... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tujuh Hal Masih Jadi Tanda Tanya terkait Kematian Mursi

Foto: Presiden Mesir kelima Muhammad Mursi

KIBLAT.NET – Seruan penyelidikan independen ramai mengemuka terkait penyebab kematian Muhammad Mursi. Presiden kelima Mesir pertama itu meninggal pada hari Senin, 17 Juni 2019, setelah hampir enam tahun dipenjara oleh Presiden Abdul Fattah al-Sisi.

Pihak berwenang Mesir mengklaim Mursi meninggal karena serangan jantung fatal di pengadilan Kairo. Namun, tekanan untuk penyelidikan terus meningkat, bergabung dengan seruan dari PBB, Human Rights Watch (HRW) dan Amnesty International.

Seiring dengan tekanan yang meningkat, berikut adalah tujuh pertanyaan teratas yang belum dijawab oleh otoritas Mesir, meskipun mereka bersikeras bahwa Mursi meninggal secara alamiah, jauh sebelum penyelidikan dilakukan.

1. Kesehatan Mursi yang buruk telah banyak didokumentasikan selama bertahun-tahun, mengapa ia tidak diberikan perawatan medis yang memadai?

Saat muncul di pengadilan pada Juni 2017, Mursi meminta untuk berbicara dengan pengacaranya tentang ‘kejahatan’ yang dideritanya di penjara. Namun permintaannya ditolak.

Sebagai gantinya, sebuah laporan kesehatan resmi disajikan selama persidangan di pengadilan. Dinyatakan bahwa ia dalam keadaan sehat dengan tekanan darah tinggi.

Menulis di Washington Post tahun lalu, Abdullah Mursi, putra mantan presiden, mengatakan ayahnya kehilangan sebagian besar penglihatannya di satu mata saat di penjara karena perawatan kesehatan yang tidak memadai.

“Kami khawatir pihak berwenang Mesir melakukan ini dengan sengaja, karena mereka ingin melihatnya mati ‘dari sebab alami’ sesegera mungkin,” tulisnya.

Berbicara kepada HRW, keluarga Mursi menjelaskan bagaimana dia pingsan dua kali dan mengalami koma karena diabetes selama minggu pertama Juni 2017.

Menurut direktur HRW MENA Sarah Leah Whitson, Mursi mengatakan kepada keluarganya bahwa seorang ahli medis memberitahu bahwa dia membutuhkan operasi untuk penglihatannya yang semakin memburuk, tetapi dia tidak pernah bisa mendapatkannya.

Satu-satunya perhatian medis yang diterima Mursi, menurut HRW, adalah pemeriksaan tekanan darah atau kadar gula sesekali oleh seorang perawat atau dokter.

“Tidak ada perawatan medis tambahan yang diberikan. Dia bahkan dipaksa untuk membeli insulin sendiri,” menurut kelompok itu.

Sementara mantan presiden Husni Mubarak, sebaliknya, menerima perhatian medis penuh. Mubarak, digulingkan selama protes musim semi Arab, dipindahkan ke rumah sakit militer dari penjara setelah ia mengalami masalah kesehatan.

2. Mengapa Mursi ditinggalkan di kurungannya selama 20 menit setelah dia pingsan?

Ketika Mursi pingsan di pengadilan selama persidangan atas tuduhan spionase, dia ditahan di dalam sangkar kaca kedap suara yang dipasang untuk memastikan dia tidak bisa bicara sesuka hati.

Jaksa penuntut umum Mesir menyatakan bahwa pemimpin berusia 67 tahun itu segera dilarikan ke rumah sakit, tempat dia dinyatakan meninggal.

Abdullah al-Haddad, yang ayah dan saudara lelakinya juga diadili bersama Mursi, menceritakan kisah yang berbeda. Dia menggambarkan bagaimana pasukan keamanan meninggalkan mantan presiden itu tergeletak di lantai kurungannya selama lebih dari 20 menit.

