019 16:35 0

Close