... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Antara Kisruh Industri Penerbangan dalam Negeri dan Kecakapan Pemimpin

Foto: Ilustrasi pesawat Citilink (Foto: @mezakbow/instagram).

NegeriPenulis: Mela Ummu Nazry Najmi (Pemerhati Generasi)

Sejumlah kalangan meminta agar kebijakan pemerintah dalam memperbaiki kinerja industri penerbangan mempertimbangkan aspek kepentingan nasional. Wacana mendatangkan maskapai asing untuk menggarap rute domestik justru dinilai sebagai bentuk ketidakmampuan otoritas dalam mengelola bisnis penerbangan dalam negeri.

Pengamat penerbangan Cheppy Hakim mengatakan, rencana mengundang maskapai asing juga bertentangan dengan Konvensi Chicago 1944 mengenai asas sabotase penerbangan. Menurutnya, memperbolehkan maskapai asing melayani penerbangan domestik bertabrakan dengan artikel tujuh Konvensi Chicago 1944 yang menyebutkan bahwa negara memiliki hak untuk menolak (right to refuse).

“Gambaran sederhananya, kalau kita undang maskapai asing, itu simbolisasi atau refleksi bahwa kita tidak punya kemampuan mengelola. Kenapa undang maskapai asing kalau kita bisa,” ungkap Cheppy di Jakarta belum lama ini.

Cheppy berpendapat, wacana mengundang maskapai asing juga dilematis di tengah upaya pemerintah mengambil alih kepemilikan asing dari Ibu Pertiwi. (Jakarta, okezone.com, 2019)

Rencana mengundang penerbangan  asing untuk menggarap penerbangan domestik mengundang pro dan kontra serta kisruh ditengah masyarakat, yang dinilai sebagai solusi yang sangat tidak tepat, tersebab bisa memberikan peluang tergadainya kedaulatan industri penerbangan dalam negeri dan kedaulatan negara.

Wacana dan rencana seperti ini semakin menunjukkan dan mengukuhkan bahwa saat ini sistem hidup kita diatur oleh sistem hidup sekuler kapitalis yang sungguh sangat rusak dan merusak, dan membuka banyak celah penjajahan bagi negeri dan kesengsaraan bagi anak negeri.

Betapa tidak, sistem sekuler kapitalis akan menjadikan setiap solusi atas masalah kehidupan sekedar bersandar pada hitungan untung-rugi. Dan pemegang kendali kebijakan publik atas solusi masalah kehidupan masyarakat tidak terkecuali masalah mahalnya tiket penerbangan adalah para kapitalis. Dan pemegang otoritas kebijakan publik sistem sekuler kapitalis adalah para pemilik modal kakap, para kapitalis dunia, dan tentunya kapitalis asing.

Akibatnya, negara hampir tidak akan pernah bisa menjaga kedaulatan negeri dan mengurusi urusan masyarakat dengan cara yang benar. Tersebab terlalu besarnya tekanan asing dalam proses upaya negara dalam mengurusi urusan warga negaranya. Inilah implikasi negatif akibat diadopsinya sistem hidup sekuler kapitalis dalam menjalankan roda kepemimpinan dan kenegaraan.

BACA JUGA  Joko Santoso, Takmir Masjid Penderita Stroke Butuh Bantuan Kita

Akar Masalah

Sebetulnya, masalah pokok ketika terjadi kenaikan tiket harga pesawat terbang adalah akibat tingginya biaya operasional dunia penerbangan. Entah biaya pembelian avtur sebagai bahan bakar pesawat terbang ataupun biaya lainnya. Akibat ketergantungan negeri terhadap produk asing, padahal sejatinya dalam negeri bisa menyediakan semua produk yang diperlukan dalam dunia penerbangan. Apa yang tidak ada di Indonesia ? Semua tersedia. Sampai tongkat, kayu, dan batu saja bisa jadi tanaman. Sebuah gambaran jika Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam yang dibutuhkan manusia, semua ada dan tersedia.

Jika permasalahannya seperti itu, maka solusinya adalah dengan menurunkan harga avtur dan segala produk yang berhubungan dengan pesawat terbang dan industri penerbangan.

Penurunan harga Avtur dan segala bahan industri penerbangan tidak bisa dilakukan dalam sistem sekuler kapitalis, yang menjadikan kepemilikan barang tambang dan energi sebagai salah satu penghasil Avtur dan industri penerbangan ada dibawah kepemilikan korporasi, yang mengelola kepemilikannya  dengan konsep untung-rugi.

Maka harus ada pengembalian kepemilikan barang tambang dan energi sebagai salah satu elemen sumber daya alam penghasil bahan bakar salah satunya berupa Avtur kepada pemilik sejatinya, yaitu milik masyarakat, bukan milik negara juga bukan milik korporasi.

Dan menjadikan negara agar mengelola kepemilikan masyarakat tersebut dengan mengembalikan seluruh hasil pengelolaannya kepada masyarakat dengan cara memberikan subsidi atas pelayanan publik semisal pembangunan bandara, pembuatan pesawat terbang, dan segala macam produk industri yang berkaitan dengannya ataupun jalan umum atau kalau memungkinkan menggratiskannya jika dalam proses pengelolaannya menghasilkan produksi berlebih atau surplus.

Karena seperti itulah para  pemimpin umat sejati melakukannya, saat mengurusi urusan umat atau masyarakat. Sebagai contoh ketika pemimpin sekelas Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ataupun sekelas Khalifah Umar bin Khathab RA menerima berbagai macam harta pendapatan negeri, mereka langsung membagikannya kepada masyarakatnya hingga hilang kelaparan, kesusahan, dan kesempitan hidup masyarakat yang dipimpinnya. Walaupun saat itu belum ditemukan teknologi pembuatan pesawat terbang dan produk ikutannya. Walaupun saat itu pesawat tercanggih atau kendaraan tercanggihnya baru sebatas kuda dan unta.

