... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Ingin Korban Jiwa Jatuh, Alasan Trump Batal Serang Iran

KIBLAT.NET, Washington – Kamis malam pekan lalu (20/06/2019) adalah momen kekhawatiran banyak orang sejak beberapa waktu sebelumnya akan kemungkinan terjadinya perang antara AS dengan Iran. Dalam perkembangannya, pada Jumat (21/06/2019) Presiden Trump diduga meninjau kembali setelah berdiskusi beberapa hal dengan jajarannya sebelum akhirnya Trump betul-betul membatalkan serangan hanya 10 menit sebelum perang pecah dan menjadi kenyataan.

Trump merilis perintah serangan terhadap Iran pada hari Kamis (20/06) sebelumnya hingga pada tahap jet-jet tempur AS dalam kondisi siap siaga di udara dan dalam perjalanan untuk menyerang 3 target Iran, sebelum pada akhirnya Trump mengubah keputusan. Pejabat-pejabat militer, para diplomat, dan pejabat terkait AS lainnya saat itu pun berada dalam menit-menit terakhir menunggu serangan yang ujung-ujungnya tidak pernah terjadi.

Sepuluh menit di Jumat itu merupakan detik-detik krusial, dan cara Trump membuat rencana dan keputusan juga bermasalah. Nampaknya yang terjadi adalah, Trump mulai menanyakan kembali di jam-jam terakhir secara spesifik kira-kira berapa jumlah korban di pihak Iran yang akan tewas akibat perintah serangannya tersebut. Dan para jenderal militer menjawab sekitar 150 orang.

Inilah jawaban yang mengubah permainan. Trump pada awalnya hanya memerintahkan untuk melakukan serangan balasan atas jatuhnya sebuah pesawat drone AS yang ditembak Iran, dan untuk saat ini pertimbangan Trump benar bahwa membunuh 150 orang sangat tidak sebanding dengan kehilangan 1 unit drone. Di menit-menit terakhir inilah Trump membatalkan serangan, sekali lagi hanya berselang 10 menit sebelum rudal pertama ditembakkan.

BACA JUGA  Buntut Pengiriman S-400, AS Putus Kerjasama Jet Tempur F-35 dengan Turki

Seperti sedang kebingungan, Trump kemudian beralih ke isu lain yang “tidak nyambung” dengan mengatakan di Twitter bahwa Iran tidak akan pernah dibolehkan memiliki senjata nuklir. Tentu saja, rencana serangan yang hampir menyebabkan perang terbuka AS-Iran itu tidak ada hubungannya dengan isu ini. Trump lalu membeberkan ulang betapa besar resiko yang terjadi akibat sanksi Washington terhadap Iran, dan betapa Iran sudah melemah akibat sanksi tersebut.

Meski agak rumit dan bermasalah, para politisi hawkish atau pendukung perang di pemerintahan Trump bagaimanapun juga sudah berhasil “memprovokasi” Trump untuk menandatangani sebuah perintah perang pada hari Kamis. Dan, pernyataan Trump berikutnya di Twitter menunjukkan bahwa kerugian 1 unit drone bukan merupakan masalah besar yang bisa menyeret ke sebuah perang terbuka. Pembatalan perang pada hari Jumat lalu oleh Trump tetap menyisakan kekhawatiran bahwa Trump bisa jadi akan memerintahkan serangan lain yang berskala kecil dan bisa dilancarkan sewaktu-waktu, atau setidaknya membalas dengan sesuatu yang berbeda dengan rencana serangan pada hari Kamis pekan lalu yang ia tidak harus kembali menanyakan berapa jumlah korbannya.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Antara Kisruh Industri Penerbangan dalam Negeri dan Kecakapan Pemimpin

Kekisruhan industri penerbangan bisa saja menjadi alat ukur kecakapan para pemimpin negeri.

Senin, 24/06/2019 15:41 0

Indonesia

Terkait Sengketa Hasil Pilpres, Fahri Hamzah: e-KTP Biang Masalahnya

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fahri Hamzah mengatakan bahwa...

Senin, 24/06/2019 15:16 0

Indonesia

Pengacara Prabowo-Sandi Optimistik Menang di MK

BW menyebutkan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang diajukan pihaknya di MK, berdasarkan alat bukti yang dimiliki tidak mampu ditampik oleh KPU

Senin, 24/06/2019 13:57 0

Suara Pembaca

Antara Ketahanan Politik dan Ketahanan Keluarga

Politik dan keluarga nyatanya saling bertautan dan saling berkaitan.

Senin, 24/06/2019 13:39 0

Indonesia

DSKS Gelar Jalan Sehat Untuk Eratkan Ukhuwah Umat Islam

Jalan sehat ini diharapkan dapatmendinginkan suasana pasca sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Ahad, 23/06/2019 18:44 0

Indonesia

Jejak Perjuangan Syaikh Ahmad Surkati di Tanah Betawi

Syaikh Ahmad Surkati adalah pendiri Al Irsyad Al Islamiyah dan guru sejumlah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia

Ahad, 23/06/2019 18:05 0

Khazanah

Begini Cara Khalifah Ali bin Abi Thalib Wujudkan Peradilan Bersih, Adil, dan Bermartabat

Menegakkan keadilan merupakan unsur terpenting dalam syariat Islam. Dalam banyak ayat, Allah Ta’ala selalu mengingatkan umat ini agar selalu berpegang pada prinsip keadilan. Ketegasan perintah ini di antaranya Allah Ta’ala tunjukkan dengan menggandengkan prinsip keadilan bersamaan hakikat iman seorang muslim. Artinya, selama dalam dirinya ada keimanan maka keadilan harus senantiasa diperjuangkan.

Sabtu, 22/06/2019 17:16 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah, MA : Mereka yang Dijamin 8 Pintu Surga

KIBLAT.NET- Siapakah mereka yang dijamin masuk 8 pintu surga? Yuk simak di sini! Editor: Abdullah...

Sabtu, 22/06/2019 10:00 0

Indonesia

IGI Kritisi Jokowi Soal Instruksi Revisi Sistem Zonasi

"Sistem ini sudah berjalan selama tiga tahun dan terus mengalami perubahan menuju cita-cita tersebut. Perintah presiden merevisi justru merupakan sebuah kemunduran terhadap upaya mencapai cita-cita semua sekolah sama baiknya," kata Ramli melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (21/06/2019).

Sabtu, 22/06/2019 07:29 1

Artikel

Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Mencari Makna Ketuhanan (Bag. 3)

Memandang Piagam Jakarta menjadi satu momok menakutkan bertentangan dengan kenyataan sejarah. Faktanya, Piagam Jakarta justru menjadi titik awal Pancasila

Sabtu, 22/06/2019 00:40 0

Close