... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah Bertentangan dengan Konstitusi

Foto: Ilustrasi guru agama mengajar di sekolah

KIBLAT.NET, Jakarta – Wacana yang dilontarkan Setyono Djuandi Darmono (SD Darmono), bos Jababeka Group, dengan mengatakan pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah dan cukup diajarkan orang tua atau guru agama di luar sekolah, dinilai bertentangan dengan konstitusi.

Menanggapi wacana yang dilontarkan Darmono, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyatakan pemisahan agama dari pendidikan adalah bentuk pelanggaran Konstitusi. Pasalnya, Indonesia secara konstitusional menegaskan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan asas bernegara. “Menempatkan posisi agama pada posisi yang sangat kuat,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Jum’at (05/07/2019).

“Pemisahan atau penghapusan tentang pendidikan agama itu bertentangan dengan konstitusi,” lanjutnya Amirsyah.

Selain itu, pemisahan agama dari pendidikan tidak bisa dilakukan di Indonesia. Amirsyah beralasan, bangsa Indonesia membutuhkan penguatan moral dan spiritual.

“Dimana-mana terjadi pemerosotan moral, etika, dan agama punya peran yang sangat sentral dalam konteks ini,” ujarnya.

Di sisi lain, ketika ditemukan orang-orang yang belajar agama namun berperilaku tak bermoral, Amirsyah menyebut bukan pelajaran agamanya yang salah, tetapi cara mempelajarinya yang salah. Belajar agama semestinya dilakukan dengan ahlinya, yaitu para ulama.

“Harus belajar pada tempatnya, supaya tidak kontraproduktif. Jangan kemudian malah menghapus pendidikan agama, menurut saya sangat bertentangan dengan konstitusi,” ujarnya.

Dalam sebuah acara peluncuran buku di Jakarta, Kamis (07/04/2019), SD Darmono menyarankan agar pendidikan agama di sekolah ditiadakan. Pendidikan agama harus jadi tanggung jawab orang tua serta guru agama masing-masing, dan diberikan di luar sekolah, misalnya masjid, gereja, pura, vihara, dan lainnya.

BACA JUGA  35 Tahun Tragedi Tanjung Priok, Keadilan Tak Kunjung Datang

Setelah menuai beragam reaksi dari banyak pihak, muncul keterangan tertulis Ardiyansyah Djafar dari Desk Komunikasi Jababeka yang meluruskan kabar terkait pernyataan SD Darmono. Dilansir JPPN.com, dia menyampaikan empat poin klarifikasi. Berikut pernyataan lengkapnya:

Beredar berita bahwa SD Darmono, pendiri Jababeka, menganjurkan Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pelajaran agama dari sekolah. Kami tegaskan bahwa pendapat itu telah menimbulkan salah penafsiran. Untuk itu kami meluruskan.

Pertama, SD Darmono sangat peduli pada pendidikan karakter berbasis agama yang mempunyai akar kuat dan sudah mentradisi di Nusantara. Yang dia soroti dan prihatinkan adalah mengapa identitas agama ketika dikaitkan dengan politik malah mendorong munculnya konflik dan polarisasi sosial. Padahal semua agama mengajarkan persatuan dan akhlak mulia.

Kedua, Masuknya faham keagamaan yang ekstrim ke sekolah dan universitas mesti menjadi perhatian kita semua, karena hal ini merusak kesatuan dan harmoni sosial. Oleh karena itu, materi pembelajaran dan kualitas guru-gurunya perlu ditinjau ulang. Hendaknya pelajaran agama itu lebih menekankan character building dan kemajuan bangsa. Terlebih lagi Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius.

Ketiga, Jika pelajaran agama dalam aspek- aspeknya yang dianggap kurang, itu tanggungjawab setiap orangtua dan komunitas umat beragama, bisa dilengkapi di masjid, gereja atau vihara.

Keempat, jadi, intinya bukan mengeluarkan pelajaran agama dari sekolah, tetapi sebuah koreksi dan renungan, apa yang salah dengan pendidikan agama kita di sekolah.