BACA JUGA  Joko Santoso, Takmir Masjid Penderita Stroke Butuh Bantuan Kita

Mereka tidak menyimpan harta pendapatan negara dan harta milik masyarakat untuk kepentingan diri, keluarga atau koleganya. Semua digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga masyarakat yang ada dibawah kepemimpinannya. Dan warga masyarakat yang dipimpinnya bukan sebatas masyarakat Mekah dan Madinah saja, akan tetapi sudah sangat luas meliputi kekaisaran Persia dan Romawi.

Mereka mengatur pengelolaan seluruh sumber daya alam yang dimiliki negeri dengan menggunakan hukum syariat Islam kaffah, yang menjadikan Alquran dan Hadist Rasulullah Muhammad SAW sebagai landasan pengambilan kebijakan publik. Sehingga sejarah mencatat betapa kepemimpinan manusia di masanya adalah kepemimpinan yang dipenuhi dengan rasa kepuasan seluruh elemen masyarakat akibat terpenuhinya rasa keadilan yang diinginkan warga masyarakatnya. Keutuhan dan kedaulatan negeri terjaga, kesejahteraan anak negeri terpenuhi.

Akhirnya, berkaca dari sejarah, solusi kisruh dunia penerbangan dalam negeri saat ini yang dilihat dari nilai outputnya yaitu akibat tingginya  harga tiket pesawat terbang bukanlah dengan cara mengundang maskapai penerbangan asing untuk beroperasi didalam negeri dan melayani penerbangan domestik. Akan tetapi dengan meningkatkan kualitas penerbangan dalam negeri dengan upaya sungguh-sungguh dari pemimpin negeri untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan dunia industri penerbangan dari seluruh sumber daya yang dimiliki oleh negeri dengan mengaturnya menggunakan konsep syariat Islam kaffah.

Tersebab tidak ada solusi lain selain meninggalkan seluruh faham sekuler kapitalis yang menyengsarakan dan menggantinya dengan aturan yang berasal dari syariat Islam kaffah yang sangat manusiawi dan sesuai dengan fitrah manusia. Sehingga dipastikan dengan kekerapan syariat Islam kaffah, kisruh industri penerbangan dalam negeri dapat teratasi. Wallahua’lam.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Terkait Sengketa Hasil Pilpres, Fahri Hamzah: e-KTP Biang Masalahnya

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fahri Hamzah mengatakan bahwa...

Senin, 24/06/2019 15:16 0

Philipina

Di ASEAN Summit 2019, Duterte Kritisi Alotnya Negosiasi Sengketa Laut Cina Selatan

Sebagaimana diketahui, terjadi tumpang tindih klaim antara Cina dan Negara ASEAN atas teritori tersebut.

Senin, 24/06/2019 14:58 0

Indonesia

Pengacara Prabowo-Sandi Optimistik Menang di MK

BW menyebutkan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang diajukan pihaknya di MK, berdasarkan alat bukti yang dimiliki tidak mampu ditampik oleh KPU

Senin, 24/06/2019 13:57 0

Mesir

IM: 60 Ribu Tahanan Mesir Hadapi “Malapetaka” Pasca Kematian Mursi

Peringatan ini dikeluarkan setelah kematian mendadak presiden Mesir terkudeta Muhammad Mursi di persidangan.

Senin, 24/06/2019 10:43 0

Suriah

HTS Beberkan Perjalanan 50 Hari Pertempuran di Pedesaan Idlib dan Hama

Selain itu, Rusia ingin mengamankan pangkalan Hameimim di Lattakia. Para pejuang mengontrol sejumlah wilayah yang mampu menjangkau pangkalan udara Rusia itu.

Senin, 24/06/2019 09:30 0

Amerika

Polisi Tangkap Puluhan Pendemo Harian The New York Times

“Katakanlah fakta!” teriak-teriak para demonstran di depan kantor New York Times.

Senin, 24/06/2019 08:02 0

Indonesia

DSKS Gelar Jalan Sehat Untuk Eratkan Ukhuwah Umat Islam

Jalan sehat ini diharapkan dapatmendinginkan suasana pasca sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Ahad, 23/06/2019 18:44 0

Indonesia

Jejak Perjuangan Syaikh Ahmad Surkati di Tanah Betawi

Syaikh Ahmad Surkati adalah pendiri Al Irsyad Al Islamiyah dan guru sejumlah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia

Ahad, 23/06/2019 18:05 0

Khazanah

Begini Cara Khalifah Ali bin Abi Thalib Wujudkan Peradilan Bersih, Adil, dan Bermartabat

Menegakkan keadilan merupakan unsur terpenting dalam syariat Islam. Dalam banyak ayat, Allah Ta’ala selalu mengingatkan umat ini agar selalu berpegang pada prinsip keadilan. Ketegasan perintah ini di antaranya Allah Ta’ala tunjukkan dengan menggandengkan prinsip keadilan bersamaan hakikat iman seorang muslim. Artinya, selama dalam dirinya ada keimanan maka keadilan harus senantiasa diperjuangkan.

Sabtu, 22/06/2019 17:16 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah, MA : Mereka yang Dijamin 8 Pintu Surga

KIBLAT.NET- Siapakah mereka yang dijamin masuk 8 pintu surga? Yuk simak di sini! Editor: Abdullah...

Sabtu, 22/06/2019 10:00 0

Close