Komnas HAM soal Sanksi Polri untuk Kekerasan 22 Mei: Akan Kita Evaluasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia telah menjatuhkan sanksi kepada 10 anggotanya yang melakukan pengeroyokan di kampung Bali pada 22 mei lalu. Kesepuluh orang tersebut diketahui telah menjalani sidang disiplin dan dijatuhi hukuman kurungan 21 hari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik mengatakan pihaknya akan mengevaluasi keputusan polri tersebut. Menurutnya, untuk menjatuhi hukuman, harusnya memerlukan pendalaman siapa yang menjadi korban dan seberat apa kekerasan atau penyiksaan yang dialami.

“Dari situ kita bisa menilai apakah hukuman disiplin ini sudah memadai atau belum. Atau justru harus didorong kepada suatu proses pidana,” kata Taufan saat ditemui Kiblat.net di kantornya pada Jumat (06/07/2019).

Ia menegaskan, tidak semua pelanggaran dapat diselesaikan dengan tindakan disiplin. Namun juga ada yang musti melalui melalui proses pidana. Dalam evaluasi yang akan datang, ia berencana untuk menanyakan apa dasar kepolisian memberikan hukuman disiplin tersebut.

Sebelumnya, beredar video di media sosial berisi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah polisi terhadap seseorang pada 22 Mei lalu. Peristiwa ini diketahui terjadi di dekat Masjid Al-Huda di kawasan Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Taufan mengatakan, video yang viral tersebut telah memberikan kesan tertentu. Menurutnya, dari video tersebut bisa dinilai bahwa yang terjadi sudah melebihi dari kesalahan disiplin.

BACA JUGA  Polri Tolak Keluarkan Izin Reuni 212

“Tapi apapun kalau kita bicara soal ranah pidana, buktinya kan harus lebih akurat, tidak cukup dengan video itu saja,” ujarnya.

Meski begitu, Taufan tetap memberikan apresiasi terhadap kepolisisan yang telah mengakui adanya kesalahan yang dilakukan oleh anggotanya.

“Kalau kami nanti menemukan adanya indikasi bahwa ini tidak cukup hanya sekedar tindakan disiplin, kami akan rekomendasikan untuk dilanjut ke ranah pidana,” katanya di akhir.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat