... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dialog Intra-Afghanistan: Taliban Sepakat Hindari Jatuhnya Korban Sipil

Foto: Dialog intra-Afghanistan dilihat sebagai langkah substantif menuju perdamaian di Afghanistan. [Sorin Furcoi / Al Jazeera]

KIBLAT.NET, Doha – Pembicaraan damai dua hari antara delegasi Afghanistan dan perwakilan Taliban di ibukota Qatar, Doha, telah berakhir. Kedua belah pihak sepakat untuk mengurangi korban sipil menjadi “nol” di tengah meningkatnya korban tewas di negara yang dilanda perang itu.

Dialog intra-Afghanistan, disponsori oleh Qatar dan Jerman, berlangsung antara politisi Afghanistan, anggota masyarakat sipil, termasuk perempuan, dan Taliban. Pertemuan ini dipandang sebagai langkah substantif menuju perdamaian di Afghanistan.

“… Berkomitmen untuk menghormati dan melindungi martabat orang, nyawa dan harta benda mereka dan untuk meminimalkan korban sipil menjadi nol,” kata sebuah pernyataan bersama yang dirilis pada akhir pembicaraan di Doha, Senin (08/07/2019) malam.

Kedua pihak juga sepakat untuk menjamin keamanan lembaga-lembaga publik. “Memastikan keamanan institusi publik, seperti sekolah, madrasah agama, rumah sakit, pasar, bendungan air, dan lokasi kerja lainnya,” kata pernyataan itu.

Qari Din Mohammad Hanif, anggota delegasi Taliban, mengatakan bahwa delegasi Afghanistan yang juga termasuk anggota dari pemerintah Afghanistan, bersepakat menganai status warga sipil.

“Orang Afghanistan akan dilindungi, kami selalu menginginkan ini, mereka tidak pernah menjadi target,” katanya.

“Kami semua sepakat dengan fakta bahwa warga sipil tidak boleh terpengaruh, perang berlanjut, tetapi tujuan kami adalah mengurangi korban sipil menjadi nol.”

Pertemuan ini dilangsung seiring dengan enam hari perundingan langsung Amerika Serikat-Taliban. Sekitar 50 politisi dan aktivis Afghanistan hadir di dalamnya, termasuk 10 delegasi perempuan.

BACA JUGA  Hampir Tiga Tahun Diboikot Saudi CS, Begini Kondisi Qatar

Pertemuan itu diselenggarakan untuk memulai dialog langsung antara pihak-pihak yang berseteru yang telah berperang satu sama lain sejak invasi pimpinan AS setelah serangan 11 September 2001 di AS.

Pembicaraan itu juga bertujuan mempertahankan perdamaian setelah penarikan pasukan NATO pimpinan AS.

Utusan khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan dengan Taliban di Doha untuk menandatangani kesepakatan damai.

Taliban, yang telah berulang kali menolak untuk berunding dengan pemerintah Kabul yang didukung Barat, setuju untuk bergabung dalam pertemuan dengan syarat bahwa para peserta yang hadir dalam kapasitas pribadi.

Rincian Kesepakatan Bersama

Setelah siaran pers pada hari Senin, beberapa delegasi dan diplomat berbeda pendapat tentang rincian pernyataan bersama tersebut.

Beberapa mengatakan pernyataan itu bukan kesepakatan tetapi rekomendasi untuk perdamaian, sementara yang lain mengatakan itu adalah “panggilan untuk perdamaian dan stabilitas” atau “peta jalan untuk perdamaian”.

“Kami tidak bisa menyebutnya sebagai perjanjian damai, itu hanya seruan untuk pengurangan korban sipil dan perlindungan tempat-tempat dan lembaga-lembaga publik,” kata Anwar-ul-haq Ahadi, mantan menteri keuangan.

“Ini adalah langkah pertama ke arah yang benar dalam mengurangi permusuhan dan yang penting. Ini lebih dari apa yang saya harapkan dari pembicaraan ini.”

Markus Potzel, utusan Jerman Jerman yang menjadi tuan rumah pembicaraan dengan Qatar, mengatakan pernyataan bersama itu berisi “seruan dan janji untuk mengurangi kekerasan di Afghanistan”.

