... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di ASEAN Summit 2019, Duterte Kritisi Alotnya Negosiasi Sengketa Laut Cina Selatan

KIBLAT.NET, Manila – Presiden Rodrigo Duterte menyatakan keprihatinan dan kekecewaannya atas lambatnya proses negosiasi lanjutan untuk Code of Conduct atau kode etik terkait sengketa di Laut Cina Selatan pada hari Minggu, 23 Juni 2019.

Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo mengatakan, Duterte menyampaikan hal ini pada forum ASEAN Summit ke-34 di Thailand pada hari Minggu (23/06/2019).

“Presiden menjelaskan bahwa semakin lama penundaan untuk kesimpulan awal kode etik, semakin tinggi kemungkinan insiden kelautan terjadi dan semakin besar peluang untuk kesalahan perhitungan yang mungkin lepas kendali,” kata Panelo dalam sebuah pernyataan.

Duterte, tambah Panelo, menyerukan perlindungan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang dihormati waktu.

Pernyataan Duterte muncul di tengah kritik keras terhadap reaksi pemerintahannya terhadap tenggelamnya kapal nelayan Filipina oleh kapal Tiongkok di Recto Bank (Reed Bank), yang merupakan bagian dari zona ekonomi eksklusif Filipina. Nelayan dan awak F/ B Gem-Ver ditinggalkan di laut, dan akhirnya diselamatkan oleh kapal Vietnam.

Duterte, yang dikenal karena menentang kritik-kritik yang mengarah p[adanya, justru mengeluarkan tanggapan sangat hati-hati terhadap Cina, ketika ia “meremehkan” apa yang terjadi dengan menyebutnya sebagai kecelakaan maritime kecil.

Presiden juga telah menyetujui investigasi gabungan Filipina-China, yang ditentang Wakil Presiden Leni Robredo dan beberapa senator. Tetapi Panelo mengatakan pada hari Minggu bahwa pernyataan Duterte pada KTT ASEAN menunjukkan dia tidak terikat atau takut pada negara asing.

BACA JUGA  Waktunya Tiba, Pejuang Bangsamoro Serahkan Senjata ke Pemerintah Filipina

“(Presiden, red.) mengatakan bahwa dia percaya diri dalam mengartikulasikan secara jelas dan tegas posisi Filipina mengenai kepentingannya di pentas global,” tambah Panelo.

Duterte juga berterima kasih kepada Vietnam, kepada Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, dia mengatakan bahwa tindakan kebaikan dan belas kasihan mereka terhadap para nelayan Filipina akan selalu diingat oleh rakyat Filipina.

Sejak Duterte naik ke tampuk kekuasaan pada 2016, hubungan antara Filipina dan Cina semakin menguat setelah hubungan kedua Negara yang selalu tegang di bawah pemerintahan Aquino terkait sengketa Laut Filipina Barat.

Sementara itu, penyelesaian masalah terkait sengketa klaim terhadap Laut Cina Selatan antara Cina dan beberapa Negara ASEAN memang menjadi tantangan berat yang harus segera diselesaikan. Sebelumnya Cina dan ASEAN telah menyepakati draft negosiasi kode etik pada perhelatan KTT Bisnis dan Investasi ASEAN yang digelar di Singapura, November tahun lalu.

Sumber: Rappler
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pengacara Prabowo-Sandi Optimistik Menang di MK

BW menyebutkan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang diajukan pihaknya di MK, berdasarkan alat bukti yang dimiliki tidak mampu ditampik oleh KPU

Senin, 24/06/2019 13:57 0

Suara Pembaca

Antara Ketahanan Politik dan Ketahanan Keluarga

Politik dan keluarga nyatanya saling bertautan dan saling berkaitan.

Senin, 24/06/2019 13:39 0

Indonesia

DSKS Gelar Jalan Sehat Untuk Eratkan Ukhuwah Umat Islam

Jalan sehat ini diharapkan dapatmendinginkan suasana pasca sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Ahad, 23/06/2019 18:44 0

Indonesia

Jejak Perjuangan Syaikh Ahmad Surkati di Tanah Betawi

Syaikh Ahmad Surkati adalah pendiri Al Irsyad Al Islamiyah dan guru sejumlah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia

Ahad, 23/06/2019 18:05 0

Khazanah

Begini Cara Khalifah Ali bin Abi Thalib Wujudkan Peradilan Bersih, Adil, dan Bermartabat

Menegakkan keadilan merupakan unsur terpenting dalam syariat Islam. Dalam banyak ayat, Allah Ta’ala selalu mengingatkan umat ini agar selalu berpegang pada prinsip keadilan. Ketegasan perintah ini di antaranya Allah Ta’ala tunjukkan dengan menggandengkan prinsip keadilan bersamaan hakikat iman seorang muslim. Artinya, selama dalam dirinya ada keimanan maka keadilan harus senantiasa diperjuangkan.

Sabtu, 22/06/2019 17:16 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah, MA : Mereka yang Dijamin 8 Pintu Surga

KIBLAT.NET- Siapakah mereka yang dijamin masuk 8 pintu surga? Yuk simak di sini! Editor: Abdullah...

Sabtu, 22/06/2019 10:00 0

Indonesia

IGI Kritisi Jokowi Soal Instruksi Revisi Sistem Zonasi

"Sistem ini sudah berjalan selama tiga tahun dan terus mengalami perubahan menuju cita-cita tersebut. Perintah presiden merevisi justru merupakan sebuah kemunduran terhadap upaya mencapai cita-cita semua sekolah sama baiknya," kata Ramli melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (21/06/2019).

Sabtu, 22/06/2019 07:29 1

Artikel

Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Mencari Makna Ketuhanan (Bag. 3)

Memandang Piagam Jakarta menjadi satu momok menakutkan bertentangan dengan kenyataan sejarah. Faktanya, Piagam Jakarta justru menjadi titik awal Pancasila

Sabtu, 22/06/2019 00:40 0

Artikel

Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Menuju Kompromi (Bag. 2)

Lahirnya Piagam Jakarta bukan berarti tanpa keberatan. Dari kalangan non-muslim, Johannes Latuharhary yang berlatar belakang pendidikan hukum, misalnya menyatakan keberatan atas tujuh kata dalam sila pertama.

Jum'at, 21/06/2019 23:37 0

Indonesia

Datangi Muhammadiyah, Delegasi Bangsamoro Bahas Soal Pendidikan

Delegasi dari Kementerian Pendidikan Bangsamoro bertemu dengan Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah di Pusat Dakwah Muhammadiyah.

Jum'at, 21/06/2019 22:25 0

Close