... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mesir Tangkap Orang-orang yang Dituduh Rencanakan Makar

Foto: Presiden Mesir, Abdel Fatah Al-Sisi berbicara di hadapan Majelis Umum PBB di New York pada Selasa (19/09)

KIBLAT.NET, Kairo – Pihak berwenang Mesir telah menangkap setidaknya delapan orang dengan tuduhan memiliki rencana untuk melakukan makar terhadap pemerintah. Penangkapan itu mendapat kecaman oleh Amnesty International.

Amnesty sebelumnya menggambarkan Mesir sebagai “penjara terbuka”, di mana tidak ada ruang bagi oposisi atau pelaporan independen.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan bahwa Zyad Elelaimy, mantan legislator dan anggota Partai sekuler Mesir Sosial Demokrat, ditangkap bersama dengan tujuh orang lain.

Dalam pernyataan pada Selasa (25/06/2019), tersebut Kementerian menyatakan bahwa mereka yang ditangkap setia kepada Ikhwanul Muslimin, yang ditetapkan sebagai kelompok “teroris” oleh otoritas pada 2013.

Pihak berwenang mengatakan mereka juga mengidentifikasi dan menargetkan 19 perusahaan dan “entitas ekonomi” milik para pemimpin Ikhwanul Muslimin dan “unsur-unsur provokator” yang setia padanya.

Perlu diketahui, Partai yang dinaungi Elelaimy adalah salah satu kelompok protes utama dalam pemberontakan 2011 yang menyebabkan kepergian penguasa lama Husni Mubarak, tetapi juga menentang pemerintah Muhammad Mursi, seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin yang menjadi presiden pertama yang dipilih secara bebas di negara itu pada 2012.

Mursi digulingkan setahun kemudian dalam kudeta militer yang dipimpin oleh kepala militer saat itu Abdel Fattah el-Sisi dan diikuti penangkapan. Pekan lalu, dia pingsan saat tampil di pengadilan di ibukota, Kairo, dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Kematian Mursi memicu kritik terhadap pemerintah el-Sisi, dengan kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduhnya menganiaya mantan presiden dan gagal memberikan perawatan medis yang memadai atau hak tahanan, tuduhan yang dibantah pihak berwenang Mesir.

BACA JUGA  UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

Penangkapan Aktivis Sekuler

Dalam pernyataannya, Kemendagri Mesir menuduh Elelaimy dan tahanan lainnya terlibat dalam sebuah rencana yang dibiayai melalui para pemimpin Ikhwanul Muslimin di luar negeri “untuk melakukan tindakan kekerasan dan kekacauan terhadap institusi negara secara bersamaan dengan menciptakan keadaan momentum revolusioner”.

Mereka menuduh lima orang di luar Mesir, termasuk mantan kandidat presiden Ayman Nour dan tokoh-tokoh TV terkemuka Moataz Matar dan Mohamed Nasser karena terlibat dalam dugaan persekongkolan itu.

Ekonom Omar el-Shenety dan jurnalis Hossam Monis dan Hisham Fouad juga ditangkap. Monis adalah manajer kampanye untuk pemimpin oposisi Hamdeen Sabahi, kandidat yang mencalonkan diri melawan el-Sisi dalam pemilihan presiden 2014. El-Sisi memenangkan suara itu dengan hampir 97 persen.

Abdelaziz el-Husseini, seorang pemimpin senior di Karama, atau partai Dignity, mengatakan Elelaimy dan Monis mengambil bagian dalam pertemuan dengan partai-partai politik dan legislator oposisi untuk membahas kemungkinan-kemungkinan untuk ikut dalam pemilihan parlemen 2020. Pertemuan terbaru mereka terlambat pada hari Senin di Kairo.

“Pertemuan publik ini sah. Mereka adalah anggota partai yang sah dan sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Ikhwan,” katanya kepada kantor berita The Associated Press.

