... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dua Mantan Menteri Mesir Lapor Komisi HAM PBB, Desak Penyelidikan Kematian Mursi

Foto: Presiden Mesir kelima Muhammad Mursi

KIBLAT.NET, Kairo – Dua mantan menteri Mesir di era pemerintahan Muhammad Mursi mendesak komisi hak asasi manusia PBB untuk menyelidiki wafatnya mantan presiden yang ambruk saat menjalani persidangan itu. Melalui kuasa hukumnya, mereka menyebut kematian Mursi disengaja.

Mantan menteri investasi Yehia Hamed dan dan menteri perencanaan Amr Darrag, keduanya menjabat di era kabinet Mursi, memberikan kuasa kepada sebuah firma hukum di London bernama ITN pasca kematian presiden yang terpilih secara demokratis itu. Kantor pengacara ITN pada Senin (24/06/2019) melayangkan surat kepada Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) untuk menyelidiki “keadaan penahanan dan kematian Presiden Mursi”.

Dalam laporannya, ITN menyertakan laporan sejumlah anggota parlemen Inggris pada 2018 silam. Laporan penyelidikan itu menyebut kondisi penahanan Mursi “kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat, termasuk kurangnya perawatan medis, yang dapat menyebabkan kematian”.

“Kami khawatir jika doktor Dr. tidak diberikan bantuan medis segera, kerusakan pada kesehatannya mungkin permanen dan kemungkinan hidupnya akan berakhir,” ungkap laporan itu.

Dalam suratnya kepada OHCHR, Tim Pengacara ITN menyatakan kematian Mursi telah dapat diprediksi dan disengaja. “Tampaknya ini ditujukan sebagian bagian dari penghapusan secara sistematis terhadap pemerintahan yang terpilih secara demokratis dan kelanjutan penindasan terhadap oposisi,” kata pihak ITN.

Selain mendesak dilakukannya penyelidikan, tim pengacara ITN juga menawarkan bantuan kepada OHCHR jika badan HAM PBB itu memutuskan untuk menggelar penyelidikan atas kasus kematian Mursi. Tawaran yang yang diberikan di antaranya akses kepada dua mantan menteri yang menjadi klien mereka, juga anggota parlemen Inggris yang melakukan penyelidikan pada 2018.

“Kami dapat membantu OHCHR dengan memberikan bukti rinci tentang keadaan yang mengarah pada kematian Dr Morsi,” ungkap pihak ITN dalam suratnya.

Sumber: Middle East Eye
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ICMI Minta Keributan di Media Sosial Dihentikan Setelah MK Putuskan Sengketa Pilpres

"Jika Hakim MK telah memutuskan perselisihan Pilpres 2019, sudah jangan ribut-ribut lagi di media sosial"

Kamis, 27/06/2019 15:39 0

Indonesia

Akun Resmi Ustadz Abdul Somad Hilang dari Instagram?

Ustadz Abdul Somad (UAS) merupakan salah satu pemuka agama yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam berdakwah.

Kamis, 27/06/2019 15:09 0

Indonesia

Jika Info 30 Teroris Tidak Jelas, Din Syamsuddin Anggap Moeldoko Asal Ngomong

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menekankan bahwa Moeldoko harus menjelaskan soal adanya indikasi 30 teroris berangkat ke Jakarta.

Kamis, 27/06/2019 14:55 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Membela Agama Allah

Khutbah Jumat: Membela Agama Allah

Kamis, 27/06/2019 12:45 0

Suara Pembaca

Pembubaran Pengajian; Saat Cinta Tanah Air Melebihi Cinta Sesama Muslim

Lalu, bagaimana jika yang membubarkan mempunyai dasar yaitu untuk menangkal ajaran khilafah islamiyah dan HTI?

Kamis, 27/06/2019 12:38 0

Indonesia

Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Heran Ahmad Fanani Ditetapkan Tersangka

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo mempertanyakan penetapan tersangka mantan bendahara Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani.

Kamis, 27/06/2019 06:42 0

Indonesia

Kemenag: Pendanaan 10.000 Kuota Haji Tambahan Sudah Terpenuhi

Beberapa bulan lalu Indonesia mendapatkan tambahan kuota 10.000 jamaah haji dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz.

Kamis, 27/06/2019 01:55 0

Indonesia

Ketua Yayasan Ponpes Al-Ikhlash: Tabligh Akbar Ustadz Felix Tetap Berjalan

Ketua Yayasan Ponpes Al-Ikhlash Lamongan, Ustadz Azhari Dipo Kusumo menegaskan bahwa tabligh akbar Ustadz Felix Siauw di Pesantren miliknya tetap berjalan

Rabu, 26/06/2019 19:03 0

Indonesia

PCNU Lamongan Tolak Tabligh Akbar Ustadz Felix Siauw di Ponpes Al-Ikhlash

Ketua PCNU Lamongan, Supandi Awaluddin menolak kedatangan Ustadz Felix Siauw di Lamongan.

Rabu, 26/06/2019 18:09 3

Indonesia

Kawal Putusan MK, Massa Gelar Demo di Patung Kuda

Koordinator aksi, Ustadz Bernard Abdul Jabar mengungkapkan, peserta aksi datang sendiri ke tempat demonstrasi, meski polisi melarang.

Rabu, 26/06/2019 18:03 0

Close