... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Al-Qaidah Tumbuh Lebih Kuat di Bawah Naungan Taliban

Foto: Ilustrasi Al-Qaidah.

KIBLAT.NET, Kabul – Laporan terbaru sebuah tim monitoring Dewan Keamanan PBB menyebutkan bahwa al-Qaidah masih merupakan sekutu kuat bagi Taliban, demikian juga sebaliknya. Dan memang, dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya al-Qaidah tumbuh menjadi lebih kuat dan lebih aktif selama beroperasi di bawah naungan Taliban di Afghanistan. Sementara sebagian pihak menggambarkan Taliban sebagai sebuah organisasi yang murni nasionalis, PBB mencatat bahwa Taliban adalah mitra utama bagi seluruh kelompok jihadis yang beroperasi di Afghanistan, tentu dengan perkecualian ISIS cabang Khurasan yang terus berupaya mendeligitimasi Imarah Islam (Taliban).

Saat ini diketahui para agen al-Qaidah banyak yang menjadi pelatih/instruktur maupun ustadz pengajar agama bagi anggota-anggota Taliban dan keluarganya. Termasuk adanya laporan PBB, meski belum teridentifikasi identitas dan tanggal kedatangan mereka bahwa sejumlah anggota al-Qaidah yang datang ke Afghanistan berasal dari Mesir.

PBB menilai selama ini Taliban menjalin kerja sama dan terus memiliki hubungan kuat dengan al-Qaidah, AQIS (al-Qaidah cabang anak benua India), Jaringan Haqqani yang sudah menjadi bagian integral dari Taliban, LeT (Lashkar-e-Tayyiba), Gerakan Islam Uzbekistan (IMU), Gerakan Islam Turkistan Timur (TIP), termasuk dengan sekitar 20 kelompok jihadis lainnya baik global maupun regional.

“Dengan mendapatkan tempat yang aman di Afghanistan, di samping mereka juga punya misi & kepentingan sendiri, para pejuang asing itu terus beroperasi di banyak provinsi Afghan tanpa hambatan di bawah perlindungan Taliban,” demikian badan dunia itu memperingatkan.

Menegaskan kembali laporan sebelumnya, PBB mengatakan al-Qaidah masih menganggap Afghanistan sebagai tempat yang aman bagi markas komando jajaran pimpinan mereka. Hal itu berdasarkan pertimbangan bahwa sudah sejak lama mereka memiliki hubungan kuat dengan Taliban. Pemimpin al-Qaidah Syaikh Aiman adz-Dzawahiri, Hamzah bin Ladin, dan para pemimpin Taliban berulangkali menegaskan pentingnya aliansi antara kedua entitas jihadis tersebut.

BACA JUGA  Kabul Bebaskan Anggota Taliban, Termasuk Komandan

Para analis PBB memaparkan kompilasi singkat yang dilengkapi dengan data grafis mengenai jejak al-Qaidah. Dikatakan bahwa al-Qaidah ingin memperkuat kehadiran mereka di provinsi Badakhshan, terutama di distrik Shighnan, yang berbatasan dengan Tajikistan. Turkistan Islamic Party (TIP) yang merupakan bagian dari jaringan internasional al-Qaidah juga eksis secara signifikan di Badakhshan. Selain itu, al-Qaidah sangat ingin memperkuat posisi/kehadiran mereka di distrik Barmal provinsi Paktika yang juga didominasi Jaringan Haqqani. Al-Qaidah juga mengkonsentrasikan kekuatan di perbatasan Afghanistan-Pakistan dengan bekerja sama dengan Lashkar-e-Tayyiba (LeT) dan Jaringan Haqqani.

Terkait kekuatan personal, PBB memperkirakan jumlah pejuang asing di Afghanistan secara keseluruhan antara 8.000 s/d 10.000 pejuang yang terafiliasi dengan al-Qaidah dan kelompok-kelompok jihadis lainnya, termasuk ISIS.

PBB mengatakan dengan mengutip pernyataan pejabat Afghan bahwa jumlah anggota al-Qaidah diperkirakan 240 orang yang sebagian besar di provinsi Badakhshan, Kunar, dan Zabul. Para kader, calon pemimpin, dan mentor al-Qaidah juga dilaporkan aktif di Helmand dan Kandahar. LWJ mengakui bahwa mengestimasi jumlah personil jihadis sangat sulit. Dari beberapa kali upaya tersebut dilakukan, terbukti cenderung underestimate dan tidak akurat. Di antara sebabnya adalah peneliti PBB sulit membedakan apakah individu atau kelompok itu al-Qaidah ataukah “hanya” sekutu dekat al-Qaidah. Garis batas antara al-Qaidah dengan kelompok-kelompok jihadis lain seringnya tidak jelas, di samping para pejuang mujahidin kerap bergonta-ganti bendera organisasi.

Utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad, saat ini adalah orang yang paling aktif mendorong ke arah kesepakatan damai AS dengan Taliban. Sebelumnya Khalilzad pernah menyatakan ke media bahwa ia cukup puas dengan jaminan kontraterorisme Taliban, meskipun faktanya gerakan jihadis itu sama sekali belum memutus hubungan dengan al-Qaidah maupun organisasi jihadis lainnya di Afghanistan seperti yang disebut di atas. Para analis PBB menulis bahwa Taliban terus menikmati dukungan dan pengakuan dari al-Qaidah di Afghanistan.

