... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Cegah Kecaman DK PBB atas Serangan di Penampungan Imigran Libya

Foto: Sidang DK PBB

KIBLAT.NET, Wina – Amerika Serikat mencegah Dewan Keamanan PBB mengecam insiden serangan udara di penampungan imigran di Tripoli, Libya, pada Selasa malam (02/07/2019). Ratusan orang tewas dan luka-luka dalam insiden tersebut.

Sumber-sumber diplomat mengatakan, seperti dilansir AFP, Inggris mengajukan proposal pernyataan kecaman DK PBB atas serangan di shelter pengungsi di pinggiran Tripoli itu selama sidang darurat tertutup pada Rabu (03/07/2019). Proposal itu juga menyeru gencatan senjata dan kembali ke meja dialog.

Akan tetapi, para diplomat AS menolak menyetujui proposal tersebut. Mereka mengatakan akan meminta “lampu hijau” dari Washington untuk menentukan sikap. Hingga sesi akhir sidang yang berlangsung dua jam itu, DK PBB gagal mengecam serangan yang disebut sudah memenuhi kriteria “kejahatan perang” itu.

Berdasarkan data terbaru, total korban tewas dalam serangan di daerah Tajura, pinggiran Tripoli, tersebut sebanyak 60 korban. Sementara jumlah luka-luka mencapai 120 orang. Kamp tersebut dihuni para imigran ilegal yang ditangkap saat melintas Libya. Mayoritas mereka berasal dari Afrika dan ingin menuju Eropa.

Duta besar Peru untuk PBB, yang negaranya memegang jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan, mengatakan pembicaraan mengenai pernyataan itu masih berlangsung. Akan tetapi, para dewan diplomat mengatakan mereka tidak berharap akan ada perubahan.

Khalifah Haftar, pemimpin militer pasukan di Libya timur, meluncurkan kampanye militer menargetkan Tripoli pada 4 April. Ia ingin merebut ibukota Libya itu dari Pemerintahan Rekonsiliasi Nasional yang diakui internasional.

BACA JUGA  71 Tentara Niger Tewas di Kamp Sendiri Akibat Serbuan Jihadis

Kekuatan-kekuatan dunia berbeda pandangan menyikapi kampanye militer tersebut. Di saat yang sama, Rusia dan AS menolak berbagai seruan gencatan senjata untuk Libya.

Serangan di kamp pengungsi Tajura terjadi di saat Haftar meluncurkan serangkaian serangan udara di Tripoli. Akan tetapi, milisi Haftar tidak mengakui serangan ke kamp tersebut. Mereka berbalik menuduh Pemerintah Rekonsiliasi dengan memanfaatkan operasi militernya.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jemaah Haji Indonesia Diberangkatkan ke Tanah Suci Mulai 6 Juli

Pemberangkatan pertama tersebut meliputi empat kelompok terbang (kloter) sebanyak 1.800 jemaah haji

Rabu, 03/07/2019 20:07 0

Indonesia

Detik-detik Kericuhan di Acara Deklarasi Relawan Pendukung Prabowo-Sandi

Acara bertajuk 'Pernyataan Sikap & Konsolidasi Relawan Pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK)' berakhir ricuh

Rabu, 03/07/2019 19:52 1

Indonesia

KontraS: Jangan Tutup-tutupi Fakta Kerusuhan 21-22 Mei

Masih ada beberapa korban meninggal yang sampai saat ini belum dijelaskan penyebab kematiannya oleh polisi

Selasa, 02/07/2019 20:13 0

Indonesia

Pergantian Ketua Umum MUI Tunggu KH Ma’ruf Amin Dilantik Jadi Wapres

Dalam anggaran dasar MUI seorang ketua umum tidak boleh merangkap sebagai pejabat publik

Selasa, 02/07/2019 20:03 0

Indonesia

HUT Bhayangkara ke-73, Pengawasan Terhadap Polri Dipertanyakan

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mempertanyakan mekanisme pengawasan internal Polri yang tak memberikan efek jera bagi anggota yang melanggar

Selasa, 02/07/2019 19:40 0

Indonesia

Pendapat MUI Soal Wanita Masuk Masjid Bawa Anjing

Wakil ketua umum MUI Yunahar Ilyas mengatakan, jika dilakukan dengan sadar, apa yang dilakukan SM adalah penistaan agama.

Selasa, 02/07/2019 17:03 0

Indonesia

KontraS Soroti Kinerja Polri di Hari Bhayangkara

KontraS menilai masih terjadi praktik kekerasan dalam institusi tersebut.

Selasa, 02/07/2019 14:24 0

Indonesia

Voice Of Children, Konser Amal untuk Bangun Sekolah di Palestina

Konsorsium Indonesia untuk Sekolah Palestina yang terdiri dari empat Lembaga kemanusiaan yakni Human Initiative, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat dan Nurul Hayat bersinergi dalam mewujudkan sekolah untuk anak-anak di Palestina.

Selasa, 02/07/2019 09:59 0

Indonesia

Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid, FUI Sulteng: Ini Penistaan

FUI meminta polisi untuk mengusut dan menyelesaikan kasus tersebut sesuai jalur hukum.

Selasa, 02/07/2019 09:35 0

Video News

Di HUT Polri Ke-73, Kontras Soroti Kerusuhan 21 Mei

KIBLAT.NET, Jakarta – Di ulang tahun Kepolisian yang ke-73, atau Hari Bhayangkara, Komisi Untuk Orang...

Selasa, 02/07/2019 09:12 0

Close