Din Syamsuddin: Mursi Meninggal Akibat Represifitas Negara

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengatakan bahwa kematian presiden kelima Mesir Muhammad Mursi dikarenakan sikap negaranya yang represif.

“Saya ikut sedih karena kematiannya tragis, itulah akibat dari represifitas negara,” ujarnya di kantor MUI, jalan Proklamasi, Rabu (26/06/2019).

Mantan ketua MUI Periode 2014-2015 itu menyebut bahwa pengangkatan Mursi sebagai presiden melalui proses pemilu yang demokratis. Namun Mursi dilengserkan karena ada pihak yang tidak setuju dia menjadi presiden.

“Kita serahkan pada proses hukum yang berlaku di sana (Mesir), tapi tidak bisa ditutup-tutupi. Itulah kadangkala demokrasi didesakkan di sebuah negara Islam, tapi ketika selesai pemilu Mesir, masih ada pihak yang tidak setuju,” ujarnya.

Ia pun menyebut bahwa negara demokratis tidak seperti itu. Melainkan pimpinan negara adalah yang dipilih masyarakat sebagi aspiran yang sesungguhnya.

‘Tapi itu adalah urusan rakyat Mesir, kita serahkan dan saya mendengar juga pidato terakhir ya sangat menyedihkan,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat