... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasca Kunjungan Pompeo, Dua Tentara AS Tewas di Afghanistan

Foto: Pasukan AS tewas/ilustrasi (Associated Press)

KIBLAT.NET, Kabul – Setidaknya 2 tentara AS dilaporkan tewas menyusul kontak senjata dengan pejuang-pejuang Taliban pada hari Rabu (26/06/2019) pagi waktu setempat. Tewasnya 2 anggota pasukan khusus AS itu menambah daftar panjang korban pasukan asing yang terbunuh di Afghanistan. Pejabat-pejabat Amerika mengklaim pertempuran dengan Taliban itu terjadi di provinsi Uruzgan selatan, sementara Taliban mengatakan di bagian timur provinsi Wardak.

Perbedaan keterangan lokasi pertempuran ini cukup menarik bagi para analis mengingat kedua provinsi Wardak dan Uruzgan tidak saling berbatasan. Sejumlah laporan terbaru mengkonfirmasi bahwa mujahidin Taliban mengambush pasukan AS. Insiden terbaru ini mengingatkan pada keputusan pemerintahan Trump untuk meningkatkan eskalasi perang pada tahun 2017. Demikian juga setiap menjelang musim panas Taliban mengumumkan operasi militer tahunan untuk mengusir pasukan asing dari Afghanistan.

Perang terus berlangsung, di saat bersamaan upaya negosiasi damai juga terus diupayakan. Menyikapi dua jalan yang berbeda dalam penyelesaian konflik di Afghanistan ini, yaitu dengan cara militer & politik, pejabat-pejabat AS buru-buru menegaskan bahwa hingga detik ini belum ada kesepakatan apapun yang sudah tercapai.

Tewasnya dua tentara AS ini terjadi dua hari setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melakukan kunjungan mendadak ke Kabul. Pompeo tiba di Kabul pada Senin (24/06/2019).

Ia mengkonfirmasi bahwa AS siap menarik pasukan dari Afghanistan dalam rangka mengakhiri pendudukan militer yang sudah berlangsung selama 18 tahun di negeri itu. Pompeo mengatakan pihaknya telah mengirim pesan secara jelas kepada Taliban bahwa Amerika siap untuk langkah penarikan tersebut, namun belum tercapai kesepakatan mengenai waktunya.

BACA JUGA  Taliban Serang Pangkalan Udara Terbesar AS di Afghanistan

Ini senada dengan yang disampaikan Taliban pekan lalu jelang pertemuan putaran ketujuh di Doha. Sebuah sumber memprediksi bahwa dalam pertemuan tersebut nantinya, kedua pihak Taliban & AS akan menyepakati satu atau dua poin dari empat isu utama yang selama ini diperdebatkan. Pertemuan Doha ini juga ditargetkan akan menghasilkan kesepakatan tentang kepastian tanggal penarikan pasukan asing pimpinan AS dari Afghanistan.

Dua isu utama yang menjadi perdebatan alot selama beberapa bulan terakhir adalah penarikan pasukan AS dan jaminan kontraterorisme pasca penarikan militer asing. Sementara soal gencatan senjata permanen dan upaya rekonsiliasi antara Taliban dengan pemerintah Afghan dukungan AS diharapkan akan menyusul kemudian.

Kesepakatan mengenahi jadwal penarikan pasukan Amerika dianggap sebagai langkah kunci yang menentukan bagi tercapainya sejumlah kesepakatan lainnya. Di lain pihak, pemerintah Afghan dukungan AS yang selama ini tidak nyaman dengan negosiasi langsung Taliban-AS berupaya melakukan manuver supaya rekonsiliasi bisa terwujud sebelum AS meninggalkan negeri itu.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pasca Putusan MK, Mardani: Saatnya Membangun Oposisi Kritis dan Konstruktif

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan bahwa saat ini waktunya untuk membangun oposisi kritis dan konstruktif.

Jum'at, 28/06/2019 21:19 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Penghalang Kemenangan Umat Islam- Ust. Taqiyuddin, Lc.

KIBLAT.NET- Wasiat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad untuk menegakkan Agama Islam adalah untuk bersatu...

Jum'at, 28/06/2019 19:08 0

Indonesia

KAMMI Imbau Jokowi Tidak Bagi-bagi Kekuasaan

Kami akan tolak apabila ada bagi-bagi kekuasaan

Jum'at, 28/06/2019 18:23 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan untuk Selamatkan Perusahaan Dalam Negeri

Ketua PP Muhamamdiyah bidang ekonomi, Anwar Abbas menekankan bahwa masalah yang dihadapi Krakatau Steel, Giant dan perusahaan lain di negeri ini hendaklah menjadi perhatian kita bersama.

Jum'at, 28/06/2019 15:19 0

Profil

Syaikh Ali Belhaj, Tokoh Spiritual FIS Al-Jazair

Secara mengejutkan dua tokoh penting FIS, Abbas Madani dan Ali tertangkap tanpa perlawanan pada 30 Juni 1991. Ali dibawa ke sebuah lokasi yang tidak diketahui rimbanya.

Jum'at, 28/06/2019 14:38 0

Video News

Tour De Batavia: Melacak Jejak Surkati di Betawi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagai ulama besar pendiri Al Irsyad Al Islamiyah dan guru sejumlah tokoh...

Jum'at, 28/06/2019 13:01 0

Indonesia

Kata Jokowi dan Prabowo Setelah Pengumuman Hasil Sidang MK

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Kamis (27/06/2019).

Jum'at, 28/06/2019 11:43 0

Indonesia

Ombudsman: Jangan Ada Maladminstrasi dalam Pemulangan WNI Eks ISIS

Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang dulu bergabung dalam kelompok ISIS dan telah menetap di wilayah konflik Suriah berkeinginan kembali ke Indonesia.

Jum'at, 28/06/2019 11:11 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Mursi Meninggal Akibat Represifitas Negara

"Saya ikut sedih karena kematiannya tragis, itulah akibat dari represifitas negara," ujarnya di kantor MUI, jalan Proklamasi, Rabu (26/06/2019).

Jum'at, 28/06/2019 11:00 1

Indonesia

Pesan Wantim MUI ke Presiden Terpilih: Tegakkan Keadilan bagi Seluruh Rakyat

Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin berharap kepada Presiden terpilih untuk mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

Jum'at, 28/06/2019 10:49 0

Close