Pertemuan itu termasuk Gerakan Demokrasi Sipil (CDM), sebuah koalisi partai-partai liberal dan berhaluan kiri, yang menyerukan pembebasan mereka.

Dalam sebuah pernyataan, CDM membantah Elelaimy dan yang lainnya yang ditangkap memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.

BACA JUGA  Meski Dilarang, Ratusan Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

Salah satu rekan Elelaimy meyakini penangkapan itu terkait dengan langkah koalisi untuk mencari lebih banyak anggota untuk mempersiapkan pemilihan tahun depan.

“Kami tidak ada hubungannya dengan IM. Saya benar-benar heran dan saya tidak tahu mengapa keamanan akan marah karena kami ingin mengambil bagian dalam pemilihan dalam kerangka hukum dan konstitusi,” anggota CDM Khaled Dawoud kepada kantor berita Reuters.

Amnesty mengkritik penangkapan itu sebagai bagian dari “penganiayaan sistematis pemerintah Mesir dan tindakan brutal terhadap siapa pun yang berani mengkritik mereka.”

“Tindakan keras tidak meninggalkan keraguan tentang visi pihak berwenang untuk kehidupan politik di Mesir; sebuah penjara terbuka tanpa oposisi, kritik atau pelaporan independen diperbolehkan,” kata Magdalena Mughrabi, direktur penelitian Amnesty di Afrika Utara.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Sistem Zonasi, KPAI: Harus Ada Pemerataan Guru

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberi catatan terhadap penerapan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Rabu, 26/06/2019 10:10 0

Indonesia

Amnesty International Indonesia Tegaskan Mesir Gagal Penuhi Hak Mursi

Peneliti Amnesty International Indonesia, Papang Hidayat menilai bahwa ada pelanggaran HAM yang serius ketika Mursi berada di tahanan.

Rabu, 26/06/2019 01:26 0

Indonesia

Kalau Hanya Bicara Dianggap Makar, Orang Papua Banyak yang Ditangkap

Peneliti Amnesty International Indonesia, Papang Hidayat menyoroti kebebasan berpendapat di Indonesia.

Rabu, 26/06/2019 01:13 0

Indonesia

Soal Kisruh 22 Mei, Amnesty International Indonesia Bakal Surati Jokowi

Amnesty International Indonesia berencana menyurati Presiden Jokowi terkait dengan dugaan pelanggaran HAM saat kericuhan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selasa, 25/06/2019 21:57 0

Indonesia

Kajiannya di Masjid Fatahillah Dibatalkan, Ustadz Felix Siauw: Alhamdulillah Bukan Alim yang Menolak

Ustadz Felix Siauw angkat suara terkait pembatalan kajian beliau di Masjid Fatahillah.

Selasa, 25/06/2019 19:56 2

Indonesia

Kemkominfo: Kecanggihan Teknologi Banyak Disalahgunakan Untuk Sebar Hoaks

KIBLAT.NET,  Jakarta – Kasubdit Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI,...

Selasa, 25/06/2019 19:33 0

Indonesia

Hari Anti Penyiksaan, Komnas HAM Soroti Perlakuan Kejam di Tahanan Indonesia

Komnas HAM dorong ratifikasi Konvensi Internasional Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia (CAT)

Selasa, 25/06/2019 19:10 0

Opini

Prof. Eddy, Postulat Hukum, dan Harapan Masyarakat Indonesia

Ketika Ruang sidang mendadak menjadi ruang kuliah.

Selasa, 25/06/2019 19:00 0

Indonesia

Bimas Islam Paparkan Program Kerja Ramah Disabilitas

KIBLAT.NET, Jakarta – Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Dr. Muhammadiyah Amin memaparkan berbagai program kerja...

Selasa, 25/06/2019 18:45 0

Opini

Pengungsi dan Tatanan Dunia Masa Kini

Pegungsi adalah mereka yang terpaksa meninggalkan rumahnya karena melarikan diri dari konflik, kekacauan, serta tindak persekusi yang mengintai mereka.

Selasa, 25/06/2019 16:39 0

Close