“Dia dibiarkan merosot untuk sementara waktu sampai para penjaga membawanya keluar,” kata al-Haddad kepada The Independent, sambil menambahkan bahwa tidak ada tindakan pertolongan pertama yang diberikan di dalam kurungan. Ambulans baru tiba 30 menit kemudian.

3. Mengapa Mursi ditolak untuk menyajikan bukti yang bisa membuat dirinya bebas?

Di saat-saat terakhirnya, Mursi mendesak hakim untuk membiarkannya berbagi rahasia yang bisa membebaskannya. Dia mengatakan perlu berbicara dalam sesi tertutup untuk mengungkapkan informasi itu, permintaan yang berulang kali diminta oleh presiden yang digulingkan di masa lalu tetapi tidak pernah dikabulkan.

Jika Mursi mengklaim memiliki bukti yang mungkin memengaruhi proses hukumnya, mengapa itu tidak didengar? Lamanya kasus, dan hukuman penjara tanpa jaminan selama waktu itu mungkin telah berkontribusi pada penurunan kesehatannya.

4. Mengapa Mursi ditahan di Penjara “Kalajengking” yang terkenal dengan penyiksaan?

Penjara Tora, juga dijuluki ‘Penjara Kalajengking’, telah digambarkan sebagai “makam tahanan politik” dan secara luas dikecam karena kondisinya yang tidak manusiawi dengan berbagai teknik penyiksaan.

Pada hari Selasa, Rupert Colville, Juru Bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, menyerukan penyelidikan apakah kondisi yang dihadapi Mursi selama hampir enam tahun dalam tahanan menyebabkan dia meninggal.

“Setiap kematian mendadak dalam tahanan harus diikuti oleh penyelidikan yang cepat, tidak memihak, menyeluruh dan transparan yang dilakukan oleh badan independen untuk mengklarifikasi penyebab kematian,” katanya.

Crispin Blunt, mantan ketua komite pemilihan urusan luar negeri di parlemen Inggris, juga menyerukan penyelidikan menyeluruh.

Blunt memimpin peninjauan independen oleh anggota parlemen Inggris pada bulan Maret tahun lalu yang menyimpulkan bahwa kondisi Mursi menyebabkan kematiannya yang prematur. Ia juga mengecam perlakuan yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabatnya.

Menyusul kematian Mursi, Blunt mengatakan: “Kami menemukan bahwa penahanannya dapat memenuhi ambang batas untuk penyiksaan sesuai dengan hukum Mesir dan internasional. Kami menemukan bahwa syarat-syarat penahanan Dr. Morsi akan sangat menarik bagi seluruh rantai komando sehingga presiden saat ini [mantan kepala angkatan darat Abdul Fattah al-Sisi] pada prinsipnya dapat bertanggung jawab atas kejahatan penyiksaan, yang merupakan kejahatan yurisdiksi universal.”

Blunt mengatakan kekhawatiran utamanya adalah penyakit hati dan diabetes Mursi yang tidak diobati.

5. Mengapa Mursi ditahan di sel isolasi?

Mursi disimpan di sel isolasi berulang kali selama enam tahun, selama 23 jam sehari, bahkan setelah kesehatannya memburuk; hukuman fisik dan psikologis biasanya hanya diperuntukkan bagi penjahat yang menjadi ancaman bagi narapidana lainnya.

Sebagai seorang tahanan politik yang sakit yang tidak mungkin melakukan ancaman fisik atau risiko melarikan diri dari penjara dengan keamanan maksimum, mengapa ia terisolasi?

6. Mengapa Mursi tidak dimakamkan secara biasa?

“Saya tidak percaya bahwa ini adalah kematian normal,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dia mengecam penguburan rahasia Mursi, dengan hanya beberapa anggota keluarganya yang hadir. Lebih penting lagi, hal yang diklaim oleh otoritas Mesir bahwa penyelidikan atas kondisi kematiannya akan dilakukan. Namun mengapa ia segera dimakamkan hanya beberapa jam setelah kematiannya?

