... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Haftar Perintahkan Pasukannya Serang Kapal dan Kepentingan Turki di Libya

Foto: Jenderal Khalifa Haftar, mantan panglima militer Libya yang kini ingin rebut kekuasan dari Islamis

KIBLAT.NET, Tripoli – Pemimpin militer terkuat di Libya timur, Khalifah Haftar, Jumat malam (28/06/2019), memerintahkan pasukannya menyerang kapal-kapal Turki di perairan Libya dan semua target strategis milik Ankara. Perintah ini dikeluarkan setelah Haftar kehilangan kontrol kota strategis yang menjadi pintu masukannya menuju ibukota Tripoli.

Juru bicara militer Haftar, Ahmad Al-Mismari, mengatakan bahwa perintah ditujukan kepada angkatan udara untuk menargetkan kapal-kapal dan perahu Turki di wilayah perairan Libya dan angkatan darat untuk menyerang seluruh target strategis Turki.

“Perusahaan-perusahaan Turki, markas besar dan semua proyek milik negara Turki adalah target sah dari angkatan bersenjata dalam menanggapi agresi ini. Semua penerbangan ke dan dari Turki dihentikan dan kami akan menangkap semua orang Turki di wilayah Libya,” jelasnya.

Maskapai penerbangan Libya memiliki rute penerbangan reguler ke Turki dari bandara Metaita di Tripoli dan Misurata (barat).

Mismari tidak merinci bagaimana pasukannya akan dapat memberlakukan larangan terbang di daerah yang tidak di bawah kendalinya.

Ia menuduh Turki mendukung pasukan lawannya, pasukan Pemerintah Rekonsiliasi Nasional, merebut kembali kota Gryan. Gyran merupakan tulang punggung utama pasukan Haftar dalam pertempurannya di selatan ibukota.

Mismari mengatakan bahwa perintah ini dikeluarkan sebagai balasan atas invasi Turki ke Libya bebarapa hari terakhir yang menyebabkan tindakan sabotase di dalam wilayah Libya.

Ankara mendukung Pemerintah Rekonsiliasi Nasional yang diakui internasional dan berbasis di Tripoli. Sementara Riyadh dan Abu Dhabi mendukung Haftar, yang melakukan serangan untuk merebut Tripoli sejak awal April.

BACA JUGA  Sudan Lantik Seorang Ekonom Sipil Sebagai Perdana Menteri Baru

Libya jatuh dalam kekacauan sejak jatuhnya rezim Muammar Gaddafi pada 2011. Krisis di negara itu semakin dalam dengan dimulainya operasi militer pada 4 April untuk mengambil alih Tripoli, pusat pemerintahan Pemerintah Rekonsiliasi, oleh Haftar.

Setelah kemajuan pesat, pasukan Hafar tersandung di depan pintu Tripoli di hadapan pasukan yang setia kepada pemerintah Rekonsiliasi. Haftar mendapat pukulan menyakitkan pada Rabu lalu menyusul lepasnya kota Gyran.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pasca Putusan MK, Mardani: Saatnya Membangun Oposisi Kritis dan Konstruktif

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan bahwa saat ini waktunya untuk membangun oposisi kritis dan konstruktif.

Jum'at, 28/06/2019 21:19 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Penghalang Kemenangan Umat Islam- Ust. Taqiyuddin, Lc.

KIBLAT.NET- Wasiat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad untuk menegakkan Agama Islam adalah untuk bersatu...

Jum'at, 28/06/2019 19:08 0

Indonesia

KAMMI Imbau Jokowi Tidak Bagi-bagi Kekuasaan

Kami akan tolak apabila ada bagi-bagi kekuasaan

Jum'at, 28/06/2019 18:23 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan untuk Selamatkan Perusahaan Dalam Negeri

Ketua PP Muhamamdiyah bidang ekonomi, Anwar Abbas menekankan bahwa masalah yang dihadapi Krakatau Steel, Giant dan perusahaan lain di negeri ini hendaklah menjadi perhatian kita bersama.

Jum'at, 28/06/2019 15:19 0

Video News

Tour De Batavia: Melacak Jejak Surkati di Betawi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagai ulama besar pendiri Al Irsyad Al Islamiyah dan guru sejumlah tokoh...

Jum'at, 28/06/2019 13:01 0

Indonesia

Kata Jokowi dan Prabowo Setelah Pengumuman Hasil Sidang MK

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Kamis (27/06/2019).

Jum'at, 28/06/2019 11:43 0

Indonesia

Ombudsman: Jangan Ada Maladminstrasi dalam Pemulangan WNI Eks ISIS

Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang dulu bergabung dalam kelompok ISIS dan telah menetap di wilayah konflik Suriah berkeinginan kembali ke Indonesia.

Jum'at, 28/06/2019 11:11 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Mursi Meninggal Akibat Represifitas Negara

"Saya ikut sedih karena kematiannya tragis, itulah akibat dari represifitas negara," ujarnya di kantor MUI, jalan Proklamasi, Rabu (26/06/2019).

Jum'at, 28/06/2019 11:00 1

Indonesia

Pesan Wantim MUI ke Presiden Terpilih: Tegakkan Keadilan bagi Seluruh Rakyat

Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin berharap kepada Presiden terpilih untuk mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

Jum'at, 28/06/2019 10:49 0

Indonesia

Pesan Wantim MUI ke MK: Jangan Bermain-main dengan Keadilan Rakyat

"Amanatnya bagi lembaga hukum itu menegakkan keadilan secara berkeadilan, jangan sampai keadilan itu kemudian terabaikan"

Kamis, 27/06/2019 19:57 1

Close