... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Ditahan, Ustadz Rahmat Baequni Kena Wajib Lapor

Foto: Ustadz Rahmat Baequni

KIBLAT.NET, Bandung – Penceramah Ustadz Rahmat Baequni ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar. Kendati demikian, meski berstatus sebagai tersangka, Ustadz Rahmat tak ditahan. Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Hamynudin Fariza.

“Tidak ditahan. Jadi ini bukan penangguhan. Barusan saya bersurat ke Ditreskrimsus untuk meminta tidak ditahan. Beliau langsung pulang sama-sama,” kata Hamynudin seperti dilansir dari Antaranews, pada Jumat (21/06).

Hamynudin mengatakan Ustadz Rahmat Baequni dibolehkan pulang pada pukul 19.00 WIB. Ustadz yang dikenal dengan sebutan pakar akhir zaman itu menjalani pemeriksaan selama 21 jam di Polda Jabar.

“Jadi beliau sudah berstatus sebagai tersangka, cuma saya minta surat agar tidak ditahan sampai perkara ini bergulir ke kejaksaan, itu pun kalau bisa lanjut ke kejaksaan,” kata Hamynudin.

Hamynudin menambahkan, pertimbangan yang diajukan kepada polisi agar tidak ditahan di antaranya karena Rahmat Baequni berperilaku kooperatif, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan berstatus sebagai kepala keluarga.

Selain itu, Ustadz Rahmat Baequni merupakan ulama yang ceramahnya ditunggu oleh para jemaahnya.

Meski tidak ditahan, Hamynudin mengemukakan, Ustadz Rahmat wajib melapor ke polisi satu kali dalam satu minggu.

“Ustadz wajib lapor seminggu sekali,” ungkap dia.

Rahmat Baequni ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar karena ceramahnya yang menyebut pegawai KPPS mati diracun. Ia disangkakan pasal 14 dan pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 dan juga terkait dengan pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 yaitu tentang ITE dan atau pasal 207 KUHP pidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

BACA JUGA  Para Perusuh Teridentifikasi Bukan Warga Asli Wamena

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Menuju Kompromi (Bag. 2)

Lahirnya Piagam Jakarta bukan berarti tanpa keberatan. Dari kalangan non-muslim, Johannes Latuharhary yang berlatar belakang pendidikan hukum, misalnya menyatakan keberatan atas tujuh kata dalam sila pertama.

Jum'at, 21/06/2019 23:37 0

Indonesia

Datangi Muhammadiyah, Delegasi Bangsamoro Bahas Soal Pendidikan

Delegasi dari Kementerian Pendidikan Bangsamoro bertemu dengan Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah di Pusat Dakwah Muhammadiyah.

Jum'at, 21/06/2019 22:25 0

Artikel

Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Panjang Dasar Negara (Bag. 1)

Persepsi negatif tentang Piagam Jakarta terjadi akibat sikap paranoid dan kekeliruan memahami dan menafsirkan Pancasila itu sendiri.

Jum'at, 21/06/2019 19:17 0

Indonesia

Habib Bahar Dituntut 6 Tahun Penjara, Pengacara Singgung Pembunuhan Harun

"Ini anak-anak ditembaki, jangankan dihukum, orangnya saja yang mana belum terungkap," kata pengacara Habib Bahar soal kematian anak-anak dalam ricuh Aksi 21-22 Mei

Jum'at, 21/06/2019 18:02 0

Indonesia

Eratkan Persaudaraan, Mahasiswa Patani di Indonesia Gelar Forum Silaturahmi

Forum silaturahmi mahasiswa Patani di Indonesia diselenggarakan oleh Departeman Sosial dan Budaya (Sosbud) HIPPI

Jum'at, 21/06/2019 11:27 0

Indonesia

Dompet Dhuafa Siap Salurkan Kurban Setelah Sukses Salurkan Zakat Fitrah

KIBLAT.NET, Jakarta – Zaman modern ini, penyaluran zakat sudah mulai beralih dari cara konvensional, datang...

Jum'at, 21/06/2019 04:32 0

Indonesia

Sidang Keempat, Pengacara Prabowo-Sandi: KPU Tak Bisa Membantah Data Pemilih Siluman

Pengacara Prabowo-Sandi, Lutfi Yazid mengatakan bahwa ahli yang dibawa KPU ke sidang sengketa Pilpres tidak menjelaskan apa-apa.

Jum'at, 21/06/2019 01:48 0

Indonesia

Saat Hakim MK Sebut KPU Ngeles di Sidang Sengketa Pilpres

Dalam momen tersebut, Hakim Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo sempat mencecar pihak pemohon dan pemohon dengan satu pertanyaan

Jum'at, 21/06/2019 01:16 0

Indonesia

Dompet Dhuafa Salurkan Rp5,2 Miliar Zakat Secara Digital

Zakat disalurkan sebelum matahari terbit pada tanggal 1 Syawal melalui aplikasi

Kamis, 20/06/2019 18:53 0

Indonesia

Ditanya Hakim soal Serangan Cyber, Ketua KPU: Sudah Biasa

KIBLAT.NET, Jakarta – Hakim Mahkamah Konstitusi, Saldi Isra menanyakan apa yang dilakukan oleh pihak KPU...

Kamis, 20/06/2019 18:41 0

Close