Amnesty International Indonesia Tegaskan Mesir Gagal Penuhi Hak Mursi

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Amnesty International Indonesia, Papang Hidayat menilai bahwa ada pelanggaran HAM yang serius ketika Mursi berada di tahanan. Yang paling nampak adalah keadaan Mursi yang ditahan secara berlebihan.

“Amnesty menemukan pelanggaran HAM serius terhadap tahanan. Selama dia ditahan, ada periode berbulan-bulan dia ditahan sendirian, Amnesty menolak penahanan terisolir,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung Amnesty International Indonesia, di Jakarta pada Selasa (25/06/2019).

“Orang itu harus komuniasi, karena manusia itu makhluk sosial. Secara fisik nggak dipukulin, tapi secara mental bisa hancur,” ujarnya.

Papang memaparkan bahwa Mursi juga punya penyakit bawaan. Misalnya ada penyakit ginjal, diabetes dan segala macam. Namun penanganannya tidak memadai.

“Kematian dia sangat kuat diduga dikarenakan dari perlakuan yang dia terima selama di penjara. Perlakuan dia di penjara selama bertahun-tahun, itu berpengaruh terhadap kesehatan dia,” tegasnya.

Menurutnya, meskipun dia sebagai tahanan, ada hak yang harus didapat. Menurut kita, lanjut Papang, pemerintah Mesir gagal memberikan hak hak terpidana buat Mursi.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat