... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pembunuhan Warga Palestina Picu Protes Berhari-hari di Yerusalem Timur

Foto: Para demonstran Palestina bertopeng melemparkan batu ke pasukan keamanan Israel di tengah-tengah bentrokan menyusul shalat Jumat di lingkungan Arab Jerusalem, Issawiya pada 28 Juni 2019, setelah seorang demonstran Palestina meninggal karena cedera yang diderita hari sebelumnya. (AFP)

KIBLAT.NET, Issawiya – Warga Palestina di Issawiya, Yerusalem Timur, melanjutkan protes untuk hari ketiga setelah tentara Israel membunuh Mohammad Obeid yang berusia 20 tahun pada hari Kamis.

Saksi mata mengatakan bahwa tentara membunuh Obeid meskipun nyawa mereka tidak terancam. Para pejabat Israel mengakui penembakan Obeid, namun mereka mengklaim khawatir dengan kembang api yang diluncurkan pada mereka dari jarak dekat. Pasukan Israel kemudian mengambil mayat Obeid dari sebuah mobil yang menuju ke rumah sakit Maqass di dekatnya.

Pengadilan Israel menolak untuk segera mengembalikan jenazahnya. Ahmad Budeiri, seorang reporter, mengatakan bahwa pengadilan memerintahkan jenazah itu dikembalikan dengan syarat keluarga setuju bahwa hanya empat orang yang akan menghadiri pemakaman atau mereka akan didenda 20.000 shekel ($ 5.000).

Keluarga menolak syarat tersebut. “Jika masalah kembalinya jenazah tidak tercapai, ini (protes) bisa dengan cepat meningkat,” kata Buderi.

Talal Abu Afifeh, kepala Forum Intelektual Yerusalem, mengatakan bahwa protes yang menyebabkan pembunuhan Obeid bertentangan dengan rencana “Perdamaian untuk Kesejahteraan” yang dipimpin AS.

“Protes di Issawiya menentang lokakarya ekonomi Bahrain dan telah meningkat sejak itu,” katanya. Abu Afifeh, yang tinggal di kamp pengungsi Shufat terdekat, mengatakan: “Orang-orang di kamp pengungsi Shufat, Sur Baher dan Qalandia telah melakukan protes terus menerus sejak Kamis,” katanya.

Ibu Obeid mengatakan bahwa putranya telah ditangkap beberapa kali oleh polisi Israel.

BACA JUGA  Palestina Rugi Rp35,3 Triliun Per Tahun Akibat Penjajahan Israel

Penduduk Issawiya telah menjadi sasaran penggerebekan dan penangkapan reguler oleh tentara dan polisi Israel selama bertahun-tahun, dengan rumah-rumah di kota itu sering dihancurkan.

Pintu masuk utama ke kota itu secara historis dekat dengan Hebrew University, tetapi ditutup oleh otoritas Israel selama Intifada Kedua tahun 2000-2005. Sekarang, hanya pejalan kaki yang bisa masuk melalui rute.

Warga Issawiya mengeluh bahwa mereka didiskriminasi demi Universitas Ibrani terdekat di Gunung Scopus, yang berkembang.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Membangun Peradaban dari Dunia Instan

Sesungguhnya fenomena seperti ini hanyalah fenomena gunung es. Otoritas keilmuan tak lagi berharga di hadapan dugaan berbalut teori konspirasi. Semua bangunan keilmuan, metode ilmiah yang telah  disusun dan diuji sekian lama, runtuh di atas hamparan dugaan-dugaan.

Ahad, 30/06/2019 17:40 0

Indonesia

Lima Pesan Ketua Muhammadiyah di Apel KOKAM, Salah Satunya untuk Pemegang Amanah Negara

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menggelar apel dan long march menyambut Muktamar Muhammadiyah tahun 2020.

Ahad, 30/06/2019 17:18 0

Indonesia

KOKAM Solo Raya Gelar Apel Persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-48

Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020 akan diselenggarakan di Surakarta

Ahad, 30/06/2019 14:27 0

Indonesia

Komentari Putusan MK, Din Syamsuddin: Rasa Keadilan Saya Terusik

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin mengatakan bahwa rakyat berhak menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres.

Sabtu, 29/06/2019 15:00 6

Video News

Apa Salah Mursi Bila Dibandingkan Dengan Sistem Militer Indonesia?

KIBLAT.NET- LP3ES menyelenggarakan Diskusi dengan tema: Demokrasi dan Peranan Militer dalam Politik (Kasus Kematian Mursi),...

Sabtu, 29/06/2019 13:01 0

Indonesia

Pasca Putusan MK, Mardani: Saatnya Membangun Oposisi Kritis dan Konstruktif

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan bahwa saat ini waktunya untuk membangun oposisi kritis dan konstruktif.

Jum'at, 28/06/2019 21:19 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Penghalang Kemenangan Umat Islam- Ust. Taqiyuddin, Lc.

KIBLAT.NET- Wasiat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad untuk menegakkan Agama Islam adalah untuk bersatu...

Jum'at, 28/06/2019 19:08 0

Indonesia

KAMMI Imbau Jokowi Tidak Bagi-bagi Kekuasaan

Kami akan tolak apabila ada bagi-bagi kekuasaan

Jum'at, 28/06/2019 18:23 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan untuk Selamatkan Perusahaan Dalam Negeri

Ketua PP Muhamamdiyah bidang ekonomi, Anwar Abbas menekankan bahwa masalah yang dihadapi Krakatau Steel, Giant dan perusahaan lain di negeri ini hendaklah menjadi perhatian kita bersama.

Jum'at, 28/06/2019 15:19 0

Profil

Syaikh Ali Belhaj, Tokoh Spiritual FIS Al-Jazair

Secara mengejutkan dua tokoh penting FIS, Abbas Madani dan Ali tertangkap tanpa perlawanan pada 30 Juni 1991. Ali dibawa ke sebuah lokasi yang tidak diketahui rimbanya.

Jum'at, 28/06/2019 14:38 0

Close