... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dorong Negosiasi Militer-Sipil, Liga Arab Kirim Delegasi ke Sudan

Foto: Warga sipil Sudan melakukan unjuk rasa menuntut penghentian kekuasaan oleh jenderal militer

KIBLAT.NET, Khurtoum – Liga Arab mengumumkan, Rabu (03/07/2019), delegasinya tiba di ibukota Sudan, Khartoum. Tugas utusan negara-negara Arab itu untuk mendukung “dimulainya kembali dialog” antara junta militer yang berkuasa dan para demonstran yang menuntut pemerintahan sipil.

Para mediator dari Ethiopia dan Uni Afrika mengatakan, Selasa lalu, bahwa mereka telah meminta junta militer dan para pemimpin protes untuk melanjutkan perundingan. Perundingan itu dalam rangka menguraikan proses transisi.

“Delegasi kami sudah tiba di Khurtoum pada Rabu dalam rangka mendorong pihak-pihak Sudan melanjutkan dialog yang bertujuan menyetujui pengaturan transisi menuju pemerintahan sipil di negara itu,” kata pernyataan Liga Arab.

Puluhan ribu orang ikut serta dalam demonstrasi di seluruh Sudan pada Ahad lalu untuk menuntut agar para pemimpin militer menyerahkan kekuasaan.

Para pemimpin protes juga menyerukan aksi pembangkangan sipil besar-besaran pada 14 Juli. Langkah serupa yang digelar antara 9 dan 11 Juni dan sempat melumpuhkan total ibukota.

Liga Arab mengatakan bahwa pihaknya berusaha “membangun kepercayaan” untuk mengatasi kesulitan tahap ini dan mencapai formula kompromi untuk transisi.

Militer yang berkuasa setelah menggulingkan Presiden Omar Al-Bashir pada 11 April, menolak tuntutan para demonstran dan beberapa negara Barat untuk menyerahkan kekuasaan kepada sipil.

Negosiasi antara junta dan para pemimpin demonstran gagal pada bulan Mei karena ketidaksepakatan mengenai komposisi administrasi yang akan mengatur negara dan siapa yang akan memimpinnya: sipil atau militer.

BACA JUGA  Gerakan Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer di Pinggiran Mogadishu

Situasi memburuk secara dramatis setelah serangan militer terhadap aksi duduk-duduk demonstrak di depan markas besar tentara di Khartoum pada 3 Juni.

Sekitar 130 orang telah tewas sejak operasi keamanan, kebanyakan dari mereka pada 3 Juni, menurut Komite Pusat Dokter. Kementerian Kesehatan menambahkan, sedikitnya 61 orang pada hari itu di seluruh negeri.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jemaah Haji Indonesia Diberangkatkan ke Tanah Suci Mulai 6 Juli

Pemberangkatan pertama tersebut meliputi empat kelompok terbang (kloter) sebanyak 1.800 jemaah haji

Rabu, 03/07/2019 20:07 0

Indonesia

Detik-detik Kericuhan di Acara Deklarasi Relawan Pendukung Prabowo-Sandi

Acara bertajuk 'Pernyataan Sikap & Konsolidasi Relawan Pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK)' berakhir ricuh

Rabu, 03/07/2019 19:52 1

Indonesia

KontraS: Jangan Tutup-tutupi Fakta Kerusuhan 21-22 Mei

Masih ada beberapa korban meninggal yang sampai saat ini belum dijelaskan penyebab kematiannya oleh polisi

Selasa, 02/07/2019 20:13 0

Indonesia

Pergantian Ketua Umum MUI Tunggu KH Ma’ruf Amin Dilantik Jadi Wapres

Dalam anggaran dasar MUI seorang ketua umum tidak boleh merangkap sebagai pejabat publik

Selasa, 02/07/2019 20:03 0

Indonesia

HUT Bhayangkara ke-73, Pengawasan Terhadap Polri Dipertanyakan

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mempertanyakan mekanisme pengawasan internal Polri yang tak memberikan efek jera bagi anggota yang melanggar

Selasa, 02/07/2019 19:40 0

Indonesia

Pendapat MUI Soal Wanita Masuk Masjid Bawa Anjing

Wakil ketua umum MUI Yunahar Ilyas mengatakan, jika dilakukan dengan sadar, apa yang dilakukan SM adalah penistaan agama.

Selasa, 02/07/2019 17:03 0

Indonesia

KontraS Soroti Kinerja Polri di Hari Bhayangkara

KontraS menilai masih terjadi praktik kekerasan dalam institusi tersebut.

Selasa, 02/07/2019 14:24 0

Indonesia

Voice Of Children, Konser Amal untuk Bangun Sekolah di Palestina

Konsorsium Indonesia untuk Sekolah Palestina yang terdiri dari empat Lembaga kemanusiaan yakni Human Initiative, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat dan Nurul Hayat bersinergi dalam mewujudkan sekolah untuk anak-anak di Palestina.

Selasa, 02/07/2019 09:59 0

Indonesia

Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid, FUI Sulteng: Ini Penistaan

FUI meminta polisi untuk mengusut dan menyelesaikan kasus tersebut sesuai jalur hukum.

Selasa, 02/07/2019 09:35 0

Video News

Di HUT Polri Ke-73, Kontras Soroti Kerusuhan 21 Mei

KIBLAT.NET, Jakarta – Di ulang tahun Kepolisian yang ke-73, atau Hari Bhayangkara, Komisi Untuk Orang...

Selasa, 02/07/2019 09:12 0

Close