... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hari Anti Penyiksaan, Komnas HAM Soroti Perlakuan Kejam di Tahanan Indonesia

Foto: Konferensi pers Komnas HAM jelang Hari Anti Penyiksaan yang diperingati setiap tanggal 26 Juni

KIBLAT.NET, Jakarta – Setiap tanggal 26 Juni komunitas internasional memperingati Hari Anti Penyiksaan yang bermula dari disahkannya Konvensi Anti Penyiksaan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 26 Juni 1987. Ironisnya, Komnas HAM mencatat penyiksaan dan perlakuan kejam masih ditemui di tahanan Indonesia.

Jelang peringatan Hari Anti Penyiksaan, sejumlah lembaga HAM menyerukan penghentian penyiksaan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bersama Komisi Nasional Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ombudsman Republik lndonesia (ORI), dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkapkan masih terjadi penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi dalam tahanan di Indonesia.

“Kami menemukan masih adanya bentuk-bentuk penyiksaan dan perlakuan kejam serta merendahkan martabat yang terjadi di tempat-tempat penahanan di Indonesia,” ujar Komisioner Komnas HAM, Sandrayati Moniaga di kantornya, Jalan Latuharhari Jakarta Pusat, Selasa (25/06/2019).

Ia menyebut bentuk penyiksaan yang terjadi di tahanan salah satunya adalah kelebihan kapasitas (over-capacity). Selain itu juga minimnya pelayanan kesehatan dalam Lapas, terbatasnya alokasi anggaran bagi warga binaan, hingga tidak berimbangnya jumlah petugas dengan warga binaan. Dia juga menyebut adanya terpidana hukuman mati yang menjalani hukuman lebih dari 10 tahun, bahkan hingga 40 tahun.

Menurutnya, bentuk-bentuk perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat juga dialami oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan Penyandang Disabilitas Mental (PDM) di panti-panti sosial dan Rumah Sakit Jiwa. “Misalnya masih adanya metode pemasungan, minimnya sarana, prasarana dan tenaga kesehatan dan beberapa temuan lainnya yang merupakan bentuk-bentuk penyiksaan,” ujarnya.

BACA JUGA  74 Tahun Indonesia Merdeka, Muhammadiyah: Masalah Ekonomi Masih Jadi PR

Perlindungan hak asasi manusia, kata Sandrayati, merupakan aspek yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian yang layak. Salah satu bentuk kerangka pencegahan penyiksaan dan tindakan tak manusiawi yang efektif adalah dengan meratifikasi Optional Protocol CAT (OpCAT). “OpCAT bersifat complimentary yang akan membantu komitmen negara terhadap CAT,” ujarnya.

CAT adalah Konvensi Internasional Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia. Sandrayati mengungkapkan OpCAT bertujuan mencegah penyiksaan dan perlakuan sewenangwenang lainnya dengan membentuk sebuah sistem yang terdiri dari kunjungan berkala ke seluruh tempat yang diduga terdapat pencerabutan kebebasan di dalam jurisdiksi dan kendali negara pihak.

“Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia perlu meratifikasi OpCAT untuk legitimasi moral bagi perlindungan WNl dimanapun,” jelasnya.

Jika langkah itu dilakukan akan memberikan nilai lebih pada Indonesia di mata dunia internasional sebagai negara yang memiliki komitmen dalam perlindungan hak asasi manusia.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Prof. Eddy, Postulat Hukum, dan Harapan Masyarakat Indonesia

Ketika Ruang sidang mendadak menjadi ruang kuliah.

Selasa, 25/06/2019 19:00 0

Opini

Pengungsi dan Tatanan Dunia Masa Kini

Pegungsi adalah mereka yang terpaksa meninggalkan rumahnya karena melarikan diri dari konflik, kekacauan, serta tindak persekusi yang mengintai mereka.

Selasa, 25/06/2019 16:39 0

Video News

Syaikh Abdallah Batarfie: Kami Ingin Jakarta Kembali Jadi Kota Pergerakan Moral

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagai ulama besar pendiri Al Irsyad Al Islamiyah dan guru sejumlah tokoh...

Selasa, 25/06/2019 11:31 0

Video Kajian

Ust. Abu Harits, Lc : Inilah Umat yang Selalu Menang!

KIBLAT.NET- Siapakah umat yang Allah SWT jamin mereka akan selalu menang? Simak di sini! Editor:...

Selasa, 25/06/2019 10:00 0

Video News

Apa Kata Ridwan Saidi tentang Syaikh Surkati?

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagai ulama besar pendiri Al Irsyad Al Islamiyah dan guru sejumlah tokoh...

Selasa, 25/06/2019 09:58 0

Amerika

Tak Ingin Korban Jiwa Jatuh, Alasan Trump Batal Serang Iran

Di menit-menit terakhir inilah Trump membatalkan serangan, sekali lagi hanya berselang 10 menit sebelum rudal pertama ditembakkan

Selasa, 25/06/2019 08:25 0

Suriah

JWT Buka Pertempuran di Garis Kontak di Pedesaan Hama

Ia menambahkan bahwa taktik yang diterapkan beberapa waktu terakhir ini cukup efektif dan berhasil memberi kemenangan di lapangan.

Selasa, 25/06/2019 08:11 0

Wilayah Lain

PBB: Tolak Terima Anak-anak ISIS Cerminkan Kekejaman Tak Bertanggung Jawab

Penolakan kewarganegaraan kepada anak-anak setelah semua yang mereka derita mencerminkan kekejaman yang tidak bertanggung jawab

Selasa, 25/06/2019 06:53 0

Afghanistan

Taliban Ultimatum Media-media di Afghanistan yang Nistakan Jihad dan Mujahidin

Jika dalam kurun waktu maksimal sepekan tidak menghentikannya, para pejuang kami tidak lagi menganggap kantor-kantor kalian sebagai kantor media, namun target militer yang sah. Karena kalian telah membantu musuh.

Senin, 24/06/2019 17:10 0

Suara Pembaca

Antara Kisruh Industri Penerbangan dalam Negeri dan Kecakapan Pemimpin

Kekisruhan industri penerbangan bisa saja menjadi alat ukur kecakapan para pemimpin negeri.

Senin, 24/06/2019 15:41 0

Close