... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Laporan PBB: Tidak Masuk Akal MBS Tak Terlibat Pembunuhan Khashoggi

KIBLAT.NET, Riyadh – Pembunuhan jurnalis senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi, pada Oktober 2018 lalu, berbuntut panjang. Sejumlah opini berkembang mengaitkan insiden itu dengan keluarga kerajaan. Sebuah laporan terbaru PBB mengatakan ada bukti kredibel bahwa Putra Mahkota, Muhammad bin Salman (MBS), bertanggung jawab.

Laporan tersebut berasal dari Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia yang menyimpulkan tidak masuk akal bahwa Putra Mahkota saat itu tidak terlibat dalam kelompok 15 orang tim pembunuh yang dikirim ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi di kantor konsulat Arab Saudi.

Laporan mengungkap bahwa tim pembunuh menyebut Khashoggi sebagai “hewan yang dikorbankan” dalam komunikasi mereka yang berujung pada penangkapan dan pembunuhan dirinya. Salah satu anggota tim yang juga seorang ahli otopsi menjamin rekan-rekannya yang lain bahwa sangat mudah untuk memotong atau mengoyak tubuh korban tersebut.

Bahkan bukan hanya tim 15 orang yang anggota-anggotanya memiliki hubungan dekat dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Dalam waktu satu hari kasus pembunuhan itu, ternyata ada banyak tim-tim baru lainnya yang bekerja untuk menutupi peristiwa pembunuhan, dan menghancurkan atau menghilangkan barang bukti.

Lebih jauh laporan itu memperingatkan bahwa orang-orang Saudi belum mengubah sikap mereka sejak insiden pembunuhan, dan juga ada bukti CIA telah memberitahukan negara-negara lain akan adanya potensi “ancaman langsung dan bisa diprediksi” terhadap para ekspatriat Saudi.

BACA JUGA  Saudi Ingin Sudan Dihapus dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

Laporan yang sama telah sampai pada beberapa kesimpulan spesifik, termasuk temuan bahwa ada sebidang tanah/ruang yang cukup di depan kantor konsulat Arab Saudi yang akan didirikan sebuah patung Khashoggi yang berfungi sebagai monumen kebebasan pers.

Masalah utamanya adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan sepak terjang Putra Mahkota Muhammad bin Salman, karena perannya yang begitu banyak terkait dengan penjualan senjata AS dan hubungan erat Washington dengan kerajaan tersebut. Ini adalah tantangan selanjutnya bagi upaya menyerukan untuk dilakukannya suatu tindakan terkait peran Muhammad bin Salman dalam kasus pembunuhan tersebut. Inilah hal yang jelas tidak diinginkan Saudi, dan juga sejak lama tidak diinginkan oleh pemerintahan Trump.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

IGI Kritisi Jokowi Soal Instruksi Revisi Sistem Zonasi

"Sistem ini sudah berjalan selama tiga tahun dan terus mengalami perubahan menuju cita-cita tersebut. Perintah presiden merevisi justru merupakan sebuah kemunduran terhadap upaya mencapai cita-cita semua sekolah sama baiknya," kata Ramli melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (21/06/2019).

Sabtu, 22/06/2019 07:29 1

Artikel

Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Mencari Makna Ketuhanan (Bag. 3)

Memandang Piagam Jakarta menjadi satu momok menakutkan bertentangan dengan kenyataan sejarah. Faktanya, Piagam Jakarta justru menjadi titik awal Pancasila

Sabtu, 22/06/2019 00:40 0

Artikel

Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Menuju Kompromi (Bag. 2)

Lahirnya Piagam Jakarta bukan berarti tanpa keberatan. Dari kalangan non-muslim, Johannes Latuharhary yang berlatar belakang pendidikan hukum, misalnya menyatakan keberatan atas tujuh kata dalam sila pertama.

Jum'at, 21/06/2019 23:37 0

Indonesia

Datangi Muhammadiyah, Delegasi Bangsamoro Bahas Soal Pendidikan

Delegasi dari Kementerian Pendidikan Bangsamoro bertemu dengan Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah di Pusat Dakwah Muhammadiyah.

Jum'at, 21/06/2019 22:25 0

Artikel

Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Panjang Dasar Negara (Bag. 1)

Persepsi negatif tentang Piagam Jakarta terjadi akibat sikap paranoid dan kekeliruan memahami dan menafsirkan Pancasila itu sendiri.

Jum'at, 21/06/2019 19:17 0

Indonesia

Habib Bahar Dituntut 6 Tahun Penjara, Pengacara Singgung Pembunuhan Harun

"Ini anak-anak ditembaki, jangankan dihukum, orangnya saja yang mana belum terungkap," kata pengacara Habib Bahar soal kematian anak-anak dalam ricuh Aksi 21-22 Mei

Jum'at, 21/06/2019 18:02 0

Indonesia

Eratkan Persaudaraan, Mahasiswa Patani di Indonesia Gelar Forum Silaturahmi

Forum silaturahmi mahasiswa Patani di Indonesia diselenggarakan oleh Departeman Sosial dan Budaya (Sosbud) HIPPI

Jum'at, 21/06/2019 11:27 0

Indonesia

Dompet Dhuafa Siap Salurkan Kurban Setelah Sukses Salurkan Zakat Fitrah

KIBLAT.NET, Jakarta – Zaman modern ini, penyaluran zakat sudah mulai beralih dari cara konvensional, datang...

Jum'at, 21/06/2019 04:32 0

Indonesia

Sidang Keempat, Pengacara Prabowo-Sandi: KPU Tak Bisa Membantah Data Pemilih Siluman

Pengacara Prabowo-Sandi, Lutfi Yazid mengatakan bahwa ahli yang dibawa KPU ke sidang sengketa Pilpres tidak menjelaskan apa-apa.

Jum'at, 21/06/2019 01:48 0

Indonesia

Saat Hakim MK Sebut KPU Ngeles di Sidang Sengketa Pilpres

Dalam momen tersebut, Hakim Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo sempat mencecar pihak pemohon dan pemohon dengan satu pertanyaan

Jum'at, 21/06/2019 01:16 0

Close