... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ajak Masyarakat Indonesia, One Care Bangun Gaza Water Station

Foto: One Care meluncurkan program kemanusiaan pembangunan Water Station di Gaza, Ahad 30-06-2019

KIBLAT.NET, Semarang – Jalur Gaza telah lama merasakan krisis kemanusiaan akibat penjajahan Israel. Wilayah enclave ini mengalami blokade total sejak tahun 2007. Semenjak blokade total itulah kehidupan terasa semakin berat di Gaza.

Sumber-sumber air bersih dikuasai sepenuhnya oleh penjajah. Penduduk Gaza hanya menikmati sisa-sisa air permukaan yang sudah terkontaminasi zat-zat beracun. Kontaminasi ini adalah hasil dari meresapnya limbah-limbah cair ke lapisan aquifer. Limbah cair yang tak terolah tersebut dibuang ke pantai-pantai Gaza, akibat dari matinya sistem pengolahan limbah, akibat minimnya pasokan listrik.

Hasil penelitian Gaza Water Authority mengungkapkan bahwa 97% air di Gaza tidak layak dikonsumsi oleh manusia.

Di tengah kondisi tersebut, rata-rata keluarga di Gaza harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk memperoleh air bersih. Mereka menghabiskan seperlima dari pendapatan bulanannya untuk membeli air. Bisa dibayangkan betapa mewahnya air bersih untuk penduduk Gaza.

Fakta tersebut di atas terungkap dalam Malam Amal dan Gala Dinner bertajuk “Separuh Hatiku di Gaza” yang dihelat oleh One Care, salah satu NGO yang memberikan perhatian penuh dalam masalah krisis kemanusiaan di Palestina.

“Dari latar belakang yang menyedihkan inilah, One Care mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mewujudkan Humanity Project di Gaza dalam bentuk pendirian Gaza Water Station,” ujar Direktur Utama One Care Mardi di Semarang, Ahad (30/06/2019).

BACA JUGA  Ubah Indonesia Jadi Lebih Baik, K.H. Ma’ruf Amin Ingin Teladani Perjuangan Rasulullah

Seperti yang dijelaskan oleh pria yang akrab disapa dengan Mas Mardi tersebut, sebelumnya One Care telah mendistribusikan air bersih untuk penduduk Gaza melalui mobil tangki air ke pemukiman penduduk. Salah satunya, mobile water tank tersebut disalurkan untuk penduduk di Kamp Nushairat, Gaza Tengah.

“Seperti motto yang kami usung, One Care memiliki cita-cita besar ingin hadir menjadi solusi dalam tiap permasalahan kemanusiaan,” sambungnya, menukil ungkapan “One Heart, One Solution”, yang menjadi motto lembaga kemanusiaan tersebut.

Kehadiran pemuda hafidz quran asal Gaza, Baraa Masoud, semakin menambah antusiasme peserta. Ia menceritakan beberapa kondisi di Gaza melalui bantuan penerjemah.

Acara yang digelar digelar di Semarang ini ditutup dengan taushiyah dan doa oleh dai sekaligus motivator nasional, Ustadz Umar Faqihuddin.

Reporter: Imam S.
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rudal “Asing” Tewaskan Delapan Komandan Organisasi Hurrasuddin Suriah

Awalnya SOHR menyebutkan korban tewas hanya dua komandan namun data itu diperbaharui.

Senin, 01/07/2019 14:14 0

News

Perang Menyala di Berbagai Penjuru Afghanistan, Negosiasi Damai Terus Bergulir

Taliban menggerebek kantor tersebut saat para pegawai KPU sedang bekerja mendata daftar calon peserta pemilihan presiden pada pemilu September mendatang. Taliban datang dengan empat mobil Humvee.

Senin, 01/07/2019 10:01 0

Turki

Turki Tanggapi Ancaman Khalifah Haftar

"Akan ada harga yang sangat mahal untuk setiap posisi permusuhan atau serangan. Kami akan merespons dengan cara yang paling efektif dan keras," kata Akkar kepada Anadolu Agency (AA), seperti dinukil AFP.

Senin, 01/07/2019 09:18 0

Afghanistan

Perundingan Taliban-AS di Qatar Mendekati Putaran Akhir

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan bahwa pihaknya dan Amerika Serikat sedang mencari "hasil nyata" dalam perundingan putaran ketujuh yang diadakan di ibukota Qatar, Doha.

Ahad, 30/06/2019 18:40 0

Palestina

Pembunuhan Warga Palestina Picu Protes Berhari-hari di Yerusalem Timur

Warga Palestina di Issawiya, Yerusalem Timur, melanjutkan protes untuk hari ketiga setelah tentara Israel membunuh Mohammad Obeid yang berusia 20 tahun pada hari Kamis.

Ahad, 30/06/2019 18:00 0

Artikel

Membangun Peradaban dari Dunia Instan

Sesungguhnya fenomena seperti ini hanyalah fenomena gunung es. Otoritas keilmuan tak lagi berharga di hadapan dugaan berbalut teori konspirasi. Semua bangunan keilmuan, metode ilmiah yang telah  disusun dan diuji sekian lama, runtuh di atas hamparan dugaan-dugaan.

Ahad, 30/06/2019 17:40 0

China

Aktivis Desak Pemimpin Negara-Negara G20 Bahas Soal Uighur

"Tidak ada kelompok etnis yang telah ditindas dan dibantai seperti Uighur"

Ahad, 30/06/2019 11:23 0

Video News

Apa Salah Mursi Bila Dibandingkan Dengan Sistem Militer Indonesia?

KIBLAT.NET- LP3ES menyelenggarakan Diskusi dengan tema: Demokrasi dan Peranan Militer dalam Politik (Kasus Kematian Mursi),...

Sabtu, 29/06/2019 13:01 0

Palestina

Hamas dan PLO Kompak Tolak Konferensi Manama

Konferensi Manama dinilai menipu rakyat Palestina.

Sabtu, 29/06/2019 12:53 0

Afrika

Haftar Perintahkan Pasukannya Serang Kapal dan Kepentingan Turki di Libya

Ia menuduh Turki mendukung pasukan lawannya, pasukan Pemerintah Rekonsiliasi Nasional, merebut kembali kota Gryan. Gyran merupakan tulang punggung utama pasukan Haftar dalam pertempurannya di selatan ibukota.

Sabtu, 29/06/2019 10:05 0

Close