... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Diserang Pasukan Assad, Seorang Tentara Turki Tewas

Foto: Pos pengamatan Turki di Suriah

KIBLAT.NET, Idlib – Seorang tentara Turki tewas dan tiga lainnya cedera pada Kamis (27/06/2019) ketika pos pengamatan mereka di wilayah Idlib Suriah diserang oleh tembakan dan mortir. Demikian laporan Kementerian Pertahanan Turki.

“Serangan itu diluncurkan dari wilayah yang dikuasai pasukan Suriah dan dinilai telah dilakukan dengan sengaja,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan. “Mereka yang terluka dievakuasi dan mulai menerima perawatan.”

Kementerian mengatakan atase Rusia di Ankara dipanggil ke markas militer sehubungan dengan serangan itu. Kementerian menambahkan bahwa serangan itu akan dibalas.

“Militer Turki kemudian menembaki posisi pasukan Suriah dari tempat serangan itu diluncurkan,” kata kementerian itu kemudian.

Ikhbariyah TV milik rezim Suriah mengklaim pada hari Jumat, bahwa pasukan Suriah menanggapi serangan setelah lebih dari 18 peluru menargetkan wilayah rezim di pedesaan Hama barat laut.

Serangan serupa dilakukan pada pos-pos pengamatan Turki di wilayah tersebut awal bulan ini. Militer Turki membalas dengan senjata berat.

Rusia menjadi pendukung Presiden Suriah Bashar Assad. Sementara Turki, yang terlihat mendukung oposisi, turut mensponsori perjanjian de-eskalasi sejak tahun lalu. Kesepakatan itu goyah dalam beberapa bulan terakhir, memaksa ratusan ribu warga sipil mengungsi.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan untuk Selamatkan Perusahaan Dalam Negeri

Ketua PP Muhamamdiyah bidang ekonomi, Anwar Abbas menekankan bahwa masalah yang dihadapi Krakatau Steel, Giant dan perusahaan lain di negeri ini hendaklah menjadi perhatian kita bersama.

Jum'at, 28/06/2019 15:19 0

Video News

Tour De Batavia: Melacak Jejak Surkati di Betawi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagai ulama besar pendiri Al Irsyad Al Islamiyah dan guru sejumlah tokoh...

Jum'at, 28/06/2019 13:01 0

Indonesia

Kata Jokowi dan Prabowo Setelah Pengumuman Hasil Sidang MK

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Kamis (27/06/2019).

Jum'at, 28/06/2019 11:43 0

Indonesia

Ombudsman: Jangan Ada Maladminstrasi dalam Pemulangan WNI Eks ISIS

Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang dulu bergabung dalam kelompok ISIS dan telah menetap di wilayah konflik Suriah berkeinginan kembali ke Indonesia.

Jum'at, 28/06/2019 11:11 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Mursi Meninggal Akibat Represifitas Negara

"Saya ikut sedih karena kematiannya tragis, itulah akibat dari represifitas negara," ujarnya di kantor MUI, jalan Proklamasi, Rabu (26/06/2019).

Jum'at, 28/06/2019 11:00 1

Indonesia

Pesan Wantim MUI ke Presiden Terpilih: Tegakkan Keadilan bagi Seluruh Rakyat

Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin berharap kepada Presiden terpilih untuk mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

Jum'at, 28/06/2019 10:49 0

Indonesia

Pesan Wantim MUI ke MK: Jangan Bermain-main dengan Keadilan Rakyat

"Amanatnya bagi lembaga hukum itu menegakkan keadilan secara berkeadilan, jangan sampai keadilan itu kemudian terabaikan"

Kamis, 27/06/2019 19:57 1

Indonesia

ICMI Minta Keributan di Media Sosial Dihentikan Setelah MK Putuskan Sengketa Pilpres

"Jika Hakim MK telah memutuskan perselisihan Pilpres 2019, sudah jangan ribut-ribut lagi di media sosial"

Kamis, 27/06/2019 15:39 0

Indonesia

Akun Resmi Ustadz Abdul Somad Hilang dari Instagram?

Ustadz Abdul Somad (UAS) merupakan salah satu pemuka agama yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam berdakwah.

Kamis, 27/06/2019 15:09 0

Indonesia

Jika Info 30 Teroris Tidak Jelas, Din Syamsuddin Anggap Moeldoko Asal Ngomong

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menekankan bahwa Moeldoko harus menjelaskan soal adanya indikasi 30 teroris berangkat ke Jakarta.

Kamis, 27/06/2019 14:55 0

Close