... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HUT Bhayangkara ke-73, Pengawasan Terhadap Polri Dipertanyakan

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengawasan terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai masih belum efektif, terlihat dari pelanggaran-pelanggaran masih terus terjadi. Beberapa diantaranya diduga merupakan pelanggaran HAM.

Hal itu diungkapkan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani dalam pernyataan pers terkait HUT Bhayangkara ke-73 yang diperingati tanggal 1 Juli. Ia menilai dengan tidak efektifnya pengawasan, baik lembaga internal maupun eksternal, terhadap polisi menyebabkan terjadinya penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pembubaran paksa sebuah aksi atau ekspresi politik.

“Banyak temuan (kekerasan) terjadi di Polda tipe A, artinya polda atau wilayah polisi yang memiliki banyak anggota atau ekstra pengawasan, tapi kenapa peristiwa (kekerasan) ini tetap terjadi, ini ada indikasi pengawasan di level internal tidak efektif,” ujar Yati di Kantor KontraS, Senen, Jakarta Pusat, Senin (01/07/2019).

Yati menyebut selama Juni 2018 sampai 2019 ini sedikitnya ada 406 peristiwa kekerasan di Polsek, Polres juga Polda. Peristiwa kekerasan ini sebarannya variatif, 44 peristiwa terjadi di Jawa Timur, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Papua.

KontraS pun meminta polisi mengevaluasi pengawasan internalnya, agar pengawasan internal bisa berjalan efektif. Selain itu, diperlukan perubahan struktural dan aturan internal Polri serta diuji efektivitasnya di lapangan. Yati kemudian mempertanyakan efektifitas pengawasan terhadap Polri, dengan mengutip data dari Ombudsman terkait laporan menyangkut Korps Bhayangkara.

BACA JUGA  Pengacara FPI: Ustadz Bernard Tak Aniaya Ninoy Karundeng

“Kalau kita merujuk pada informasi Ombudsman ada 675 laporan tentang kepolisian ke Ombudsman, laporan ini harusnya menjadi cermin bagi kepolisian untuk merefleksikan apakah mekanisme internal mereka itu sudah efektif, sehingga peristiwa ini masih terjadi dan pelaporan masyarakat masih ada,” ujarnya.

Menurut Yati, pelanggaran di Kepolisian masih terjadi dikarenakan proses pembinaan terhadap anggota belum maksimal, mekanisme kontrol dan evaluasi juga belum maksimal. “Kami menemukan seringkali penegakan hukum yang dilakukan kepolisian terhadap anggotanya tidak mengutamakan efek jera, sehingga akhirnya pengulangan perisitiwa tadi menjadi sesuatu yang dianggap biasa,” ujarnya.

KontraS mengingatkan seharusnya mekanisme internal Polri tidak menjadi mekanisme yang melindungi anggotanya dari peradilan pidana. “Ini berdampak pada keberulangan pelanggaran, yang ini membuat efek jera itu sulit dijadikan alasan polisi untuk tidak mengulangi tindakan yang sama,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Menlu Al-Jubeir: Arab Saudi Tidak Ingin Berperang dengan Iran

Al-Jubeir juga mengatakan bahwa putra mahkota menekankan bahwa Iran tidak boleh diizinkan untuk melanjutkan kebijakan agresifnya dan pihak internasional harus diambil untuk menghentikan tindakan mereka.

Selasa, 02/07/2019 11:19 0

Afghanistan

Taliban Serbu Kompleks Departemen Pertahanan Afghanistan

"Sasarannya adalah fasilitas teknis Kementerian Pertahanan," kata seorang pejabat Taliban, seperti dilansir Al-Jazeera.

Selasa, 02/07/2019 11:02 0

Myanmar

Kekerasan Militer Myanmar terhadap Rohingya Kembali Meningkat

warga muslim Rohingya ditangkap di jalan-jalan dan dipaksa berfoto dengan memegang senjata.

Selasa, 02/07/2019 09:24 0

Video News

Di HUT Polri Ke-73, Kontras Soroti Kerusuhan 21 Mei

KIBLAT.NET, Jakarta – Di ulang tahun Kepolisian yang ke-73, atau Hari Bhayangkara, Komisi Untuk Orang...

Selasa, 02/07/2019 09:12 0

Palestina

Jenderal Israel: Kita Kalah Hadapi Serangan “Balon Api” Hamas

Karena jika kita terus menghadapi balon api Hamas dengan logika petugas pemadam kebakaran, kita tidak akan pernah berhasil mencapai kemenangan atas mereka.

Selasa, 02/07/2019 07:50 0

Suriah

AS Kembali Beroperasi di Suriah Utara, Ada Kesepakatan Baru dengan Rusia?

“Rusia sengaja melarang AS meluncurkan serangan terbatas sebagaimana yang diluncurkan di awal 2017,” jelas Hiller.

Selasa, 02/07/2019 06:37 0

China

Demo Anti-Cina Meningkat Saat Peringatan Penyerahan Hong Kong ke Cina

Para pengunjuk rasa berusaha menyerbu badan legislatif Hong Kong pada hari peringatan kembalinya kota itu ke kekuasaan Cina di tengah kemarahan atas undang-undang yang akan memungkinkan ekstradisi ke wilayah Cina.

Senin, 01/07/2019 17:36 0

Yaman

Shobwah Kembali Memanas, Milisi Bentukan UEA Mobilisasi Pasukan

Milisi UEA berupaya merebut kendali lembaga-lembaga pemerintahan dan mengkudeta pemerintah lokal.

Senin, 01/07/2019 17:11 0

Suriah

Rudal “Asing” Tewaskan Delapan Komandan Organisasi Hurrasuddin Suriah

Awalnya SOHR menyebutkan korban tewas hanya dua komandan namun data itu diperbaharui.

Senin, 01/07/2019 14:14 0

News

Perang Menyala di Berbagai Penjuru Afghanistan, Negosiasi Damai Terus Bergulir

Taliban menggerebek kantor tersebut saat para pegawai KPU sedang bekerja mendata daftar calon peserta pemilihan presiden pada pemilu September mendatang. Taliban datang dengan empat mobil Humvee.

Senin, 01/07/2019 10:01 0

Close