Buku Bringing Civilizations Together yang diluncurkan 4 Juli lalu penekanannya adalah pada pembentukan karakter demi kerukunan dan kemajuan bangsa.

Demikianlah semoga ralat ini menyelesaikan salah paham yang dialamatkan pada SD Darmono.

Ardiyansyah Djafar
Desk Komunikasi Jababeka

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Konsumsi Susu dan Produk Susu Dapat Mencegah Penyakit Kronis

Mengonsumsi susu dan produk susu dalam berbagai tahap kehidupan dapat membantu mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk risiko kelemahan dan sarkopenia, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, kanker usus atau kandung kemih, dan diabetes tipe 2.

Ahad, 07/07/2019 14:11 0

News

Putri Syaikh Yusuf Al-Qardhawi Kembali Ditahan

penangkapan kliennya untuk kedua kalinya ini dengan tuduhan "bergabung dengan kelompok teroris"

Sabtu, 06/07/2019 08:32 0

China

Cina Pasangkan Aplikasi ‘Mata-mata’ di HP Turis yang Kunjungi Xinjiang

Para turis yang melewati pos pemeriksaan di perbatasan Cina harus menyerahkan smartphone mereka setelah membuka pola kuncinya

Jum'at, 05/07/2019 18:29 0

Opini

Sosok Pemimpin Unggul yang Dicintai Manusia

Masyarakat Islam yang Rasulullah bentuk diatur dengan menggunakan tata aturan yang bersumber dari Alquran dan Hadist RasulNya, atau yang dikemudian hari disebut dengan istilah syariat Islam kaffah.

Jum'at, 05/07/2019 17:20 0

Turki

Diaspora Uighur Mengaku Sedih dengan Kunjungan Erdogan di Cina

Dolkun Isa, presiden Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi advokasi yang berbasis di Jerman, menyayangkan sikap Erdogan yang telah melewatkan "peluang sempurna" untuk meningkatkan kesadaran tentang tindakan represif Cina terhadap kaum Uighur ketika bertemu Xi Jinping.

Kamis, 04/07/2019 15:11 0

Afrika

AS Cegah Kecaman DK PBB atas Serangan di Penampungan Imigran Libya

Hingga sesi akhir sidang yang berlangsung dua jam itu, DK PBB gagal mengecam serangan yang disebut sudah memenuhi kriteria “kejahatan perang” itu.

Kamis, 04/07/2019 13:02 0

China

Trump dan Xi Bertemu di KTT G-20, Siapa Lebih Diuntungkan?

Presiden AS Donald Trump menggembar-gemborkan pertemuannya dengan Presiden Cina Xi Jinping pada akhir pekan lalu.

Kamis, 04/07/2019 11:45 0

China

Cina Undang Delegasi Turki untuk Melihat Kondisi Warga Uighur

Pemerintah Cina secara resmi mengundang delegasi Turki ke wilayah Xinjiang untuk mengamati situasi penduduk asli Turki Uighur. Demikian kata Direktur Komunikasi Fahrettin Altun di Twitter pada Rabu (03/07/2019) malam.

Kamis, 04/07/2019 10:30 0

Afrika

Penampungan Imigran di Libya Jadi Sasaran Serangan Udara, 60 Tewas

Libya menjadi titik awal utama bagi para migran dari Afrika dan negara-negara Arab yang berusaha menuju Italia melalui jalur laut. Tapi Pengawal Pantai Libya, yang didukung oleh Uni Eropa, menghalangi mereka.

Kamis, 04/07/2019 09:43 0

Mesir

Rezim Mesir Akhirnya Bebaskan Putri Syaikh Yusuf Al-Qardhawi

Ayat menjelaskan bahwa sang ibu ditahan di sel isolasi tanpa kontak dengan siapa pun, dan menghabiskan ulang tahunnya yang ke-58 di sel yang terisolasi dari dunia.

Kamis, 04/07/2019 08:01 0

Close