... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perang Menyala di Berbagai Penjuru Afghanistan, Negosiasi Damai Terus Bergulir

Foto: Pejabat biro politik Taliban sekaligus delegasi dalam perundingan dengan AS

KIBLAT.NET, Kabul – Pejabat Afghanistan mengatakan, Ahad (30/06/2019), sedikitnya 19 orang tewas dalam serangan Taliban di kantor pemerintah pada Sabtu malam lalu. Kekerasan ini berlangsung di saat pembacaraan damai antara AS dan Taliban kembali bergulir.

Sumber pejabat pemerintah menambahkan bahwa serangan itu menargetkan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di provinsi Kandahar. Taliban menggerebek kantor tersebut saat para pegawai KPU sedang bekerja mendata daftar calon peserta pemilihan presiden pada pemilu September mendatang. Taliban datang dengan empat mobil Humvee.

Setidaknya delapan petugas KPU dan 11 pasuka keamanan tewas dalam serangan itu, menurut keterangan pejabat pemerintah. Di samping itu, empat pelaku “bunuh diri” juga tewas, berdasarkan kepala kepolisian setempat.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dalam peryataan melalui juru bicaranya Qari Yousuf Ahmadi, Taliban mengatakan pejuangnya menewaskan sedikitnya 57 pasukan keamanan dan 11 lainnya dalam operasi tersebut.

Dalam serangan terpisah, pejuang Taliban menewaskan delapan tentara Afghanistan dan melukai delapan lainnya di sebuah pos pemeriksaan militer di distrik Balabulak provinsi Farah di Afghanistan barat, kata seorang pejabat setempat.

Mahmud Nuimi, wakil kepala Dewan Lokal di Farah, mengatakan bahwa pertempuran meletus di wilayahnya antara Taliban dan pasukan pemerintah. Baku tembak berakhir setelah pasukan pemerintah menerjunkan pasukan udara.

“Banyak pejuang Taliban tewas dalam serangan udara,” klaimnya.

BACA JUGA  Menteri PPPA Minta Orangtua dan Guru Awasi Penggunaan Internet pada Anak

Sampai saat ini belum ada kesepakatan gencatan senjata dengan Taliban, dan gerakan tersebut menolak segala bentuk gencatan selama pasukan asing belum meninggalkan Afghanistan.

Pertempuran antara pasukan Taliban dan Afghanistan meningkat meskipun pembicaraan damai antara para pemimpin Taliban dan para pejabat AS di Qatar untuk mengakhiri perang 18 tahun masih berlangsung.

Negosiasi Lanjutan

Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Taliban berjalan cepat di Doha saat Afghanistan bergerak menuju pemilihan presiden 28 September.

Pemerintah Qatar, yang memediasi proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Taliban, mengatakan pada Ahad bahwa kedua pihak membahas membahas teknis dua kesepakata besar; penarikan pasukan asing dari Afghanista dan jaminan Afghanistan tidak jadi sarang “teroris”.

“Kedua pihak menekankan keinginan bersama untuk bergerak cepat dan membuat kemajuan nyata,” kata kementerian luar negeri Qatar dalam sebuah pernyataan.

Saat ini, sekitar 20.000 tentara asing, sebagian besar pasukan Amerika, berada di Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO yang dipimpin AS. Misi mereka melatih, membantu, dan memberi nasihat militer kepada pasukan Afghanistan. Beberapa pasukan AS terlibat dalam operasi anti-terorisme.

Taliban menginginkan penarikan penuh pasukan asing sebelum pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan atau deklarasi gencatan senjata.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Membangun Peradaban dari Dunia Instan

Sesungguhnya fenomena seperti ini hanyalah fenomena gunung es. Otoritas keilmuan tak lagi berharga di hadapan dugaan berbalut teori konspirasi. Semua bangunan keilmuan, metode ilmiah yang telah  disusun dan diuji sekian lama, runtuh di atas hamparan dugaan-dugaan.

Ahad, 30/06/2019 17:40 0

Indonesia

Lima Pesan Ketua Muhammadiyah di Apel KOKAM, Salah Satunya untuk Pemegang Amanah Negara

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menggelar apel dan long march menyambut Muktamar Muhammadiyah tahun 2020.

Ahad, 30/06/2019 17:18 0

Indonesia

KOKAM Solo Raya Gelar Apel Persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-48

Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020 akan diselenggarakan di Surakarta

Ahad, 30/06/2019 14:27 0

Indonesia

Komentari Putusan MK, Din Syamsuddin: Rasa Keadilan Saya Terusik

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin mengatakan bahwa rakyat berhak menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres.

Sabtu, 29/06/2019 15:00 6

Video News

Apa Salah Mursi Bila Dibandingkan Dengan Sistem Militer Indonesia?

KIBLAT.NET- LP3ES menyelenggarakan Diskusi dengan tema: Demokrasi dan Peranan Militer dalam Politik (Kasus Kematian Mursi),...

Sabtu, 29/06/2019 13:01 0

Indonesia

Pasca Putusan MK, Mardani: Saatnya Membangun Oposisi Kritis dan Konstruktif

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan bahwa saat ini waktunya untuk membangun oposisi kritis dan konstruktif.

Jum'at, 28/06/2019 21:19 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Penghalang Kemenangan Umat Islam- Ust. Taqiyuddin, Lc.

KIBLAT.NET- Wasiat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad untuk menegakkan Agama Islam adalah untuk bersatu...

Jum'at, 28/06/2019 19:08 0

Indonesia

KAMMI Imbau Jokowi Tidak Bagi-bagi Kekuasaan

Kami akan tolak apabila ada bagi-bagi kekuasaan

Jum'at, 28/06/2019 18:23 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan untuk Selamatkan Perusahaan Dalam Negeri

Ketua PP Muhamamdiyah bidang ekonomi, Anwar Abbas menekankan bahwa masalah yang dihadapi Krakatau Steel, Giant dan perusahaan lain di negeri ini hendaklah menjadi perhatian kita bersama.

Jum'at, 28/06/2019 15:19 0

Profil

Syaikh Ali Belhaj, Tokoh Spiritual FIS Al-Jazair

Secara mengejutkan dua tokoh penting FIS, Abbas Madani dan Ali tertangkap tanpa perlawanan pada 30 Juni 1991. Ali dibawa ke sebuah lokasi yang tidak diketahui rimbanya.

Jum'at, 28/06/2019 14:38 0

Close