BACA JUGA  Hampir Tiga Tahun Diboikot Saudi CS, Begini Kondisi Qatar

Sher Mohammad Abbas Stanikzai, kepala perunding Taliban, mengatakan pertemuan ini sebagai tempat semua orang mengekspresikan pandangannya mengenai perdamaian di Afghanistan.

Dia kemudian mengklarifikasi serangan bom mobil hari Minggu di Ghazni dengan mengatakan bahwa serangan itu sebagai “perjuangan untuk kebebasan” melawan “pendudukan asing”.

“Target kami bukan warga sipil, mereka yang terbunuh dalam serangan itu adalah pasukan intelijen, hanya rumah-rumah di dekatnya yang terkena dampak ledakan yang melukai warga sipil.”

Pembicaraan AS-Taliban akan dimulai lagi pada hari Selasa, yang bertujuan untuk merinci perincian perjanjian kerangka kerja yang dicapai pada Januari.

Perjanjian membahas jadwal untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan, gencatan senjata dan jaminan Taliban untuk tidak mengizinkan pasukan asing menggunakan negara itu sebagai tempat pementasan serangan asing.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Tempat dan Waktu yang Berbeda Menghasilkan Amalan yang Berbeda

KIBLAT.NET- Setiap waktu dan setiap tempat memiliki keutamaan tersendiri. Misalkan malam lailatul qadar, maka ibadah...

Selasa, 09/07/2019 13:05 0

Indonesia

Masa Tugas Berakhir, TPF Kasus Novel Harus Paparkan Hasil Kerjanya

Tim Pencari Fakta, kata dia, yang telah dibentuk hendaknya segera mempertanggungjawabkan hasil kerjanya

Selasa, 09/07/2019 12:14 0

Indonesia

Puluhan Muslimah di Bandung Gelar Aksi Tolak RUU P-KS

Puluhan perempuan Bandung melakukan protes penolakan RUU P-KS

Senin, 08/07/2019 21:04 0

Indonesia

Polisi Pelaku Kekerasan 21-22 Mei Harus Dibawa ke Peradilan Umum

Amnesty International Indonesia mendesak institusi Polri untuk menindak anggota Brimob yang melakukan penyiksaan dan perlakuan buruk di Jakarta pada 21-23 Mei 2019.

Senin, 08/07/2019 20:55 0

Indonesia

Jelang Vonis Habib Bahar, Pengacara Berharap Majelis Hakim Objektif

Habib Bahar bin Smith direncanakan akan menjalani sidang Putusan atas kasus penganiayaan anak di bawah umur besok

Senin, 08/07/2019 20:48 0

Artikel

Imajinasi Kolonial di Balik Budaya ‘Asli’ Nusantara

Kebijakan membangkitkan dan merekonstruksi ingatan pra-Islam sebagai budaya Nusantara adalah buah dari kebijakan nativisasi penjajah yang hendak memisahkan Islam dari identitas bangsa kita

Senin, 08/07/2019 19:33 0

Foto

Potret Jamaah Haji Tiba di Arab Saudi

"Jamaah pertama tiba dari Indonesia, Bangladesh, India, dan Pakistan," Saudi Press Agency melaporkan.

Senin, 08/07/2019 16:35 0

Video Kajian

Kiat Menjadi Guru Keluarga- Ust. Adian Husaini

KIBLAT.NET- Keluarga merupakan tempat pertama pendidikan karakter dan akhlak pada manusia. Bagaimana cara kita menerapkan...

Senin, 08/07/2019 08:45 0

Video News

Komnas HAM Akan Evaluasi Polri Soal Hukuman 10 Polisi Pengeroyok Pemuda

KIBLAT-JAKARTA, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Danamik akan mengevaluasi keputusan polri yang mengadili anggotanya karena...

Senin, 08/07/2019 08:37 0

Indonesia

Wahdah Islamiyah Sultra Gelar Pelatihan Tanggap Bencana

“Sultra ini rawan dengan bencana laut dan kasus-kasus banjir. Maka seluruh peserta harus terus sigap dan siap melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan, utamanya siap dipanggil kapan saja,” jelas Ikhwan.

Senin, 08/07/2019 07:58 0

Close