BACA JUGA  Kabul Umumkan Kematian Pemimpin AQIS, Taliban Anggap Berita Propaganda

Demikian juga, al-Qaidah belum terlihat ada indikasi ke arah pengkhianatan. Sebagaimana catatan PBB, al-Qaidah bahkan merilis pernyataan-pernyataan yang menegaskan Imarah Islam Afghanistan merupakan sebuah contoh yang baik bagi Umat Islam untuk diikuti. Dalam video di bulan Agustus 2018, adz-Dzawahiri menyatakan Imarah Islam Afghanistan merupakan episentrum upaya penegakan kembali khilafah Islamiyah, dan mendorong seluruh kaum Muslimin untuk mendukung Taliban dalam perang melawan pasukan Salib di Afghanistan dan di mana saja di seluruh dunia.

Aliansi Taliban dan al-Qaidah sebagaimana yang diuraikan dalam laporan PBB beroperasi di seluruh kawasan baik regional maupun global. Mereka bukan hanya eksis dan beroperasi di Afghanistan. LWJ menilai sangat tidak mungkin kelompok-kelompok jihadis seperti mereka akan berhenti beraktifitas meskipun seandainya pasukan Barat dan AS pergi meninggalkan Afghanistan.

AQIS diketahui telah merencanakan serangan di Pakistan, sementara mereka menjalani aktifitas di kamp-kamp jihadis di Afghanistan dan negara-negara sekitarnya. Lashkar-e-Tayyiba memerangi pasukan India di Kashmir dan melancarkan serangan berskala besar di dalam negeri India. Demikian juga Gerakan Taliban Pakistan (TTP) berjuang melawan pemerintah dan bekerja sama dengan Jaringan Haqqani. Di samping eksis dan beroperasi di Afghanistan, sejumlah kelompok jihadis seperti Katibah Imam al-Bukhari (KIB) dan Turkistan Islamic Party (TIP) juga ikut berperang di Suriah.

Sumber: TLWJ
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jika Info 30 Teroris Tidak Jelas, Din Syamsuddin Anggap Moeldoko Asal Ngomong

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menekankan bahwa Moeldoko harus menjelaskan soal adanya indikasi 30 teroris berangkat ke Jakarta.

Kamis, 27/06/2019 14:55 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Membela Agama Allah

Khutbah Jumat: Membela Agama Allah

Kamis, 27/06/2019 12:45 0

Suara Pembaca

Pembubaran Pengajian; Saat Cinta Tanah Air Melebihi Cinta Sesama Muslim

Lalu, bagaimana jika yang membubarkan mempunyai dasar yaitu untuk menangkal ajaran khilafah islamiyah dan HTI?

Kamis, 27/06/2019 12:38 0

Indonesia

Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Heran Ahmad Fanani Ditetapkan Tersangka

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo mempertanyakan penetapan tersangka mantan bendahara Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani.

Kamis, 27/06/2019 06:42 0

Indonesia

Kemenag: Pendanaan 10.000 Kuota Haji Tambahan Sudah Terpenuhi

Beberapa bulan lalu Indonesia mendapatkan tambahan kuota 10.000 jamaah haji dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz.

Kamis, 27/06/2019 01:55 0

Indonesia

Ketua Yayasan Ponpes Al-Ikhlash: Tabligh Akbar Ustadz Felix Tetap Berjalan

Ketua Yayasan Ponpes Al-Ikhlash Lamongan, Ustadz Azhari Dipo Kusumo menegaskan bahwa tabligh akbar Ustadz Felix Siauw di Pesantren miliknya tetap berjalan

Rabu, 26/06/2019 19:03 0

Indonesia

PCNU Lamongan Tolak Tabligh Akbar Ustadz Felix Siauw di Ponpes Al-Ikhlash

Ketua PCNU Lamongan, Supandi Awaluddin menolak kedatangan Ustadz Felix Siauw di Lamongan.

Rabu, 26/06/2019 18:09 3

Indonesia

Kawal Putusan MK, Massa Gelar Demo di Patung Kuda

Koordinator aksi, Ustadz Bernard Abdul Jabar mengungkapkan, peserta aksi datang sendiri ke tempat demonstrasi, meski polisi melarang.

Rabu, 26/06/2019 18:03 0

Indonesia

Temuan KontraS: Mayoritas Penyiksaan Terjadi di Kantor Polisi dan Lapas

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Indriyani mengatakan bahwa provinsi paling dominan terjadi penyiksaan adalah Sumatera Utara.

Rabu, 26/06/2019 17:43 0

Indonesia

Amnesty: Kewarganegaraan Eks ISIS di Suriah Tak Bisa Seenaknya Dicabut

Peneliti Amnesty International Indonesia, Papang Hidayat menilai ada dua opsi untuk WNI eks ISIS di Suriah yang ingin kembali ke Indonesia.

Rabu, 26/06/2019 17:33 0

Close