Sementara itu permintaan keluarga untuk mengubur Mursi di kota asalnya ditolak.

7. Apakah otoritas Mesir terkejut dengan kematian Mursi, sementara orang lain banyak yang meninggal dalam tahanan?

Mursi bukanlah tahanan pertama yang menyerah pada kondisi penjara yang keras di Mesir. Dalam 100 hari pertama pemerintahan al-Sisi saja, HRW melaporkan setidaknya 35 orang tewas dalam tahanan.

Dari 35, lima belas kasus teridentifikasi penyebab kematiannya: tiga belas karena kegagalan untuk memberikan perawatan medis, dan dua melibatkan penganiayaan fisik.

Jumlahnya bisa jauh lebih tinggi, dengan lembaga-lembaga hak asasi manusia mengkritik kurangnya akses mereka untuk mengamati kondisi tahanan.

Jika ada preseden untuk kematian tahanan selama penahanan, dapatkah kematian Mursi ditafsirkan dengan hati nurani yang baik sebagai kecelakaan karena sebab alamiah, atau justru sikap abai yang telah direncanakan sebelumnya?

Sumber: TRT World
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ICMI Minta Keributan di Media Sosial Dihentikan Setelah MK Putuskan Sengketa Pilpres

"Jika Hakim MK telah memutuskan perselisihan Pilpres 2019, sudah jangan ribut-ribut lagi di media sosial"

Kamis, 27/06/2019 15:39 0

Indonesia

Akun Resmi Ustadz Abdul Somad Hilang dari Instagram?

Ustadz Abdul Somad (UAS) merupakan salah satu pemuka agama yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam berdakwah.

Kamis, 27/06/2019 15:09 0

Indonesia

Jika Info 30 Teroris Tidak Jelas, Din Syamsuddin Anggap Moeldoko Asal Ngomong

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menekankan bahwa Moeldoko harus menjelaskan soal adanya indikasi 30 teroris berangkat ke Jakarta.

Kamis, 27/06/2019 14:55 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Membela Agama Allah

Khutbah Jumat: Membela Agama Allah

Kamis, 27/06/2019 12:45 0

Suara Pembaca

Pembubaran Pengajian; Saat Cinta Tanah Air Melebihi Cinta Sesama Muslim

Lalu, bagaimana jika yang membubarkan mempunyai dasar yaitu untuk menangkal ajaran khilafah islamiyah dan HTI?

Kamis, 27/06/2019 12:38 0

Indonesia

Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Heran Ahmad Fanani Ditetapkan Tersangka

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo mempertanyakan penetapan tersangka mantan bendahara Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani.

Kamis, 27/06/2019 06:42 0

Indonesia

Kemenag: Pendanaan 10.000 Kuota Haji Tambahan Sudah Terpenuhi

Beberapa bulan lalu Indonesia mendapatkan tambahan kuota 10.000 jamaah haji dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz.

Kamis, 27/06/2019 01:55 0

Indonesia

Ketua Yayasan Ponpes Al-Ikhlash: Tabligh Akbar Ustadz Felix Tetap Berjalan

Ketua Yayasan Ponpes Al-Ikhlash Lamongan, Ustadz Azhari Dipo Kusumo menegaskan bahwa tabligh akbar Ustadz Felix Siauw di Pesantren miliknya tetap berjalan

Rabu, 26/06/2019 19:03 0

Indonesia

PCNU Lamongan Tolak Tabligh Akbar Ustadz Felix Siauw di Ponpes Al-Ikhlash

Ketua PCNU Lamongan, Supandi Awaluddin menolak kedatangan Ustadz Felix Siauw di Lamongan.

Rabu, 26/06/2019 18:09 3

Indonesia

Kawal Putusan MK, Massa Gelar Demo di Patung Kuda

Koordinator aksi, Ustadz Bernard Abdul Jabar mengungkapkan, peserta aksi datang sendiri ke tempat demonstrasi, meski polisi melarang.

Rabu, 26/06/2019 18:03 0

Close